Tampilkan postingan dengan label PBR. Tampilkan semua postingan
  • APPI Investigasi Gaji Camara yang Belum Dilunasi Klub ISL

     Sekou Camara - NET
    Seputar Timnas - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) ikut prihatin terhadap meninggalnya pesepakbola asal Mali yang berkiprah di Pelita Bandung Raya (PBR). APPI bahkan mengirim utusan khusus untuk mempelajari kematian Abdulaye Sekou Camara, saat sesi latihan di Bandung, Sabtu (27/7) malam.

    Hanya saja, APPI belum bersedia membeberkan hasil investigasinya di PBR. APPI memilih menunggu hasil laporan akhir tim yang diturunkan ke lapangan.

    "Tim kami sedang ada yang melayat. Kami masih harus menunggu reportnya," kata CEO APPI Valentinno Simanjuntak, saat dihubungi via telepon, Minggu (27/7).

    Sebelum bermain di PBR, Sekou Camara sempat membela Persiwa Wamena setengah musim. Sekou meninggalkan Persiwa karena pembayaran gaji yang bermasalah.

    Namun APPI belum memastikan,  apakah Persiwa sudah melunasi keseluruhan gaji Sekou atau tidak. Valentino menyatakan juga sedang melakukan investigasi.

    "Kami belum bisa kasih konfirmasi, perlu di-kroscek dulu," ungkap Valentino. (jawapos)



  • Persiwa Diduga Belum Lunasi Gaji Sekou Camara

    Sekou Camara - NET
    Seputar Timnas - Striker Pelita Bandung Raya (PBR) Abdulaye Sekou Camara meninggal dunia saat mengikuti latihan bersama timnya di Bandung, Sabtu (27/7) malam.

    Pemain asal Mali tersebut sudah bermain di kompetisi domestik Indonesia sejak musim 2011-2012. Klub pertamanya adalah PSAP Sigli. Di klub tersebut Sekou mencetak 12 gol dari 30 penampilan.

    Klub selanjutnya adalah Persiwa Wamena. Di klub inilah gaji Sekou bermasalah. Meski memberi kontribusi besar dengan 10 gol dari 15 pertandingan, Sekou memutuskan untuk pindah karena gajinya sering telat terbayar. Diduga, hingga kini gaji Sekou di Persiwa belum lunas.

    Di PBR, Sekou Camara baru bermain 8 kali. Namun manajemen PBR mengaku akan tetap membayar gaji Sekou sesuai kontrak.

    "Gajinya akan diberikan kepada ibunya di Mali," kata Ketua Pelita Marco Garcia Paolo, Ahad (28/7).

    Saat disinggung soal gaji Sekou di Persiwa, Marco enggaan berkomentar. "Yang jelas gaji Sekou di PBR lancar," ungkapnya.

    Upaya konfirmasi JPNN ke manajemen Persiwa Wamena belum membuahkan. Hingga kini handphone milik manajer Persiswa Agus Santoso sulit dihubungi. Pesan singkat yang dikirim ke handphone Agus Santoso juga tidak dibalas. (jawa pos)


  • Kisah Misteri Stadion Siliwangi & Meninggalnya Camara

    Pemain-pemain PBR melayat Camara Sekou (Yadi/VIVA)
    Seputar Timnas - Duka meninggalnya striker Pelita Bandung Raya (PBR), Abdoulaye Sekou Camara saat menjalani latihan di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu lalu masih menyisakan sejumlah cerita. Pasalnya pemain asal Mali itu bukan orang pertama yang meninggal di stadion yang sudah berusia lebih dari setengah abad milik Kodam III Siliwangi itu.

    Tokoh sepakbola pertama yang meninggal di Stadion Siliwangi adalah pelatih kenamaan Indonesia di era 1980’an dan 1990’an, Andi M. Teguh. Pelatih yang mengantar Petrokimia Putra ke final Liga Indonesia I musim 1994/1995 tersebut, meninggal di Stadion Siliwang pada tahun 1996 juga karena serangan jantung.

    Andi meninggal saat sedang menyaksikan pertandingan di tribun VIP Stadion Siliwangi. Saat itu, Andi yang menjabat sebagai asisten pelatih timnas menyaksikan pertandingan didampingi Manajer Timnas kala itu, Tri Goestoro yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT. Kreasi Performa Pasundan, badan pengelola PBR.

    Tak hanya korban meninggal dari penggiat sepak bola. Beberapa waktu lalu, seorang perwira TNI yang sedang mengikuti tes kesehatan dilaporkan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah sebelumnya tak sadarkan diri.

    Meski memunculkan sejumlah cerita tragis tentang kematian mendadak, namun PBR masih akan menggunakan stadion berkapasitas 25 ribu penonton tersebut di seluruh laga kandang sisa musim ini. Dan PBR menganggap meninggalnya Sekou Camara lebih karena minimnya pengawasan medis.

    Sebab, asisten pelatih PBR, Mustaqim mengungkapkan bahwa dia mendapatkan informasi dari beberapa pemain jika Camara sempat tiga kali kolaps atau nyaris tak sadarkan diri. “Tapi informasi tersebut hanya saya dapatkan dari rekan-rekannya." 

    "Karena saya baru bergabung, jadi tidak tahu banyak rekam medis setiap pemain,” lanjutnya.[viva]


  • Catatan Sejarah Singkat Karier Sekou Camara

    Sekou Camara - SPDI.EU
    Seputar Timnas - Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka. Bukan karena kekalahan Indonesia atas tiga tim Liga Premier. Melainkan karena meninggalnya satu pemain asal Pelita Bandung Raya (PBR) yakni Abdulaye Camara Sekou pada Sabtu (27/7/2013) malam WIB.

    Kabar meninggalnya Sekou Camara ini tentu mengejutkan berbagai pihak. Sebab beberapa jam sebelumnya, ia tak menunjukkan kondisi sakit atau masalah lainnya. Namun saat mengikuti latihan dengan skuat PBR di Stadion Siliwangi Bandung Jawa Barat, Sekou tiba-tiba terjatuh dan meninggal beberapa saat kemudian. Menurut keterangan tim dokter, Sekou mengalami serangan jantung mendadak, hal yang juga dialami beberapa pemain seperti Antonio Puerta (Spanyol) dan Marc Vivian Foe (Kamerun).

    "Saat membenarkan tali sepatu dia sempat terjatuh. Karena melihat itu, kita pun secepatnya membawa ke rumah sakit terdekat," ujar Marco Gracia Paolo selaku Chief Executive Officer PT Kreasi Performa Pasundan (pengelola PBR), Minggu dinihari (28/7/2013).

    Selama menekuni profesinya sebagai atlet sepak bola, Sekou dikenal sebagai striker yang rajin mencetak gol. Sebelum pindah ke PBR pada pertengahan musim ini, Sekou bergabung dengan Persiwa Wamena. Dengan tim asal Papua tersebut, pemain kelahiran 17 November 1985 itu mampu menorehkan 10 gol dari 15 penampilan yang didapatnya.

    Mundur ke belakang, Sekou tercatat pernah membela klub Afrika Selatan yakni Jomo Cosmos dan Engen Santos. Namun sebelum itu ia bermain di klub asal Mali, Centre Salif Keita.

    Musim 2011/2012, Sekou hijrah ke Indonesia. Saat itu ia direkrut oleh PSAP Sigli. Bersama tim asal Aceh, pemain kebangsaan Mali tersebut mencatatkan 30 penampilan dan dari kesempatannya itu ia bisa mengukir 12 gol.

    Bersama PBR, Sekou baru mencetak satu gol. Itu didapatnya kala PBR menghadapi Persib Bandung, 11 Juni lalu. Saat itu, Sekou mencetak gol pembuka di menit 30. Namun sayang, hasil akhir justru menunjukkan kemenangan untuk Persib dengan skor 4-3.

    Sama seperti nasib beberapa pemain asing lainnya. Di Indonesia gaji Sekou yang waktu itu masih berseragam Persiwa sempat terlambat dilunasi. Akhirnya, ia pun memutuskan hijrah ke PBR pada Mei lalu.

    Saat ini, pihak PBR beserta agen sang pemain sedang mengurus jenazah Sekou yang masih berada di rumah sakit Halmahera Bandung. Rencananya, jenazah sang pemain akan dipulangkan ke Mali dan dikebumikan oleh pihak keluarganya. (lip6)


  • Berikut Ini Kronologi Meninggalnya Penyerang PBR

    Sekou Camara - PT.LI
    Seputar Timnas - Penyerang Pelita Bandung Raya (PBR) asal Mali, Sekou Camara menghembuskan nafas terakhirnya setelah dinyatakan tim dokter terserang jantung saat menjalani sesi latihan bersama PBR di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu malam (27/7/13). 

    Chief Executive Officer PT Kreasi Performa Pasundan yang mengelola PBR, Marco Gracia Paolo mengatakan meninggalnya Camara terjadi secara tiba-tiba. Saat kejadian pemain bernomor punggung 9 itu tengah menjalani latihan bersama Tema Mursadat dan kawan-kawan.

    "Latihan masih dalam sesi game sekitar jam 11 malam kurang. Saat membenarkan tali sepatu dia sempat terjatuh. Karena melihat itu, kita pun secepatnya membawa ke rumah sakit terdekat," ujar Marco, Minggu dinihari (28/7/13).

    Pemain asal Mali tersebut menutup usia di Rumah Sakit Halmahera tepat pukul 23.48 WIB. Setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan secara intensif. "Baru dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.48 WIB, selang beberapa menit setelah kejadian," paparnya.

    Hingga berita ini diturunkan, jenazah mantan striker Persiwa Wamena itu masih berada di rumah sakit Halmahera sembari menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. "Belum tahu nanti dibawa kemana, tapi kita masih koordinasi dengan pihak agen bagaimana baiknya," terangnya.

    "Kita pun lewat agennya sudah melakukan koordinasi agar bisa menghubungi keluarganya. Kita tunggu saja apakah nanti keluarganya akan datang ke sini (Bandung) atau bagaimana. Dan apakah nanti juga jenazah akan divisum kita ikuti saja keinginan keluarganya nanti," tambahnya.

    Pemain bernama lengkap, Abdoulaye Sekou Camara ini memperkuat PBR sejak putaran dua Indonesia Super League (ISL) musim ini. Sebelumnya Camara berkostum Persiwa pada putaran pertama. (LIP6)


  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan