Tampilkan postingan dengan label IPL. Tampilkan semua postingan
  • Persijap Imbangi Pro Duta, Laga Diwarnai Keributan

    Laga kedua play-off Indonesia Premier League (IPL) yang mempertemukan Persijap Jepara dengan Pro Duta FC berakhir sama kuat 1-1, Rabu (16/10) malam. Laga yang digelar di stadion Gelora Bumi Kartini ini sempat diwarnai keributan antar pemain.

    Pertandingan yang disaksikan oleh kurang dari 10.000 penonton ini berjalan alot, gol pertama pada laga mampu dilesakan oleh Girts Karlsons di menit ke-25 bagi Pro Duta.

    Girts Karlsons yang menerima umpan silang dari sektor kiri pertahanan Persijap, mampu dengan sempurna menceploskan bola ke gawang Persijap yang di jaga Joko Ribowo, melalui sundulan kepalanya.

    Selanjutnya Persijap langsung tancap gas demi mengejar ketertingalan, namun beberapa peluang anak asuh Raja Isa gagal disempurnakan karena terlalu terburu-buru.

    Insiden perkelahian terjadi ketika salah seorang pemain Pro Duta dengan penggawa Persijap saling bertabrakan. Namun oleh wasit tidak dianggap pelanggaran. Para pemain pun langsung malancarkan protes keras. Protes tersebut membuat pemain Persijap terpancing emosi, dan mengakibatkan terjadinya adu fisik antar kedua kesebelasan.

    Wasit M Adung pun langsung mengeluarkan tiga kartu merah sekaligus. Dua kartu merah untuk pemain Pro Duta yakni Ramadani, dan Fariz Bagus Dhinata dan satu kartu merah untuk Persijap diberikan kepada Agung Supriyanto.

    Akhirnya gol penyama kedudukan bagi Persijap pun datang lewat kaki Noor Hadi di menit ke-85. Laga berakhir imbang 1-1. Hasil ini membuat kedua tim berada di posisi dibawah Bontang FC yang telah menang aras PSLS Lhokseumawe.
  • Pemain IPL Ini Kembali Dipanggil Timnas U-23

    Ghozali Muharam - NET
    Seputar Timnas - Badan Tim Nasional (BTN) memanggil striker Pro Duta FC Ghozali Muharam Siregar untuk memperkuat tim nasional U-23 yang dipersiapkan mengikuti Sea Games XXVII 2013 di Myanmar

    "Manajemen setuju saya dipanggil Timnas. Hari ini saya berangkat bergabung bersama teman-teman yang lain," kata Ghozali di Medan, Ahad (6/10).

    Ghozali akan bergabung bersama pemain lainnya seperti Kurnia Meiga, Andik Vermansyah, Oktavianus Maniani, Alvin Ismail Tuasalamony, Saymsir Alam dan lainnya yang akan menjalani training center (TC) dibawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan di Universitas Negeri Yogyakarta, 6-27 Oktober 2013.

    Ghozali yang bisa menggunakan nomor punggung 10 di Pro Duta FC ini mengaku bangga kembali dipanggil memperkuat "Merah Putih", dan kedua kalinya tampil diajang Sea Games. Ia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan, untuk masuk dalam skuad Garuda muda.

    "Ini yang kedua kali saya dipanggil Timnas untuk memperkuat Timnas di Sea Games. Persiapan fisik tidak ada yang fokus, karena latihan tiap hari dengan tim. Hanya persiapan mental saya yang utama," katanya.

    Dipanggilnya pemain lincah dan enerjik ini mendapat restu Pro Duta FC, dan manajemen menyetujui terpilihnya Ghozali mewakili tim dalam skuad Merah Putih.

    "Untuk merah putih, tidak mungkin manajemen menghalangi. Tentu kita perbolehkan pemain dipanggil Timnas. Ini juga suatu kebanggaan bagi tim," kata Manajer Tim Pro Duta FC Ansyari Lubis.

    Disinggung hilangnya Ghozali memperkuat Pro Duta FC dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL), menurut Ansyari, hal tersebut tidak menjadi masalah buat tim. Karena ia masih memiliki pemain lainnya yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan Ghozali seperti Girts Karlson dan Yusuf Effendi, Donny F Siregar.

    "Namun tenaganya Ghozali tetap kita harapkan bisa memperkuat Pro Duta. Nanti tiga hari sebelum pertandingan Play Off, Ghozali akan balik ke klub. Artinya kita sudah koordinasi dengan coach Timnas," katanya.[antara]
  • Djokdri: Jangan Kotori Pertandingan Play-Off IPL

    Djoko Driyono - NET
    Seputar Timnas - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Joko Driyono meminta semua pihak untuk tidak mengotori pertandingan play-off Indonesia Premier League (IPL). Imbauan ini disampaikan Joko Driyono (Jokdri) karena PSSI sedang mempromosikan sepakbola Indonesia ke dunia internasional.

    "Jadi jangan kotori, karena bisa merusak nama Indonesia di dunia luar," kata Jokdri di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Jumat (4/10).

    Jokdri juga mengungkapkan bahwa pertandingan play-off juga akan disiarkan langsung oleh televisi. "Kami harap, janganlah pertandingan-pertandingan nanti dikotori oleh aksi-aksi tak baik dari penonton karena ini akan disiarkan di televisi," kata Jokdri di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Jumat (4/10).

    PSSI telah melakukan drawing grup play-off Indonesia Premier League (IPL). Dari 10 peserta dibagi atas dua grup yang disebut grup L dan grup K.

    Grup L diisi lima klub, yakni Persiba, PSIR, Perseman, Persepar dan Persiraja. Grup ini akan bertanding di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.

    Sementara grup K diisi oleh Persijap,  Pro Duta, PSM, Bontang FC, dan PSLS. Kelima tim ini akan bertanding di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah.

    Mengenai waktu pelaksanaan babak playoff, sampai saat ini PSSI belum memutuskan. Ada dua opsi yang dimunculkan, yakni 13 atau 16 Oktober.

    "Ya selambat-lambatnya, 6 Oktober nanti sudah kita putuskan jadwalnya," ujar Jokdri. (jawapos)
  • Roy Suryo Mendukung PSSI Ambil Alih IPL

    Roy Suryo - INILAH
    Seputar Timnas - PSSI secara resmi telah mencabut hak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengolala liga. Selanjutnya pengelolaan Indonesia Premier League (IPL) dan Divisi Utama LPIS akan diambil alih oleh PSSI.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyambut baik keputusan itu. Ia berharap klub-klub IPL mau mengikutinya dan CEO PT LPIS Widjadjanto berlapang dada.

    "Ini jalan yang bagus mudah-mudahan diikuti oleh klub-klub IPL. Pak widja menyatakan kaget tapi saya minta harus berlapang dada," kata Roy Suryo di Kantor Kemenpora Senayan Jakarta, Kamis (3/10).

    Ia menyatakan pengambilalihan ini tidak akan menghambat unifikasi liga tahun 2014. Sebab, PSSI akan tetap mengambil empat klub terbaik IPL untuk digabung dengan 18 klub terbaik ISL.

    "Tapi kalau kemudian IPL mau dilakukan play off, monggo. Ada 11 tim yang bisa ikut bermain," terangnya.

    Menpora menyatakan tidak akan mengintevensi keputusan PSSI itu. Namun Roy berharap PSSI tetap memperhatikan klub-klub yang ada di bawahnya.

    "Klub jangan dipenggal kepalanya. Saya sepakat keputusan ini, khusus untuk Pak Widja saya mohon untuk juga menghormati keputusan ini," kata Roy. (jawapos)

  • Pro Duta FC Soroti Konsep Playoff IPL Ala PSSI

    Pro Duta FC - NET
    Seputar Timnas - Konsep PSSI tentang playoff kompetisi Indonesian Premier League mendapat sorotan Pro Duta. Klub peserta kompetisi IPL ini menyebut konsep PSSI terkait playoff tidak memperhatikan adanya iklim kompetisi yang baik.

    "Kami hanya ingin memberi pemain-pemain muda ini iklim kompetisi. Kami ingin mereka banyak bertanding agar berguna bagi Timnas. Untuk apa kita konsisten membina pemain muda kalau mereka hanya sedikit bertanding?" ujar Media Officer Pro Duta, Handoyo Subosito, pada Bola.net.

    "Kalau tujuannya hanya secepatnya menjadi juara, mending lempar koin saja untuk menentukan siapa juaranya. Nggak perlu ada kompetisi," sambung Handoyo.

    Sebelumnya, dalam pertemuan dengan PT. LPIS dan klub-klub peserta IPL, Rabu (02/10), PSSI menawarkan opsi laga playoff untuk mencari tim IPL yang bakal bergabung dengan kompetisi unifikasi musim depan. 10 klub yang diakui PSSI -minus Semen Padang yang mendapat bye- bakal dibagi dua grup. Dari masing-masing grup akan dipilih tiga klub teratas. Enam klub dari dua grup plus Semen Padang selanjutnya akan menjalani proses verifikasi PSSI, untuk kemudian dipilih empat klub yang akan gabung dengan kompetisi unifikasi.

    Sementara, Arema Indonesia bersama Persebaya 1927 dipastikan tidak akan tampil dalam playoff tersebut. Pasalnya, menurut PSSI, mereka bukan merupakan anggota federasi sepakbola Indonesia tersebut. Selain Arema dan Persebaya, playoff juga dipastikan tidak akan diikuti oleh Persibo, Persija dan Persema, yang sudah terlebih dahulu didiskualifikasi oleh Komisi Disiplin PSSI. (bolanet)
  • Persebaya Benarkan Andik Trial Ke Jepang

    Andik Vermansyah - BOLANET
    Seputar Timnas -  Pesona Andik Vermansyah tercium hingga Negeri Sakura, Jepang. Penggawa Persebaya Surabaya ini dikabarkan mendapat kesempatan trial dengan klub Divisi 1 Liga Jepang, Ventforet Kofu. Andik akan berangkat ke Jepang, Sabtu (05/10) mendatang.

    Keberangkatan Andik ke Jepang ternyata sudah diketahui oleh manajemen Persebaya sejak lama. Menurut manajer Persebaya, Saleh Hanifah, Kamis (03/10) siang, Andik sudah meminta izin ke Kofu jauh-jauh hari, sebelum bergabung dengan Timnas U-23.

    "Benar dia akan ke Jepang. Dia akan melakukan trial selama beberapa hari saja di sana," ucap Saleh kepada wartawan, Kamis siang.

    Saleh mengaku kurang tahu proses ketertarikan Ventforet sehingga Andik mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Yamanashi Chuo Bank Stadium, Kofu ini. "Itu urusan pribadi dia," imbuh Saleh.

    Kabarnya, Andik tak akan langsung bergabung dengan tim utama Ventforet. Sebab, kompetisi J-League masih bergulir. Pemain 21 tahun ini akan dipantau saat tim cadangan Ventforet tanding lawan Shimizu S-Pulse. (bolanet)
  • Berikut Rekomendasi PSSI Untuk Kompetisi IPL dan Divisi Utama IPL

    IPL -NET
    Seputar Timnas -  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengadakan pertemuan dengan klub – klub Liga Prima Indonesia (LPI) dan Divisi Utama. 

    Pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (2/10/2013) sore, membuat rekomendasi mengenai pelaksanaan kedua kompetisi.

    Sekjen PSSI, Joko Driyono mengatakan, rekomendasi kompetisi LPI dan Divisi Utama akan dibawa ke rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

    “Rekomendasi dikuatkan melalui rapat Exco. Exco malam ini atau paling lambat besok mengadakan rapat. Harapannya, seminggu setelah Exco mengambil keputusan, kedua rekomendasi kompetisi itu segera dijalankan,” tuturnya.

     Berikut Rekomendasi Kompetisi LPI dan Divisi Utama:
    - PSSI mengambil alih pengelolaan kompetisi LPI dan Divisi Utama.  

    - Kompetisi Divisi Utama akan diselesaikan mengingat jumlah pertandingan tinggal satu sampai dua pertandingan lagi, kemudian memasuki babak semifinal dan final. Semua tim Divisi Utama di akan mengikuti kompetisi Divisi Utama musim kompetisi 2014

    - Hanya 11 klub yang berhak mengikuti LPI format baru, yakni Semen Padang, Pro Duta, Perseman Manokwari, Persiba Bantul, PSM Makassar, PSIR Rembang, Persijap, Persepar Palangkaraya, Persiraja, PSLS Lhokseumawe, Bontang FC

    - Kompetisi Liga Prima Indonesia musim ini dianggap selesai. Kemudian dibuat format baru menggunakan sistem play off dua grup. Masing – masing grup berisi lima klub. Dari masing – masing grup diambil tiga klub terbaik, jadi total ada enam klub. Semen Padang tidak mengikuti babak play off, karena mendapatkan wild card. 

    - Semen Padang bersama enam klub terbaik akan mengikuti tahap verifikasi. Dalam tahap verifikasi, setiap klub harus memenuhi syarat lisensi klub professional. Kelima syarat lisensi klub, yakni aspek legal, finansial, infrastruktur, personel dan administrasi, serta sporting. 

    - Semen Padang tidak mengikuti babak play off dikarenakan melihat pencapaian klub Semen Padang di kompetisi Liga Indonesia. Posisi Semen Padang di kompetisi LPI musim ini yang berada di peringkat pertama juga bisa menjadi alasan, jadi tidak ada pertentangan.

    - PSSI akan membentuk tim mengawasi tahapan verifikasi terhadap tujuh klub. Nantinya empat tim yang dianggap memenuhi lisensi klub profesional dapat berpartisipasi di Liga Super Indonesia musim 2014.[tribun]

  • Persebaya 1927 Tetap Izinkan Evan Dimas dan Andik Bela Timnas


    Seputar Timnas -Persebaya 1927 menyatakan akan tetap melepas Evan Dimas ke Timnas U-19 dan Andik Vermansyah ke Timnas U-23. Konflik Persebaya 1927 dengan PSSI tidak akan mengubah pendirian klub asal Surabaya itu untuk mengirim pemain ke timnas.

    "Timnas adalah impian seluruh pemain. Kami tidak akan menghalangi mimpi pemain-pemain binaan kami," kata CEO Persebaya 1927 Cholid Goromah saat ditemui di Hotel Sahati, Kawasan Ragunan Jakarta Selatan,

    Evan Dimas merupakan kapten Timnas U-19 yang saat ini sedang menggelar Training Camp (TC) jelang Pra Kualifikasi Asia, 8-12 Oktober di Jakarta. Pemain bernomor punggung 6 itu merupakan salah satu pemain timnas U-19 yang cukup bersinar di AFF Cup U-19 lalu.

    Sementara Andik Vermansyah adalah salah satu pilar utama Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2013 di Myanmar. Andik juga merupakan skuat timnas U-23 yang baru saja merebut medali perak di Islamic Solidarity Games (ISG).

    "Kita tetap membiarkan Evan Dimas dan Andik Vermansyah masuk timnas. Kita mengutamakan pembinaan, apapun yang terjadi," ungkap Cholid. (jawapos)
  • LPIS Pasrahkan Nasib IPL ke PSSI

    Widjajanto - NET
    Seputar Timnas - PSSI mengumumkan rencananya untuk mencabut mandat PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator Indonesia Premier League (IPL) dan Divisi Utama LPIS. Secara resmi, keputusan itu akan diambil Eksekutif Komite (exco) PSSI paling lambat besok.

    Atas rencana itu, CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjadjanto, mengaku pasrah. Menurutnya, LPIS memang bukan pemilik liga tapi sebagai pelaksana.

    "Kami bukan pemilik liga, jika mandat dicabut kami akan menghormati," kata Widjadjanto saat ditemui di Hotel The Sultan Jakarta, Rabu (2/10).

    Meski demikian, ia berharap PSSI akan menghormati langkah hukum yang diambil oleh beberapa klub IPL, seperti Persebaya 1927 dan Arema IPL. LPIS menyatakan akan memberi bantuan hukum.

    "Untuk proses hukum PSSI juga akan menghormati. Kami dari LPIS akan memberikan asistensi hukum," ungkapnya. (jawapos)

  • LPIS: Buktikan Persebaya di Legal Formal

    Widjayanto - NET
    Seputar Timnas - Persebaya 1927 yang bermain di Indonesia Premier League (IPL) atau Persebaya debutan Indonesia Super League (ISL) yang asli? Polemik yang sempat meredup itu kembali mencuat kembali dengan adanya persiapan PSSI menuju ke arah unifikasi liga 2014 mendatang. Dan kini, Persebaya 1927 harus rela tidak kebagian jatah untuk mengikuti format baru IPL dari PSSI.

    Faktor historis masih dikedepankan oleh manajemen Persebaya 1927 yang dikomandani Cholid Ghoromah. Namun, keputusan dalam Kongres Luar  Biasa (KLB) PSSI yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu bisa mementahkan klaim Persebaya 1927. Di situ, justru Persebaya di ISL saat inilah yang asli.

    "Hanya satu yang bisa dilakukan Persebaya untuk mendapatkan kembali hak di kompetisi, membuktikannya dari aspek legal formal. Kan aspek itu yang menjadi landasan PSSI untuk menentukan keabsahan klub di kompetisi musim depan. Kami yakin merekalah yang asli," ujar Managing Director PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), operator yang menaungi IPL, Didied Poernawan Affandy, tadi malam.

    PT LPIS mempertanyakan sikap PSSI yang tidak berkoordinasi dulu terkait dengan pencoretan Persebaya 1927 dan Arema IPL. Pun demikian format kompetisi baru yang mengakomodir cuma 11 klub IPL. Menurut Didied, yang bisa menyatakan Persebaya 1927 dan Arema IPL dicoret itu bukan PSSI atau Exco, melainkan Komisi Disiplin.

    Sebab, itu sama seperti yang dialami oleh ketiga klub lainnya, Persibo Bojonegoro, Persija IPL, dan Persema Malang. "Yang jelas kalau sudah berbicara soal legal formal, ini sudah masuk ke dalam ranah hukum. Bukan lagi PT LPIS ataupun federasi dalam hal ini PSSI. Biarlah nanti yang jadi penentunya adalah pengadilan," ungkapnya.

    Hal yang senada juga diungkapkan oleh CEO LPIS, Widjajanto. Menurut Widja, berbekal dari keputusan Kongres yang menyerukan kompetisi, baik ISL dan IPL, harus diselenggarakan hingga berakhir. Kedua kompetisi itu jelas masih diakui dan berada di bawah PSSI, demikian juga dengan status keanggotaannya.

    "Coba dicek saja di dalam situs FIFA, yang ada hanyalah Persebaya yang sekarang bermain di IPL. Dengan adanya keputusan meniadakan Persebaya ataupun Arema di dalam proses unifikasi, kami menilai ada sejumlah pihak yang kontra-produktif dengan semangat unifikasi itu sendiri," jelasnya.

    Lebih lanjut, Widja berharap kompetisi IPL bisa tetap dilanjutkan. Bukan untuk kepentingan dari pihaknya, melainkan untuk mendukung upaya unifikasi liga itu sendiri. "Seharusnya dilihat dulu sampai ada empat besarnya. Kalau tiba-tiba mencoret klub seperti ini, lalu buat apa ada posisi empat besar itu?," tandasnya. (JAWAPOS)
  • Pihak Semen Padang Setuju IPL Dihentikan Sementara

    Erizal Anwar - LPIS
    Seputar Timnas - Keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menghentikan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) sementara waktu disambut positif oleh Semen Padang. Juara IPL musim lalu setuju IPL dihentikan karena PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dianggap sudah tak mampu lagi mengelola kompetisi.

    "LPIS tidak sanggup lagi menjalankan LPI sebagaimana mestinya, mereka juga kesulitan dana untuk melanjutkan kompetisi. Kasihan klub jika diteruskan, kompetisi akan berjalan dipaksakan," tegas Direktur Utama PT Semen Padang Kabau Sirah (SPKS), Erizal Anwar, saat dihubungi wartawa, Selasa (1/10).

    Ia juga mengungkapkan, banyak klub IPL yang tidak sanggup lagi menyelesaikan kompetisi, karena terkendala dana. Namun mereka tidak berani untuk hengkang, karena khawatir terkena sanksi.

    Terkait rencana pertemuan klub IPL, PSSI dan LPIS pada Rabu (2/10) besok, Erizal mengaku sudah menerima undangan pertemuan dari PSSI. Ia secara tegas akan datang di pertemuan yang digagas Sekjen PSSI tersebut.

    "Saya akan datang pada pertemuan itu. Rapat itu penting untuk menentukan nasib kompetisi," ucapnya.(jawapos)
  • Hinca : PT LPIS Sudah Tidak Mampu Kelola IPL

    Hinca Panjaitan - NET
    Seputar Timnas - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menganggap PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) tidak mampu lagi menjalankan roda kompetisi. Selanjutnya, nasib operator Indonesia Premier League (IPL) itu diserahkan ke tangan Komite Eksekutif (Exco) PSSI. 

    "Sebenarnya putusan sudah diambil sejak pekan lalu. LPIS dianggap tidak bisa menjalankan kompetisi. Maka dari itu kami limpahkan langsung kepada Exco," kata Ketua Komdis, Hinca Panjaitan, Jumat 27 September 2013.

    Sebelumnya, pihak Komdis sudah meminta LPIS mengatur jadwal baru, klasemen, hingga peserta IPL dan Divisi Utama. Instruksi ini diberikan mengingat beberapa tim sudah didiskualifikasi. Namun, hingga kini permintaan Komdis tidak kunjung terlaksana.

    "Kami menilai mereka sudah tidak bisa menjalankan kompetisi. Padahal, LPIS sudah diberi kewenangan menjalankan kompetisi oleh Exco. Nasib mereka akan ditentukan dalam rapat Exco, Sabtu besok," beber Hinca. 

    "Nah, dari situ, kami akan tahu ke mana arahnya format unifikasi liga pada 2014 mendatang," sambungnya. Rapat Exco yang dimaksud Hinca akan digelar di Hotel Sultan, Sabtu, 28 September 2013. 

    Terpisah, Direktur PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, berharap agar IPL dihentikan. Dia menilai pelaksanaan kompetisi sudah tidak sehat dan tidak memiliki masa depan yang jelas.

    "Lebih baik berhenti, jika tetap dijalankan hanya akan menghabiskan uang. Katanya kompetisi akan selesai Desember 2014. Kalau kondisinya seperti itu, tim tidak punya persiapan dan pemain kapan liburnya? Kompetisi baru kan mulai 2014," kata Erizal. (viva)
  • Persebaya Gugat PSSI ke CAS (Badan Arbitrase Olahraga Internasional)

    Persebaya - BOLA.NET
    Seputar Timnas - Persebaya Surabaya terus berupaya agar status Evan Dimas Darmono bisa berkostum Persebaya musim ini. Berbagai cara pun mereka tempuh, termasuk dengan membawa masalah tersebut ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional atau yang dikenal dengan CAS.

    Memang, dari informasi yang diterima oleh Jawa Pos, CEO Persebaya, Cholid Ghoromah berencana menggugat PSSI. Pasalnya, otoritas tertinggi sepak bola ini enggan menganggap Persebaya yang berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL) sebagai anggota PSSI.

    Ya, karena status Green Force - julukan Persebaya- yang tidak mendapat pengakuan PSSI itu secara otomatis berdampak bagi status Evan Dimas, Kapten Timnas U-19 Indonesia, di Persebaya. Kendati telah bergabung dengan Persebaya awal musim ini, Evan belum bisa dimainkan karena statusnya belum disahkan oleh PSSI.

    Informasi Persebaya akan memperkarakan masalah ini ke CAS tersebut juga diakui oleh secretary corporate Persebaya, Ram Surahman. "Saya juga tahu rencana itu. Tapi, sebaiknya untuk masalah ini Pak Cholid saja yang ngomong," ucap pria yang juga mantan wartawan itu.
        
    Sayang, sampai tadi malam, Cholid yang juga mantan ketua Pengkot PSSI Surabaya ini tidak bisa dihubungi. Tapi, jauh sebelum ini, wacana gugatan Persebaya ke CAS ini juga pernah dilemparkan oleh Saleh Ismail Mukadar, Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia. Namun, entah kenapa wacana itu menguap begitu saja.
         
    Sementara, terkait dengan polemik yang melanda Evan tersebut, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang dikenal aktif dalam membela nasib pemain pesepakbola nasional belum berani berkomentar. Alasannya, Evan belum menjadi pemain profesional, sehingga masih belum masuk bagian yang dia perjuangkan.
         
    Hanya, melalui General Manager-nya, Valentino Simanjuntak, APPI berharap persoalan ini bisa segera menemui titik temunya. "Dan federasi harus tetap melindunginya. Jangankan untuk pemain yang belum profesional, pemain yang sudah profesional saja banyak yang masih belum mendapatkan perlakuan layak dari federasi," jelasnya. (jawapos)
  • La Nyalla : Sampai 2050 Pun Persebaya 1927 Tidak Akan Diakui PSSI

    La Nyalla -  NET
    Seputar Timnas - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mahmud Matalitti, memastikan hanya mengakui Persebaya Surabaya yang tampil di bawah kompetisi milik PT Liga Indonesia (PT LI). Sehingga, sama-sekali tidak menganggap keberadaan Persebaya 1927 yang berkompetisi di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS).

    Ditegaskannya, keberadaan Persebaya Surabaya yang tampil di ajang Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, sudah dilegalkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.

    "Persebaya hanya ada satu. Sedangkan yang menggunakan nama 1927, sampai 2050 pun tidak akan diakui PSSI," terang La Nyalla.

    Dilanjutkannya, PSSI segera membahas nasib Kapten tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas, notabene pemain Persebaya 1927. La Nyalla mengatakan, Evan tidak perlu khawatirkan masalah tersebut dan tetap fokus ke Timnas yang akan berlaga di Piala AFC U-19, Oktober mendatang.

    CEO PT LPIS, Widjajanto, menyerahkan status Evan kepada PSSI dan berharap mendapatkan solusi yang tepat.

    "Kami (PT LPIS) sudah menerima surat resmi dari PSSI mengenai status Evan Dimas. PT LPIS akan membatu Anggota Eksekutif (Exco) PSSI untuk urusan alih status Evan Dimas. Kami hanya bisa mematuhi putusan federasi dan pak Menpora Roy Suryo) juga sudah mengatakan kalau Timnas U-19 tidak boleh diganggu hingga tugasnya selesai. Kami hanya bisa berharap, menemukan solusi tanpa melanggar regulasi yang sudah ada," pungkasnya. (bolanet)
  • Makin Panas, Kasus Evan Dimas Dibawa ke Arbitrase Internasional

    Evan Dimas - NET
    Seputar Timnas -Penolakan PSSI untuk mengesahkan status Evan Dimas sebagai pemain profesional bakal berbuntut panjang.

    Pasalnya Persebaya 1927 yang merasa memiliki Evan Dimas akan mengajukan masalah ini ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

    CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah mengatakan, Evan Dimas merupakan pemain yang dibina oleh Persebaya. Menjadi sangat aneh jika PSSI menolak mengesahkan pengalihan statusnya dari pemain amatir ke profesional.

    "Persebaya 1927 itu terdaftar, dia ikut kompetisi sejak kepemimpinan Djohar Arifin," ujar Cholid saat dihubungi, Selasa (24/9).

    Cholid menegaskan biarlah nanti CAS yang menilai Persebaya mana yang asli. "Biar pengadilan menentukan mana Persebaya yang sah, apapun hasilnya kami terima. Bulan depan mungkin sudah dapat hasilnya, dan kami akan terus perjuangkan," tegas Cholid.

    Dia menanggapi pernyataan Sekjen PSSI Joko Driyono yang mengatakan tidak bisa mengesahkan status profesional Evan Dimas, karena merupakan pemain Persebaya 1927. Sesuai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret, Persebaya 1927 bukanlah Persebaya asli. (jawapos)
  • AFC CUP : Lawan East Bengal, Semen Padang Tanpa Beban

    Semen Padang - NET
    Seputar Timnas - Pelatih Semen Padang Jafri Sastra menegaskan, para pemain tidak merasa terbebani menjalani pertandingan leg kedua perempat-final Piala AFC 2013 melawan East Bengal di Stadion H Agus Salim, Selasa (24/9).

    Laga nanti dipastikan bakal berlangsung seru, mengingat kedua tim sama-sama optimistis merebut satu tiket semi-final. Menurut Jafri, pihaknya sudah melupakan kekalahan 1-0 di leg pertama perempat-final di Kolkatta India, pekan lalu.

    “Kini kami sudah tempur, dan fokus pada pertandingan nanti. Persiapan sudah matang, baik strategi, dan juga mental. Anak-anak siap bermain lepas, semangat juang tinggi, dan tidak terburu-buru dalam permainan nanti. Walau kami butuh gol cepat, tapi akan bermain normal saja,” tutur Jafri. 

    Jafri juga menyebut tak akan memberi perhatian khusus pada pemain East Bengal, apakah itu Chidi Edeh, ataupun Ryuji Sueoka yang mencetak gol kemenangan East Bengal di laga pertama.

    “Kita akan bermain kolektif saja, dan tak ada penjagaan istimewa untuk pemain lawan,” tegas Jafri.  

    Tekad yang sama dilontarkan kapten Ellie Aiboy. Pemain senior ini mengaku timnya tengah dalam kondisi bagus, dan motivasi berlipat untuk mengalahkan East Bengal. 

    “Bagi saya tidak ada kata yang tidak mungkin. Kami sudah siap. Timnas U-19 AFF sudah bikin sejarah, besok kenapa tidak giliran kami pula,” kata sang kapten berusia 34 tahun itu. 

    Sementara, kubu East Bengal tidak mau kalah gertak. Pelatih Marcos Antonio Falopa mengaku siap memberikan permainan menarik, dan merebut tiket semi-final, Namun begitu, pelatih asal Brasil itu mengakui duel kedua petang ini sulit, dan berat bagi pasukannya. 

    “Kami sangat respek kepada Semen Padang FC. Mereka tim bagus di semua lini. Makanya laga besok sore [hari ini] sulit, dan berat bagi kami,” ujarnya seperti diterjemahkan media Officer SPFC, Ronny Suhatril. (goal)
  • Tak Minat Lagi Main di IPL, Semen Padang Fokus Ke AFC Cup

    Seputar Timnas - Manajemen Semen Padang memfokuskan berlaga di ajang AFC Cup 2013. Melihat posisi klub berjuluk 'Kabau Sirah' yang berada di puncak kelasemen sementara Liga Prima Indonesia (LPI), kini fokus dialihkan ke ajang sepak bola antar klub di benua Asia. 

    Selain posisi Semen Padang yang berada di puncak kelasemen, CEO Semen Padang, Erizal Anwar mengaku, klubnya lebih memilih fokus terhadap ajang AFC Cup, lantaran kecewa terhadap PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi LPI.


    “Terus terang, kami sudah tidak antusias lagi berkompetisi di LPI. Kompetisi itu tidak diminati oleh suporter, terlihat dari jumlah suporter yang datang di setiap partai kandang. Kami tunggu saja kelajutan kompetisi itu ke depan,” tuturnya saat dihubungi, Kamis (12/9/2013). 

    Semen Padang telah memastikan lolos ke babak perempat final, setelah pada babak perdelapan final mengalahkan tim asal Vietnam SHB Da Nang dengan skor agregat 2-1 (1-1). Sebelumnya, pada fase grup Titus Bonai dkk menempati peringkat pertama Grup E dengan perolehan poin 16 hasil dari 5 kali menang dan 1 kali imbang.

    Pada babak perempat final, Semen Padang akan menghadapi tim asal India, East Bengal di Kolkota pada 17 September, kemudian satu minggu berselang giliran menjamu East Bengal di Stadion Haji Agus Salim.

    Prestasi klub berjuluk Kabau Sirah pada turnamen sepak bola antar klub di wilayah Asia itu patut diacungi jempol, sebab klub asal Sumatera Barat itu menyandang predikat sebagai tim yang belum terkalahkan.

    Erizal Anwar pun bertekad membawa Semen Padang lolos ke babak semifinal. Apabila itu terwujud, itu merupakan pencapaian tertinggi klub Indonesia di ajang AFC Cup.

    Sejak bergulirnya AFC Cup pada 2004, raihan tertinggi klub asal Indonesia hanya sampai di perempat final, yakni Arema pada 2012 dan Persipura Jayapura pada 2010.

    “Kami mempunyai niat khusus di turnamen AFC Cup. Setelah berhasil melaju ke babak perempat final tanpa terkalahkan saat ini kami ingin lolos ke semifinal. Mudah-mudahan impian ini terkabul,” katanya.[tribun]
  • AFC Cup: Semen Padang Lawan East Bengal, Wahyu & Vizcarra Absen

    Seputar Timnas -  Semen Padang akan menghadapi East Bengal pada laga leg pertama babak perempat final AFC Cup 2013 di Stadion Vivekananda Yuba Bharati Krirangn Stadium, Kolkata pada Selasa (17/9/2013).

    Dua pemain inti klub Semen Padang, yakni bek tengah Wahyu Wijiastanto dan gelandang asal Argentina, Esteban Gabriel Vizcarra absen pada pertandingan itu dikarenakan akumulasi kartu kuning.

    Meskipun kedua pemain itu tidak dapat dimainkan, namun pelatih Semen Padang, Jafri Sastra mengaku, akan membawa keduanya di dalam daftar nama 20 pemain yang akan dibawa ke India.

    “Saya berharap mereka bisa mempelajari permainan lawan, sehingga pada pertandingan kedua di Padang mereka sudah mendapatkan referensi,” tutur Jafri saat dihubungi, Kamis (12/9/2013).

    Kehilangan dua pemain itu tak menjadi masalah bagi pelatih bersertifikat A AFC itu, sebab Jafri sudah mempersiapkan M. Nur Iskandar sebagai pengganti Esteban, sementara Saepulloh Maulana akan mendampingi David Pagbe di posisi bek tengah.

    Perubahan ini dilakukan pada ujicoba Semen Padang melawan Tampines Rovers di Stadion Haji Agus Salim pada Kamis lalu. Alhasil, Kabau Sirah menang 2-0 melalui gol yang masing-masing dicetak oleh Titus Bonai dan Vendry Mofu.

    “Saya sudah mempersiapkan Nur Iskandar dan Saepulloh untuk menggantikan Esteban dan Wahyu,” ujar pelatih asal Sumatera Barat itu.

    Semen Padang akan menjalani dua kali sesi latihan, sebelum bertolak ke India pada 14 September. Jafri Sastra fokus membenahi dua hal, yaitu penyelesaian akhir dan kerja sama tim yang dinilai masih belum padu.[tribun]
  • Fabio: Persebaya Dikerjai Habis-habisan di Palangkaraya

    Seputar Timnas - Pelatih Persebaya, Fabio Oliviera mengaku kecewa dengan wasit yang memimpin pertandingan Persepar Palangkaraya kontra timnya, Rabu (11/9/2013) sore tadi. Fabio juga menyebut offisial Persepar mengintimidasi offisial Persebaya.

    "Kita dikerjai habis-habisan disini. Kita dipukul oleh offisial tuan rumah. Kita juga dikerjai oleh wasit," aku Fabio ketika dihubungi beritajatim.com, Rabu malam.

    Indisiden pemukulan offisial tuan rumah kepada offisial Persebaya terjadi ketika wasit menghentikan pertandingan saat babak kedua baru berjalan 30 menit. "Waktu itu ada keributan di lapangan. Biasa. Salah paham antar pemain. Lalu pertandingan dihentikan. Tiba-tiba panitia memukul kita," urai Fabio.

    Pelatih asal Brasil ini lantas mengungkapkan bahwa manajer Persebaya, Saleh Hanifah menjadi korban atas insiden itu. Hanya saja Fabio tak menjelaskan separah apa kondisi Saleh.

    Tak hanya diintimasi, menurut Fabio, Persebaya dikerjai habis-habisan oleh wasit. Dua penalti untuk Persepar menjadi bukti bagaimana ketidakberesan kepemimpinan wasit. "Pertandingan harusnya berakhir 2-2. Tapi hingga lapangan sampai gelap, wasit tidak mau akhiri pertandingan," ceritanya.

    "Lalu, pada menit ke-110 ada pemain Persepar yang melakukan diving. Wasit lalu berikan penalti kedua untuk tuan rumah. Setelah Teles menendang dan gol, pertandingan selesai," tutup Fabio. [beritajatim]
  • Sempat Ricuh, Persebaya 1927 Kalah Atas Persepar

    Seputar Timnas -  Persebaya 1927 harus menelan kekalahan saat tandang ke Palangkaraya menghadapi tuan rumah Persepar, Rabu (11/9/2013) sore tadi. Andik Vermansyah dan kawan-kawan tumbang dengan skor tipis 2-3.

    Persebaya langsung menguasai pertandingan sejak menit awal babak pertama. Hasilnya, pada menit kedelapan, Andik Vermansyah berhasil menggetarkan jala Persepar. Keunggulan 1-0 membuat Arek-arek Persebaya kian bernafsu untuk menyerang.

    Berbagai peluang yang diperoleh Persebaya, selalu menemui jalan buntu. Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum.

    Pada babak kedua, Persepar berhasil membalas lewat penyerang Emile Mbamba. Namun skor imbang tak bertahan lama setelah Han Jiho membuat anak asuh Fabio Oliviera kembali unggul dengan skor 2-1. Sayang keunggulan Persebaya harus ternodai setelah Persepar mendapat penalti.

    Bola yang dieksekusi Mbamba sebenarnya dapat ditepis Dimas. Apes, bola muntah disambar salah satu pemain Persepar untuk kemudian dikonversi menjadi gol penyama. Gol kemenangan Persepar tercipta di menit ke-110 lewat penalti Antonio Teles.

    Berdasarkan informasi yang diterima beritajatim.com, pertandingan berlangsung panas. Bahkan pada menit ke-75 laga harus terhenti karena pemain kedua kubu terlibat cekcok. Puncaknya ketika bek Persebaya, Nur Fasta mendapat kartu merah dari wasit. [baeritajatim]

  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan