-
Tampilkan postingan dengan label Timnas Junior. Tampilkan semua postingan
Prediksi Skor Indonesia U23 VS Timor Leste U23 Tgl 30 Oktober 2013
![]() |
| Indonesia VS Timor Leste - IST |
Kunia Meiga Hermansyah dkk akan berjibaku menghadapi timnas negara bekas pecahan Indonesia. bebrapa hari sebelumnua, anak asuh RD ini memeperoleh hasil buruk saat Garuda Muda selepas kalah atas Persibat 2-1 , ini adalah pukulan telak bagi skuad asuhan RD yang kalah dengan tim divisi satu yang levelnya jauh dari para punggawa timnas.
Tim ini adalah tim yang menjadi runner up ajang Islamic Solidarity Games beberapa bulan lalu di Palembang, diharapkan mampu bermain kompak dan mampu memenangkan laga melawan Timor Leste. Bilamana kalah maka RD mesti banyak melakukan banyak perubahan, pasalnya laga ini mencerminkan kondisi tim yang diperkuat oleh Andik Vermansyah dkk.
Sejarah pertemuan dengan Timor Leste terjadi Piala Asia U-22 di Pekanbaru Riau tgl 07 Juli 2012 lalu, kala itu Timnas Indonesia mampu mengalahkan Timor Leste dengan skor 2-0. Namun kini melawan Timor Leste bukan perkara mudah, pasalnya negara baru ini dalam beberapa tahun ini memang dalam kondisi memajukan sepakbola, dengan sering melakukan uji coba. Bisa dipastikan Timor Leste akan memberikan perlawanan keras kepada Andik dkk.
Head to head kedua tim
- Tidak ada data
5 Pertandingan terakhir Indonesia U23
27 Okt 2013: Indonesia U23 [1-2] Persibat
26 Okt 2013: Indonesia U23 [1-0] PSS Sleman
27 Sep 2013: Indonesia U23 [7-6] Turki U23
25 Sep 2013: Indonesia U23 [1-2] Palestina U23
19 Sep 2013: Indonesia U23 [1-0] Maroko U23
5 Pertandingan terakhir Timor Leste U23
05 Nov 2011: Brunei U23 [1-2] Timor-Leste U23
07 Nov 2011: Timor-Leste U23 [2-1] Philippines U23
09 Nov 2011: Vietnam U23 [2-0] Timor-Leste U23
13 Nov 2011: Timor-Leste U23 [0-3] Laos U23
15 Nov 2011: Myanmar U23 [1-0] Timor-Leste U23
Prediksi Skor Indonesia U23 VS Timor Leste U23 Tgl 30 Oktober 2013:
Indonesia U23 [2-0] Timor Leste U23
Timnas U-23 vs Timor Leste, PSSI Lepas 29.600 Lembar Tiket, Inilah Daftar Harganya
![]() |
| Timnas U-23 - GOAL |
Jumlah tiket yang dilepas untuk pertandingan tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan pertandingan timnas senior di Jakarta. Kapasitas Stadion Maguwoharjo, menjadi penyebab.
Seperti yang disampaikan Edy, pihaknya hanya melepas 29.600 lembar tiket. Total sebanyak 200 lembar dilepas untuk undangan, sementara sisanya dibagi ke dalam 4 kelas.
Untuk tribun VIP Bawah, PSSI melepas sebanyak 4500 lembar tiket, sementara VIP Atas sebanyak 1800 lembar. Adapun kategori tribun Timur sebanyak 9500 lembar, tribun Utara dan Selatan berjumlah 13.600 lembar.
“Seperti di Jakarta, suporter diberi diskon 10 persen,” kata Edy Prasetya di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (28/10).
Tiket termahal sendiri dipatok dengan harga 75 ribu rupiah, sementara termurah yakni 30 ribu rupiah.[sportsatu]
Berikut rincian harga tiket:
- VIP Bawah – Rp 75 ribu
- VIP Atas – Rp 50 ribu
- Tribun Timur – Rp 40 ribu
- Tribun Utara dan Selatan – Rp 30 ribu
PSSI Siapkan Dana Rp 30 Miliar Untuk Timnas U-19
| Djoko Driyono - Liga Indonesia |
“PSSI memberi dukungan kepada timnas U-19 dari segi fasilitas dan kebijakan,” kata Joko dalam diskusi di kantor redaksi Tempo, Jakarta, 28 Oktober 2013. “Dari segi fasilitas, kami memutuskan meng-cover semua biaya persiapan timnas U-19.”
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Tim Nasional (BTN) memutuskan membuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk timnas U-19 dalam menghadapi putaran final Piala AFC U-19.
Dalam tahap persiapan praturnamen mulai Mei nanti, kata Joko, BTN berencana membuat timnas berada dalam situasi kompetisi yang mirip dengan Piala AFC. “Akan ada setting satu hari main dan satu hari off bergantian (seperti dalam laga kualifikasi beberapa waktu lalu),” ujar Joko.
Menurut Joko, ada beberapa tawaran untuk timnas bermain di kompetisi negara-negara lain. “Sementara ini, yang saya tahu ada tawaran dari Argentina, Spanyol, dan Inggris,” kata dia. Kepastian mengenai hal itu akan diputuskan dalam rapat antara tim pelatih dan High Performance Unit (salah satu unit kerja BTN) Selasa mendatang.
Sedangkan dari sisi kebijakan, kata Joko, PSSI membantu timnas untuk memastikan klub akan melepas pemain yang dipanggil masuk timnas U-19. Kalau klub berkeras, PSSI bisa menggunakan cara pemaksaan dengan menahan surat pernyataan alih status pemain.[tempo]
Lawan Tim Divisi I Kalah,Lini Depan Timnas U-23 Parah!
![]() |
| Timnas U-23 - IST |
Itulah rekor memprihatinkan timnas U-23 asuhan Rahmad Darmawan yang dipersiapkan untuk SEA Games 2013. Yang lebih memalukan lagi, dalam uji coba terakhir kemarin sore di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Garuda Muda - julukan timnas U-23- ditundukkan tim Divisi I Persibat Batang 1-2 (1-1).
Timnas U-23 sebenarnya sempat unggul terlebih dulu lewat gol yang diciptakan Ricky Kayame di menit ke-19. Tapi, keunggulan itu hanya bertahan dua menit menyusul keberhasilan Persibat menyamakan kedudukan dua menit lewat gol eks penyerang Deltras Sidoarjo Engkus Kuswaha.
Penentu kekalahan timnas U-23 juga kembali lahir dari pemain yang pernah memperkuat Deltras, Djamel Romano Leeflang. Leeflang membobol gawang Garuda dua menit jelang waktu normal berakhir.
Padahal, kendati tampil dengan komposisi berbeda seperti ketika menumbangkan PSS Sleman 1-0 di laga Sabtu lalu (26/10), skuad yang diturunkan RD - sapaan akrab Rahmad Darmawan - tidak bisa dipandang sebelah mata. Dua pemain yang sudah berpengalaman di level timnas senior, Andik Vermansah dan Oktavianus Maniani, diturunkan pada 45 menit babak kedua.
RD tentu mengaku kecewa dengan penampilan yang disuguhkan anak asuhnya dalam pertandingan kemarin. Menurutnya, permainan Andik Vermansah dkk masih jauh dari harapan. "Terus terang, saya kecewa. Semua target gagal dicapai, permainan anak-anak pun tidak mampu melebar," ujarnya.
Target-target yang dimaksud RD tersebut menyangkut tiga elemen permainan. Yaitu, dari sisi kedisiplinan pemain dalam hal membangun formasi tim, penguasaan bola, dan variasi serangan. Selain itu, ketidak tenangan para pemainnya ketika berada di depan gawang pun jadi perhatian mantan pelatih Arema Cronus itu.
Perlu dicatat, saat menang atas PSS, satu-satunya gol yang tercipta lebih karena kelebihan berkat skill individu sang pencetak gol, Ferry Pahabol. Bukan hasil kerja sama tim. Secara keseluruhan, Garuda Muda memang tak punya striker sekelas Patrich Wanggai dan Titus Bonai, duet timnas SEA Games 2011.
"Yang jelas dari dua kali uji coba ini sudah cukup bagi kami untuk memberikan gambaran tim yang saya butuhkan," ungkap pelatih yang dikaitkan dengan beberapa klub di musim depan itu. Rencananya, hari ini timnas U-23 akan mengumumkan penciutan skuad menjadi 26 pemain untuk laga lawan Timor Leste (30/10).
RD juga harus mengatasi persoalan overconfidence anak asuhnya. Sebab, mereka terkadang bermain sedikit meremehkan jika melawan klub atau tim yang dianggap lemah. "Apalagi di pertandingan uji coba berikutnya akan lebih berat lagi," imbuhnya.
Sementara itu, pelatih Persibat Sasi Kirono menyebut minimnya variasi serangan menjadi salah satu penyebab tumbangnya timnas U-23. Di laga kemarin, Sasi mengaku memang menerapkan permainan bertahan dengan menutup celah di tengah lapangan. Strategi itu ternyata tidak bisa diimbangi dengan permainan melebar para penggawa timnas U-23.
"Yang jelas kami melihat permainan mereka (timnas U-23, Red) kurang fight," ujar mantan pemain Petrokimia Putra saat menjuarai Liga Indonesia 2002 itu. (Jawapos)
Berikut 30 Pemain Timnas U-23 Untuk SEA Games Myanmar 2013
![]() |
| Rahmad Darmawan - IST |
26 nama dari 30 pemain yang sudah bergabung di pemusatan latihan nasional di Yogyakarta juga akan disiapkan untuk ujicoba melawan Timnas Timor Leste dan tryout ke Hongkong pada 12 dan 14 November mendatang.
"Garuda Muda" akan turun di ajang SEA Games 2013 di Myanmar pada Desember mendatang. Kurna Meiga dan kawan-kawan dibebankan dapat meraih medali emas setelah pada SEA Games 2011 harus puas meraih perunggu usai dikandaskan Malaysia di partai final.[beritasatu]
Berikut nama-nama pemain Timnas Indonesia untuk SEA Games Myanmar 2013:
1. Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Indonesia)
2. Andretani Ardhyasa (Persija Jakarta)
3. Shahar Ginanjar (Persib Bandung)
4. Alfin Ismail Tuasalamony (CS Vise)
5. Andri Ibo (Persidafon)
6. Manahati Lestusen (CS Vise)
7. Diego Robbie Michiels (Sriwijaya FC)
8. Fandry Imbiri (Persipura)
9. Syahrizal (Persija Jakarta)
10. M Syaifuddin (PBR)
11. Roni Esars Feliks Beroperay (Persidafon)
12. Dedi Kusnandar (Arema Indonesia)
13. Risky Ahmad Sanjaya Pellu (PBR)
14. Egi Melgiansyah (Arema Indonesia)
15. Nelson Alom (Persipura)
16. Yohanes Ferinando Pahabol (Persipura)
17. Ramdani Lestaluhu (Sriwijaya FC)
18. Bayu Gatra Sanggiawan (Persisam Samarinda)
19. Andik Vermansah (Persebaya 1927)
20. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
21 Oktovianus Maniani (Barito Putera)
22. Syakir Sulaiman (Persiba Balikpapan)
23 Fandi Eko Utomo (Persela Lamongan)
24. Aldaier Makatindu (Persisam Samarinda)
25. Sunarto (Arema Indonesia)
26. Yandi Sofyan Munawar (Arema Indonesia)
Tambahan 4 pemain yang akan didaftarkan di Sea Games
27. Stefano Lilipaly (Almeire)
28. David Laly (Persidafon)
29. Novri Setiawan (Sriwijaya FC)
30. Rasyid Assahid Bakri (PSM Makasar)
RD Lihat Kekompakan Timnas U-23 di Dua Uji Coba
![]() |
| RD bersama anak didiknya - VIVA |
Saat ini, pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan sedang menyiapkan ke- 37 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan. Mereka diasah kekompakan dan transisi strategi permainan untuk menghadapi dua kali laga uji coba di Jogja melawan klub lokal.
"Kami sudah masuk fase pemantapan sebagai sebuah tim. Dan kami siapkan untuk fase uji coba pada Sabtu (26/10) dan Minggu (27/10)," katanya, kemarin (23/10).
Klub lokal yang akan dihadapi dalam pertandingan uji coba nanti adalah klub Divisi Utama, PSS Sleman pada Sabtu. Sementara Minggunya, Kurnia Meiga dkk akan menghadapi klub Divisi I, Persibat Batang. Untuk lokasi pertandingan itu, Rahmad belum memastikan.
Rahmad mengaku sedang mematangkan pakem permainan timnya, terutama melihat sejauh mana pemain-pemain ini memahami cara bermain yang diinginkan. Jika selama latihan mereka dinilai sudah bagus dan menunjukkan perkembangan positif, kini Rahmad ingin melihat sejauh apa perkembangan pemainnya dalam pertandingan sesungguhnya.
"Saya ingin lihat bagaimana aplikasinya di pertandingan, melawan tim lain," terang pelatih yang gemar bertopi tersebut.
Pola permainan yang saat ini sedang dimatangkan Rahmad adalah 4-2-3-1dan 4-3-3. Formasi ini menurutnya adalah pakem permainan yang akan digunakan dalam menghadapi lawan-lawan di SEA Games nanti. Alternatifnya, pelatih 46 tahun itu juga menyiapkan pola 4-4-2 jika menghadapi lawan dengan karakter tertentu.
Nah, formasi berbeda ini nanti akan diterapkan oleh Rahmad kepada timnya dalam dua kali uji coba kontra PSS dan Persibat. Tapi, dia belum menjelaskan secara rinci mana strategi yang akan dipakai pada laga pertama maupun kedua.
"Pemain sudah memahami cara bermain. Nanti, akan kami coba memakai pola mana, dengan melihat karakter lawan. Jika diperlukan, perubahan-perubahan ini harus dilakukan dengan baik," tuturnya.
Sementara itu, pemain mengaku sudah siap untuk menjalani sesu uji coba melawan klub lokal. Salah satunya adalah Rasyid Assahid Bakri. Gelandang klub PSM Makassar itu memang tidak mengikuti pemusatan secara penuh karena harus membela klubnya dalam Playoff IPL.
"Tapi saya lusa (25/10) sudah di Jogja. Gabung Timnas lagi untuk persiapan uji coba itu. Secara keseluruhan pemain sudah siap, pola yang diterapkan pelatih pun pemain sudah memahami," terang dia. (jawapos)
BTN: Roy Suryo Jangan Sembarangan Bicara Timnas U-19
![]() |
| Roy Suryo - NET |
Apalagi, dalam sebuah kesempatan di Yogyakarta, Roy menyatakan akan memberangkatkan timnas U-19 ke Arab Saudi untuk ujicoba dan umroh.
Meskipun pada akhirnya Menpora mengakui program ke Arab Saudi adalah ide Ketua BTN La Nyalla Mattalitti, namun BTN akan tetap mempertanyakan dulu kepada Menpora siapa yang akan menjalankan program tersebut.
"Saya akan tanya ke Menpora dulu yang akan menjalankan program ini siapa? Kalau Menpora mau jalankan silahkan. Saya sangat berterima kasih kalau pemerintah mau ikut membantu," kata Administator BTN Demis Djamamoedin saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (21/10).
Namun jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak mau menjalankan program yang telah diakuinya sebelumnya, BTN dan PSSI akan mengambil alih kembali program tersebut.
"Kalau pemerintah tidak mau menjalankan, jangan ngomong seperti yang di TV-TV seolah-olah programnya menpora, padahal bukan," tegasnya. (jawapos)
Klub Australia Milik Bakrie Incar Dua Penggawa Timnas U-19
![]() |
| Tiga pemandu bakat Brisbane Roar yang hadir langsung di SUGBK saat kualifikasi Piala Asia U-19.-GOAL |
Klub itu adalah Brisbane Roar, asal Liga Australia. Melalui pengumuman resmi kepada awak media, Senin (21/10) Ken Stead, direktur sepak bola Brisbane Roar, menegaskan siap menerima dua pemain timnas U-19 untuk berlatih di klub mereka.
"Indonesia memiliki banyak bintang-bintang muda yang belum terasah. Kami datang untuk membantu mengasah mereka sehingga siap menjadi pemain bola profesional," katanya.
Siapa pemain yang dilirik? Ken belum memberikan penjelasan terperinci. Dia hanya meyakinkan bahwa sudah ada beberapa nama dalam radar mereka.
Saat ini mereka berusaha mendekati pihak klub yang menjadi tempat pemain itu berlatih selama ini. ''Saat ini kami telah memiliki beberapa nama kandidat dan tengah melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait di Indonesia,'' tambahnya.
Targetnya, sebelum akhir tahun ini, pemain-pemain Garuda Jaya julukan timnas U-19 bisa berada di Brisbane, Australia, markas mereka. Tujuannya, mereka bisa melihat kompetisi A-league sekaligus berlatih pola permainan Brisbane Roar secara langsung.
Pelatih timnas U-19 Indra Sjafrie yang mendengar kabar tersebut menyatakan kurang setuju. Sebab, sepanjang 2014 dia telah menyiapkan program panjang yang akan dibarengi dengan latihan-latihan yang padat serta uji coba di level internasional.
"Kalau untuk duit mereka lantas mengejar pemain kami, saat ini kami tidak butuh. Kalau untuk pembinaan, kami bisa membina sendiri. Tapi, kalau mau uji coba, kami siap, asalkan gratis. Mungkin Australia ingin mencoba timnas U-19," ujarnya. (jawapos)
Timnas Ke Eropa, Paulo Sitanggang Pilih ke Inggris
![]() |
| Paulo Sitanggang - NET |
Salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang lebih memilih ke Inggiris.
PSSI melakukan ini sebagai persiapan, sebelum berlaga pada putaran final Piala Asia U 19 di Myanmar pada Oktober 2014. Program ini dilakukan untuk jangka panjang.
Di sana mereka akan mencar lawan yang sepadan supaya kualitas meningkat. Mereka di luar negeri sekitar 3 bulan. Namun, dalam pengiriman tim ke luar negeri memerlukan biaya yang cukup mahal. Untuk itu, PSSI masih mencari dana dan sponsor.
Saat dihubungi, salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang mengaku, sangat senang jika wacana itu benar-benar menjadi nyata.
Karena dengan adanya pelatihan di Eropa itu dipastikan akan meningkatkan skill dan pengalaman bermain bola . "Ya, sangat senang kalau di panggil timnas untuk sekolah di Eropa, pastinya saya akan bermain dengan maksimal dalam pelatihan itu,"katanya, Senin (21/10).
Saat ditanya untuk memilih berlatih ke Spanyol atau Inggris. Paulo memilih ke Inggris, karena menurutnya berlatih di sana pastinya sangat bagus dan banyak ilmu yang didapat.
Paulo merupakan pemain timnas U 19 yang berposisi di gelandang. Saat di timnas yang membawanya menjuarai Piala AFF dan menghantarkan ke putaran final AFC ini sering dimainkan oleh pelatih timnas U 19, Indra Sjafri. (jawapos)
Inilah Tiga Contoh Politisasi Evan Dimas Cs
![]() |
| Spanduk ARB di GBK - Twitter |
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo angkat suara mengenai politisasi Evan Dimas cs. Dia menilai pemberian penghargaan berupa hadiah kepada pemain tim nasional Indonesia U-19 sebagai contohnya. Namun politisi Partai Demokrat itu menyayangkan ada pihak-pihak yang ingin mendompleng Timnas U-19 untuk kepentingan politik.
"Ada seorang tokoh yang mendekati pemain Timnas U-19. Ini dilakukan untuk memanfaatkan, karena dia mau jadi calon legislatif dari daerah itu," keluh Roy.
Ada beberapa contoh beberapa politisi menjadikan timnas U-19 menjadi alat kampanye. Berikut tiga contoh diantaranya seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/10/2013):
1. Klaim Marzuki Alie soal Timnas U-19
Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, kemenangan Indonesia semalam bukan karena kerja singkat. Melainkan hasil dari pembinaan empat tahun lalu yang dilakukan oleh LPI.
"Kemenangan ini bukan kerja singkat, tapi melalui proses kompetisi yang sudah berjalan hampir empat tahun yang dilakukan oleh LPI. Kompetisi sepakbola antar pelajar tingkat SMP, SMA dan universitas," kata Marzuki beberapa waktu lalu.
Menurut Marzuki, line up para pemain Timnas U-19 mayoritas berasal dari binaan LPI. Dia mengaku sebagai penggagas LPI saat kampanye Pemilu 2009 yang lalu.
"Rata-rata mereka yang masuk dalam U-19 tahun adalah mereka yang pernah main dalam LPI. LPI ini saya gagas tahun 2009 yang dibuka oleh SBY saat Pemilu Presiden 2009," tegas Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.
2. Pemberian Hadiah dari beberapa Pemerintah Provinsi dan Caleg
Pemberian hadiah kepada anak asuh Indra Sjafri salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang memberikan kado manis kepada gelandang Timnas Indonesia U-19, Maldini Pali berupa rumah seharga Rp 600 juta. Ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada putra daerah.
Sementara itu, politikus Partai Golkar, Setya Novanto membiayai kegiatan pesepakbola asal Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, Yabes Roni Malaifani. Bahkan pesepakbola 18 tahun itu menganggap Setya Novanto sebagai ayah.
3. Banyak Spanduk Partai Politik ketika Timnas U-19 Bertanding
Ada pula spanduk-spanduk partai politik yang menunggangi prestasi cemerlang Tim Nasional U-19 Indonesia dapat dengan mudah ditemukan di sekitar Gelora Bung Karno.
Dalam spanduk dengan latar belakang berwarna kuning tersebut, dapat terlihat jelas gambar karikatur anggota DPR Fayakun Andriadi dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan tulisan 'Terbang Tinggi Garuda Jaya'.
Kedua tokoh tersebut memang memakai kostum timnas, namun bila diperhatikan lebih cermat terdapat pesan khusus di jersey yang dikenakan. Sosok ARB terlihat mengenakan kostum bernomor punggung 5. Seperti diketahui, Partai Golkar mendapat nomor urut lima pada Pemilu 2014. Hal itu terlihat ketika Kualifikasi Piala AFC U-19 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pertanyaan muncul sekarang, apakah politik kembali mengganggu sepak bola? Sebaiknya politisasi timnas pada 2010 lalu jangan terulang.
Keberhasilan skuad 'Merah Putih' melewati babak semifinal Piala AFF 2010 lantas mengundang reaksi dari para politisi. Firman Utina dkk. dibuat sibuk oleh mereka dengan kegiatan kurang penting di luar urusan sepakbola.
Para politisi tampak seperti mengambil keuntungan dari momen ini dengan mencari popularitas dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mengajak sarapan bersama, memberikan bantuan, hingga mengundang doa bersama.
Jika sepakbola dijadikan alat kampanye bila meraih kesuskesan, bagaimana jika mereka terperosok dan gagal di semua ajang? Apakah mereka masih ingin membantu membangkitkan sepakbola Indonesia lagi? (liputan6)
Roy Suryo Izinkan Pemain Timnas U-19 Jadi Bintang Iklan
![]() |
| Roy Suryo - NET |
Meski demikian, Menpora tetap membolehkan pemain timnas U-19 jadi bintang iklan. Syaratnya, semua pemain terlibat dalam pembuatan iklan tersebut.
"Boleh jadi bintang iklan kalau itu bentuknya koorporasi atau menggambarkan kebersamaan mereka. Kalau semua dilibatkan saya tidak sanggup melarangnya," kata Roy Suryo saat ditemui di Gedung Museum Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Ketika dulu Timnas U-19 juara di AFF Cup U-19, Roy juga meminta agar kekompakan tim tidak terganggu faktor internal dan eksternal. Tawaran jadi bintang iklan, kata dia, adalah salah satu bentuk gangguan eksternal.
"Gangguan eksternal akan lahir kalau ada salah satu di antara mereka dicomot untuk produk iklan. Kalau semuanya menjadi bintang iklan dengan mengusung nama timnas U-19, itu masih sah," ungkapnya.
Sementara gangguan internal, kata dia, bisa diatasi. Dengan catatan, pemain tidak saling menonjolkan diri. Bahwa mereka ada yang diangkat-angkat di daerahnya itu sah-sah saja.
"Evan Dimas, Ilham Udin atau Maldini jangan terlalu diangkat. Sebab tidak akan ada kemenangan bila tidak ada kerjasama tim, Evan Dimas saja pernah gagal," ungkapnya.
Pemain luar negeri yang banyak jadi bintang iklan tidak boleh disamakan dengan pemain timnas U-19. "Di luar negeri bisa jadi bintang iklan memang iya. Tapi jangan disamakan luar negeri dan Indonesia," terang Roy. (jawapos)
Kecuali SBY, Roy Suryo Larang Politisi Panggil Skuad Timnas U-19
![]() |
| Roy Suryo - Tempo |
Ia menegaskan, satu-satunya tokoh yang bisa memanggil pemain timnas U-19 adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tidak ada tokoh yang boleh memanggil peman timnas U-19. Kecuali satu. Siapa? Pak Presiden," kata Roy Suryo di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Dikatakan juga, hingga kini Presiden belum berencana memanggil pemain-pemain timnas U-19. Itu karena Presiden tidak ingin mengganggu jadwal yang telah disusun pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. "Presiden sangat toleran dengan jadwal mereka," ujarnya.
Menpora juga merespon gubernur atau kepala daerah yang memberikan apresiasi kepada pemain timnas U-19 yang secara tidak langsung membawa harum nama daerah. Menurutnya, penghargaan dari gubernur maupun kepala daerah adalah hal yang wajar.
Tapi jika yang memberikan bonus atau apresiasi kepada pemain timnas U-19 adalah tokoh politik dari Jakarta, Roy menilainya sebagai hal yang tidak murni.
Sebelumnya, petinggi Partai Golkar, Setya Novanto, yang juga merupakan calon legislatif dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II memberikan bonus berupa satu unit sepeda motor kepada pemain timnas U-19 asal NTT, Yabes Roni Malaifani.
"Saya gak mau nyebut. Tapi itu berarti ada sesuatu, ada tujuan tidak murni," ungkap Roy.
Saat ditanya apakah Menpora sudah memberikan bonus kepada pemain timnas U-19, Roy mengaku belum. Bahkan politisi asal Partai Demokrat itu menyatakan belum memikirkannya.
"Saya harus ngomong seadanya. Saya katakan kita belum berfikir ke situ tapi bukan berarti tidak terfikirkan. Memang belum ada dana khusus," ujar Roy. (jawapos)
RD Masih Pusingkan Lini Depan
![]() |
| Rahmad Darmawan - VIVA |
Terutama untuk pemain yang berada di posisi penyerang. Berkaca dari pengalaman ketika gagal menjuarai Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 lalu, lini depan Indonesia masih kurang ganas. Malah cenderung tumpul. Tidak adanya bomber bertipikal pembunuh menjadi pekerjaan rumah pelatih Rahmad Darmawan.
Pelatih yang akrab disapa RD tersebut hanya punya empat stok pemain depan. Di antaranya Sunarto, Aldaier Makatindu, Agung Supriyanto, ataupun Syamsir Alam. Dua nama yang disebut terakhir malah belum bisa memberi kontribusi gol bagi timnas Garuda Muda. Pemanggilan dua striker Papua, Ferinando Pahabol dan Ricky Kayame juga masih dalam pengamatan.
"Lini depan yang menjadi fokus pembenahan kami. Sejauh ini memang sudah ada Kayame ataupun Feri Pahabol. Tetapi kami masih harus melihat dulu bagaimana perkembangannya pada beberapa hari ke depan. Toh persiapan kami masih panjang sebelum entry by name itu," ujar pelatih yang musim lalu membesut Arema Cronous itu.
Meskipun kekurangan pemain yang bertipikal killer, RD tetap mencari solusi lainnya. Seperti dengan mempertajam strategi menyerang para pemainnya. Itupun masih belum mampu berhasil secara optimal. Terutama dalam hal penyelesaian akhir yang sering tidak tenang dan cenderung terburu-buru.
Menurutnya, yang sekarang dibutuhkan para armada Garuda Muda ini hanyalah sedikit lebih tenang di saat menyerang. "Karena pada beberapa latihan terakhir, terutama dalam penyerangan, pemain masih sering terburu-buru. Harusnya kan mereka bisa sedikit lebih tenang lagi," ungkap RD.
Upaya untuk menambah daya gedor itu sebenarnya bisa dilakukan dengan memboyong pilar timnas U-19. Seperti yang banyak diberitakan sebelumnya, tiga key player Garuda Jaya seperti gelandang serang Evan Dimas Darmono, penyerang Ilham Udin Armayn dan pemain bertahan Muhammad Hargianto diinginkan RD. Kembali gabungnya Andik Vermansah bisa menjadi asa bagi timnas U-23. (jawapos)
PSSI: Timnas U-19 Akan Ikuti Kompetisi di Luar Negeri
![]() |
| Skuad Timnas - SURYA |
“Kami berencana mengirim timnas U-19 untuk mengikuti kompetisi di luar negeri,” kata Toni di Senayan, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2013. Toni mengatakan wacana itu terlontar saat PSSI menggelar pertemuan yang diikuti oleh pengurus dan Badan Tim Nasional.
Toni beralasan, dengan mengikuti kompetisi di luar negeri penampilan para pemain Garuda Jaya akan terus terjaga hingga satu tahun ke depan. Melepas para pemain ke masing-masing klub, di mata Toni, akan mengganggu kekompakan tim yang sudah lama terbentuk. “Secara tim mereka sudah utuh. Harapannya agar tidak terpecah oleh klub juga,” kata Toni di Jakarta, kemarin.
Rencana mengirim timnas U-19 mengikuti kompetisi di luar negeri, menurut Toni, merupakan pilihan jangka pendek. Pasalnya, PSSI tidak memiliki kompetisi untuk di bawah usia 19 tahun.
Ia menambahkan, wacana ini juga menjadi salah satu solusi bagi status Evan Dimas yang saat ini memperkuat Persebaya Surabaya 1927. Klub tempat Evan bernaung ini tidak diakui sebagai anggota PSSI. “Artinya pemain U-19 diutamakan untuk bermain bersama timnas dulu daripada klub,” ujar Toni.
Lebih lanjut, PSSI belum menentukan kompetisi luar negeri mana yang akan diikuti. Salah satu negara yang diusulkan oleh Toni ialah Spanyol atau Amerika Latin. “Tetapi kami harus membicarakan dulu dengan pelatih,”ucapnya.
Toni menambahkan, langkah PSSI untuk membawa timnas U-19 ke kompetisi luar negeri perlu mendapat dukungan pemerintah. Toni menyebut setidaknya diperlu dana sebesar Rp 100 miliar untuk melakukan pemusatan latihan atau mengikuti kompetisi di luar negeri.
Pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik mengatakan bisa saja pemerintah memberikan bantuan namun harus dianggarkan dalam APBN 2014. “Kalau saat ini anggaran sangat terbatas,” ucap Djoko.
Tim nasional Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia setelah meraih posisi teratas klasemen Grup G. Pada tiga kali pertandingan babak kualifikasi, timnas menang 4-0 atas Laos, 2-0 atas Filipina, dan 3-2 atas juara bertahan Korea Selatan.
Tim yang telah lolos ke putaran final ialah Australia, Cina, Indonesia, Iran, Irak, Jepang, Myanmar (tuan rumah otomatis lolos), Oman, Korea Utara, Qatar, Korea Selatan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman.[tempo]
Djodri: PSSI Tak Ada Masalah Soal Dana Untuk Timnas U-19
![]() |
| Djoko Driyono - NET |
"Insya Allah PSSI akan kombinasikan antara aspek teknis dengan pencapaian target yang kita sesuaikan dengan komersial, sehingga PSSI ingin tim ini sukses dengan pengelolaan yang baik," kata Joko kepada wartawan.
"Dukungan itu akan kita peroleh dari sumber-sumber aspek komersial yang ada dari kita. Saat ini kami merasa dukungan yang ada sangat positif. Intinya PSSI tidak ada masalah soal dana untuk Timnas U-19," katanya.
Setelah memastikan diri lolos ke Piala Asia U-19 2014 usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2, skuad Timnas U-19 saat ini tengah diliburkan selama sepekan. Minggu depan, PSSI, Badan Tim Nasional, dan tim pelatih Timnas U-19 akan menggelar pertemuan membahas rencana jangka panjang Evan Dimas Cs.
Dalam pertemuan ini, pihaknya akan berdiskusi dengan tim pelatih Timnas Indonesia U-19 untuk membantu dan mendengarkan program-program yang dipaparkan. Ini bagian dari persiapan jelang berlaga di Piala Asia U-19 2014. [viva]
30 Oktober, Timnas U-23 Uji Coba Lawan Timor Leste
Timnas U-23 Indonesia yang dipersiapkan untuk SEA Games 2013 di Myanmar mendapatkan kepastian untuk beruji coba dengan Timor Leste di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 30 Oktober 2013. Hal itu dituturkan Sekjen PSSI, Joko Driyono.
“Selain itu, belum ada lagi di bulan Oktober,” kata Joko. Pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia ini menambahkan, skuat “Garuda Muda” baru akan menjalani uji coba lagi pada November nanti.
“Tim akan tandang ke Hong Kong, dan Cina Taipei pada November,” Joko memaparkan.
Saat ini, skuat yang dilatih Rahmad Darmawan itu sedang melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Yogyakarta. Ada 37 pemain yang dipanggil Rahmad untuk menjalani pelatnas. Rencananya, akan ada penyusutan pemain pada akhir Oktober nanti.
“Selain itu, belum ada lagi di bulan Oktober,” kata Joko. Pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia ini menambahkan, skuat “Garuda Muda” baru akan menjalani uji coba lagi pada November nanti.
“Tim akan tandang ke Hong Kong, dan Cina Taipei pada November,” Joko memaparkan.
Saat ini, skuat yang dilatih Rahmad Darmawan itu sedang melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Yogyakarta. Ada 37 pemain yang dipanggil Rahmad untuk menjalani pelatnas. Rencananya, akan ada penyusutan pemain pada akhir Oktober nanti.
PSSI Tak Akan Halangi Pemain Timnas U-19 Negosiasi Dengan Klub Profesional
Penampilan apik para pemain timnas U-19 Indonesia di Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-19 2014, membuat para pemain itu banyak dilirik klub-klub profesional di Indonesia.
Melihat kenyataan itu, PSSI pun tidak akan menghalangi para penggawa "Garuda Jaya" untuk bernegosiasi dan menjalin kesepakatan dengan klub profesional. Hanya saja, PSSI mengatakan ada opsi untuk menggelar pelatnas jangka panjang bagi skuat yang dilatih Indra Sjafri itu menuju putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober 2014 mendatang. Sehingga, jika itu terealisasi maka pemain tidak bisa sering memperkuat klub.
Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan telah melakukan dialog awal dengan manajemen timnas U-19 bahwa pemain akan dipertahankan. Serta mayoritas aktivitas akan dilakukan di pelatnas hingga 2015.
"Saya menjelaskan karier pemain ada di klub. Sebagai pemain, masa depan mereka ada di klub. Tapi harus dipahami, klub dan timnas, khususnya klub yang terafiliasi dengan PSSI memiliki visi sama bahwa kinerja federasi itu indikatornya prestasi timnas. Itu yang akan menjadi bahasan menarik BTN dengan Indra Sjafri, pekan depan," ujar Joko.
Melihat kenyataan itu, PSSI pun tidak akan menghalangi para penggawa "Garuda Jaya" untuk bernegosiasi dan menjalin kesepakatan dengan klub profesional. Hanya saja, PSSI mengatakan ada opsi untuk menggelar pelatnas jangka panjang bagi skuat yang dilatih Indra Sjafri itu menuju putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober 2014 mendatang. Sehingga, jika itu terealisasi maka pemain tidak bisa sering memperkuat klub.
Sekjen PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan telah melakukan dialog awal dengan manajemen timnas U-19 bahwa pemain akan dipertahankan. Serta mayoritas aktivitas akan dilakukan di pelatnas hingga 2015.
"Saya menjelaskan karier pemain ada di klub. Sebagai pemain, masa depan mereka ada di klub. Tapi harus dipahami, klub dan timnas, khususnya klub yang terafiliasi dengan PSSI memiliki visi sama bahwa kinerja federasi itu indikatornya prestasi timnas. Itu yang akan menjadi bahasan menarik BTN dengan Indra Sjafri, pekan depan," ujar Joko.
Roy Suryo: Evan Dimas luar biasa!
Kesuksesan Timnas Indonesia U-19 menjuarai Grup G Kualifikasi Piala AFC U-19 menjadi perhatian banyak pihak. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo pun tak mau ketinggalan memuji penampilan tim asuhan Indra Sjafri tersebut.
Di mata Roy Suryo, Evan Dimas adalah pemain terbaik dalam laga yang sempat dihentikan karena terdapat genangan air di lapangan itu. Evan mencetak tiga gol dalam kemenangan 3-2 Indonesia atas Korea Selatan.
"Evan Dimas bermain luar biasa dengan mencetak hattrick pada pertandingan kali ini. Sebagai seorang kapten dia mampu menjalankan perannya dan menjadi pemimpin di lapangan," jelas Roy Suryo kepada Antara.
Meski demikian, Menpora mengatakan bahwa seluruh penggawa Garuda Jaya memang tampil bagus tadi malam. Ia yakin masyarakat Indonesia sangat bangga dengan perjuangan para pemain masa depan tersebut.
"Semua pemain bermain sangat bagus dan luar biasa. Lihat bagaimana kiper Ravi Murdianto menepis tendangan-tendangan berbahaya pemain lawan. Kemudian Maldini, Hargianto, Hansamu dan semua pemain lainnya. Semuanya bagus dan pasti masyarakat Indonesia bangga terhadap mereka," tambahnya. (ant/hsw)
Di mata Roy Suryo, Evan Dimas adalah pemain terbaik dalam laga yang sempat dihentikan karena terdapat genangan air di lapangan itu. Evan mencetak tiga gol dalam kemenangan 3-2 Indonesia atas Korea Selatan.
"Evan Dimas bermain luar biasa dengan mencetak hattrick pada pertandingan kali ini. Sebagai seorang kapten dia mampu menjalankan perannya dan menjadi pemimpin di lapangan," jelas Roy Suryo kepada Antara.
Meski demikian, Menpora mengatakan bahwa seluruh penggawa Garuda Jaya memang tampil bagus tadi malam. Ia yakin masyarakat Indonesia sangat bangga dengan perjuangan para pemain masa depan tersebut.
"Semua pemain bermain sangat bagus dan luar biasa. Lihat bagaimana kiper Ravi Murdianto menepis tendangan-tendangan berbahaya pemain lawan. Kemudian Maldini, Hargianto, Hansamu dan semua pemain lainnya. Semuanya bagus dan pasti masyarakat Indonesia bangga terhadap mereka," tambahnya. (ant/hsw)
Sekjen PSSI: Timnas U-19 edan!
Kemenangan dengan skor 3-2 diperoleh Indonesia atas Korea Selatan (Korsel) dalam lanjutan kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10) malam.
Tiga gol Indonesia, digelontorkan Evan Dimas. Sedangkan gol Korsel masing-masing dicetak oleh Seol Taesu (penalti) dan Suh Myeongwon.
"Edan! Permainan tersebut membuat semua yang menyaksikan pasti larut. Perjuangan anak-anak sungguh luar biasa," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono.
Kemenangan tersebut, membuat Indonesia menjadi juara Grup G dan otomatis lolos ke putaran final di Myanmar pada 2014 mendatang. Sementara itu, Korsel harus rela beradu agregat gol dengan runner up grup lainnya.
Pemain Timnas senior Indonesia, Hasim Kipuw pun tak pelit memberikan pujian. Hasim mengungkapkan jika penampilan skuad asuhan Indra Sjafri tersebut layak mendapatkan banyak acungan jempol.
"Harus diakui jika mereka luar biasa. Tidak hanya teknikal, melainkan kerja sama mereka juga sangat bagus. Mereka harus pertahankan hal ini. Sekali lagi, penampilan mereka sungguh luar biasa," ucap pemain yang akan memperkuat Timnas senior lawan China di lanjutan kualifikasi Piala AFC Grup C, di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10). (esa/hsw)
Tiga gol Indonesia, digelontorkan Evan Dimas. Sedangkan gol Korsel masing-masing dicetak oleh Seol Taesu (penalti) dan Suh Myeongwon.
"Edan! Permainan tersebut membuat semua yang menyaksikan pasti larut. Perjuangan anak-anak sungguh luar biasa," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sekaligus CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono.
Kemenangan tersebut, membuat Indonesia menjadi juara Grup G dan otomatis lolos ke putaran final di Myanmar pada 2014 mendatang. Sementara itu, Korsel harus rela beradu agregat gol dengan runner up grup lainnya.
Pemain Timnas senior Indonesia, Hasim Kipuw pun tak pelit memberikan pujian. Hasim mengungkapkan jika penampilan skuad asuhan Indra Sjafri tersebut layak mendapatkan banyak acungan jempol.
"Harus diakui jika mereka luar biasa. Tidak hanya teknikal, melainkan kerja sama mereka juga sangat bagus. Mereka harus pertahankan hal ini. Sekali lagi, penampilan mereka sungguh luar biasa," ucap pemain yang akan memperkuat Timnas senior lawan China di lanjutan kualifikasi Piala AFC Grup C, di SUGBK, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10). (esa/hsw)
Pelatih Korsel: Selamat untuk Indonesia
Pelatih Timnas Korea Selatan U-19 Kim Sang Ho tak mau banyak mencari alasan atas kekalahan timnya. Ia mengakui level permainan para pemainnya memang menurun ketika menghadapi Garuda Jaya.
Korsel yang merupakan juara bertahan Piala AFC U-19 memang dijagokan akan menjadi jawara Grup G. Akan tetapi permainan militan para penggawa Garuda Jaya membalikkan prediksi itu. Hattrick Evan Dimas membawa Indonesia mengungguli Korsel dengan skor 3-2.
"Selamat kepada Indonesia. Pertandingan tadi cukup menarik meski kami kurang maksimal karena performa pemain menurun. Apalagi pertandingan sempat dihentikan," jelas Kim seperti dilansir Antara.
Kim menegaskan bahwa timnya kini harus fokus melakukan pembenahan. Ia yakin persaingan dalam putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar nanti akan sangat ketat.
"Masih banyak yang harus diperbaiki dari tim kami. Pada putaran berikutnya persaingan akan lebih ketat lagi," tambah Kim. (ant/hsw)
Korsel yang merupakan juara bertahan Piala AFC U-19 memang dijagokan akan menjadi jawara Grup G. Akan tetapi permainan militan para penggawa Garuda Jaya membalikkan prediksi itu. Hattrick Evan Dimas membawa Indonesia mengungguli Korsel dengan skor 3-2.
"Selamat kepada Indonesia. Pertandingan tadi cukup menarik meski kami kurang maksimal karena performa pemain menurun. Apalagi pertandingan sempat dihentikan," jelas Kim seperti dilansir Antara.
Kim menegaskan bahwa timnya kini harus fokus melakukan pembenahan. Ia yakin persaingan dalam putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar nanti akan sangat ketat.
"Masih banyak yang harus diperbaiki dari tim kami. Pada putaran berikutnya persaingan akan lebih ketat lagi," tambah Kim. (ant/hsw)
Langganan:
Postingan (Atom)



















