Tampilkan postingan dengan label Djoko Driyono. Tampilkan semua postingan
  • Djodri: PSSI Tak Ada Masalah Soal Dana Untuk Timnas U-19

    Djoko Driyono - NET
    Seputar Timnas - Sekjen PSSI, Joko Driyono menegaskan tidak ada masalah dengan pendanaan untuk Timnas U-19 secara jangka panjang. Menurut Joko, PSSI mendapat dukungan positif dari berbagai sumber untuk kegiatan pasukan Indra Sjafrie.

    "Insya Allah PSSI akan kombinasikan antara aspek teknis dengan pencapaian target yang kita sesuaikan dengan komersial, sehingga PSSI ingin tim ini sukses dengan pengelolaan yang baik," kata Joko kepada wartawan.

    "Dukungan itu akan kita peroleh dari sumber-sumber aspek komersial yang ada dari kita. Saat ini kami merasa dukungan yang ada sangat positif. Intinya PSSI tidak ada masalah soal dana untuk Timnas U-19," katanya.

    Setelah memastikan diri lolos ke Piala Asia U-19 2014 usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2, skuad Timnas U-19 saat ini tengah diliburkan selama sepekan. Minggu depan, PSSI, Badan Tim Nasional, dan tim pelatih Timnas U-19 akan menggelar pertemuan membahas rencana jangka panjang Evan Dimas Cs.

    Dalam pertemuan ini, pihaknya akan berdiskusi dengan tim pelatih Timnas Indonesia U-19 untuk membantu dan mendengarkan program-program yang dipaparkan. Ini bagian dari persiapan jelang berlaga di Piala Asia U-19 2014. [viva]
  • Djokdri: Jangan Kotori Pertandingan Play-Off IPL

    Djoko Driyono - NET
    Seputar Timnas - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Joko Driyono meminta semua pihak untuk tidak mengotori pertandingan play-off Indonesia Premier League (IPL). Imbauan ini disampaikan Joko Driyono (Jokdri) karena PSSI sedang mempromosikan sepakbola Indonesia ke dunia internasional.

    "Jadi jangan kotori, karena bisa merusak nama Indonesia di dunia luar," kata Jokdri di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Jumat (4/10).

    Jokdri juga mengungkapkan bahwa pertandingan play-off juga akan disiarkan langsung oleh televisi. "Kami harap, janganlah pertandingan-pertandingan nanti dikotori oleh aksi-aksi tak baik dari penonton karena ini akan disiarkan di televisi," kata Jokdri di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Jumat (4/10).

    PSSI telah melakukan drawing grup play-off Indonesia Premier League (IPL). Dari 10 peserta dibagi atas dua grup yang disebut grup L dan grup K.

    Grup L diisi lima klub, yakni Persiba, PSIR, Perseman, Persepar dan Persiraja. Grup ini akan bertanding di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.

    Sementara grup K diisi oleh Persijap,  Pro Duta, PSM, Bontang FC, dan PSLS. Kelima tim ini akan bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah.

    Mengenai waktu pelaksanaan babak playoff, sampai saat ini PSSI belum memutuskan. Ada dua opsi yang dimunculkan, yakni 13 atau 16 Oktober.

    "Ya selambat-lambatnya, 6 Oktober nanti sudah kita putuskan jadwalnya," ujar Jokdri. (jawapos)
  • Djodri : Persebaya Asli, Persebaya yang Promosi Ke ISL

    Djoko Driyono - LIPUTAN6
    Seputar Timnas -  PSSI mengambil sikap tegas soal dualisme klub yang dialami Persebaya. Yang satu, Persebaya Surabaya, bermain di Divisi Utama (DU) PT Liga Indonesia, satu lagi Persebaya 1927 di Liga Primer Indonesia (IPL) gelaran PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

    Permasalahan dualisme kian pelik setelah sejak musim ini PSSI mengakui kedua kompetisi yang diikuti masing-masing klub. Namun sekretaris jenderal PSSI, Joko Driyono, menjelaskan bahwa PSSI telah lama mengambil keputusan.

    Persebaya yang asli adalah Persebaya dari Divisi Utama PT Liga, yang baru saja menembus babak final mengalahkan Persikabo Bogor 4-0.

    “Dalam masalah Persebaya, posisi PSSI tidak berhak menyatukan tim. Itu urusan internal tapi kami yakin kalau mereka bisa berdamai,” ucap Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, Selasa (10/9/2013).

    “Persebaya yang asli? Tentunya yang musim lalu berada di Divisi Utama, yang baru saja promosi ke ISL musim depan. Lainnya tidak,” pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu memastikan.

    Jika kedua klub tidak bisa rujuk, Persebaya IPL punya dua opsi: membubarkan diri atau berganti nama dan ikut kompetisi PSSI dari kasta terendah, Divisi Tiga. [beritajatim]
  • Djodri : Gaji Alfred Riedl Akan Kami Bayar

    Alfred Rield - AFP
    Seputar Timnas - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kabarnya akan segera menyelesaikan permasalahan mereka dengan mantan pelatih Timnas Indoensia, Alfred Riedl. Gaji Riedl sekitar US$ 120-140 ribu yang belum dibayar bakal segera dilunasi PSSI dalam waktu dekat ini.

     PSSI akan Bangun Pusat Pelatihan Timnas PSSI akan Bangun Pusat Pelatihan Timnas "Hasil rapat memutuskan kami (PSSI) akan menindaklanjuti permasalahan dengan pelatih Alfred Riedl. Kami akan komunikasi dengan Riedl untuk berbicara lebih jelas. Sementara gaji Riedl sekitar 120-140 ribu dolar AS akan kita dibayar," ucap Sekjen PSSI, Joko Driyono.

    Riedl sempat menjadi arsitek Timnas Indonesia selama kurang lebih setahun (2010-2011). Ketika itu PSSI masih dipimpin Nurdin Halid. Namun ketika Nurdin Halid diganti Djohar Arifin, pelatih berusia 63 tahun itu dipecat. Riedl pun menilai pemecatan ini cacat hukum karena melanggar kontrak, sehingga ia mengadukan masalah tersebut ke FIFA.

    Riedl mulai membesut Timnas Indonesia Mei 2010. Ketika itu ia menangani dua tim sekaligus, yakni timnas senior dan U-23. Mantan pelatih Vietnam tersebut mampu membawa Tim Garuda ke final Piala AFF 2010. Namun sayang, Timnas Indonesia kalah dari Malaysia dengan aggregat 2-4. [liputan6]





  • Djodri : Status Pemain Kamerun di Indonesia Aman

    Djoko Driyono - NET
    Seputar Timnas -  Pemain asal Kamerun masih dapat bermain di kompetisi Liga Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono mengatakan para pemain asal Kamerun yang saat ini bermain di Liga Indonesia statusnya masih aman. Sebab ITC pemain itu sudah masuk dan diterima oleh PSSI.

    “Saya sudah melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait,” tuturnya ditemui di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).

    Sanksi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) kepada Federasi Sepak Bola Kamerun (FECAFOOT) membuat pemain asal Kamerun tidak dapat bermain di kompetisi luar negeri. 

    FECAFOOT diberikan sanksi, karena pemerintah ikut campur urusan sepak bola nasional.

    Namun menurut Joko, PSSI tidak mengizinkan kepada klub-klub di Indonesia merekrut pemain asal Kamerun. PSSI mengambil kebijakan itu setelah menerima surat FIFA pada Sabtu 6 Juli 2013.

    “Mereka (klub-klub) belum bisa mendatangkan pemain baru asal Kamerun, sebelum sanksi dari FIFA dicabut. Hal ini dikarenakan International Transfer Certificate (ITC) pemain bermasalah,” ujarnya.

    Pemain asal Kamerun banyak bermain di Liga Indonesia, tersebar di kompetisi Liga Super Indonesia (LSI), Liga Prima Indonesia (LPI), dan Divisi Utama.

    Pemain tersebut diantaranya, David Pagbe (Semen Padang), Abanda Herman dan Mbida Messi (Persib Bandung), dan Bio Paulin (Persipura Jayapura).[tribun]

  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan