Tampilkan postingan dengan label Senirupa Terapan. Tampilkan semua postingan
  • Cara Membuat Patung dari Gips (gypsum)

    Patung Gips (gypsum)

    Cara Membuat Patung dari Gips (gypsum)

    Salah satu patung unik yang bisa dibentuk melalui proses yang mudah adalah patung berbahan gips. Gips termasuk jenis benda buatan, bertekstur kasar dan keras, serta berwarna putih mirip bata putih. Namun, gips dalam senirupa pahat tergolong benda dengan struktur materi yang lunak, karena mudah dibentuk. Hal ini berbeda dengan batu atau kayu yang struktur materinya keras. Gips bisa dibentuk menjadi patung dengan aneka model, termasuk relief atau ornamen ukir.

    Cara Membuat :

    Untuk membuat patung gips, bahan dan alat yang dibutuhkan, yaitu sebagai berikut.
    a. Serbuk gips (biasanya tersedia di toko-toko bangunan), sediakan secukupnya.
    b. Pahat (bisa pahat ukir atau pahat grafis). Bila tidak ada, bisa diganti pisau kecil atau cutter besar.
    c. Botol air mineral atau wadah berbahan plastik lainnya, untuk mencetak serbuk gips.
    d. Palu pahat ringan. Bila tidak ada, bisa diganti benda lain yang berfungsi untuk pemukul pahat.


    Alat dan Bahan Patung Gips

    Gips untuk pembuatan patung ini harus dibentuk terlebih dahulu melalui suatu proses, karena bentuk asalnya
    berupa serbuk. Tahapan membuat patung sebagai berikut :
    a. Sebelum membuat patung, buat desain terlebih dulu.
    b. Botol plastik dipotong bagian ujungnya, lalu serbuk gips dimasukkan kira-kira 3/4 ukuran botol.


    c. Masukkan air ke dalam botol hingga penuh. Aduk sejenak untuk meratakannya.



    d. Biarkan campuran dalam botol tersebut beberapa lama hingga campuran gips berubah menjadi zat padat.
    e. Sayat atau sobek cetakan botol plastik dari gips dengan menggunakan cutter untuk melepas cetakan.




     Selanjutnya gips padat bisa dibentuk sesuai desain yang dibuat 

  • Karya Senirupa Terapan Nusantara

    Karya Senirupa Terapan Nusantara

    Karya seni rupa terapan yang terdapat di Nusantara sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk, fungsi, dan teknik pembuatannya. Karya Seni rupa terapan Nusantara tersebut dengan segenap keunikan gagasannya patut mendapatkan apresiasi, baik secara aktif maupun pasif. Gagasan (ide kreatif) tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni, termasuk karya seni rupa terapan Nusantara yang diciptakan berdasarkan nilai guna tanpa mengesampingkan nilai seni.

    Jika diperhatikan secara seksama dapat disimpulkan bahwa Hasil karya seni rupa terapan setiap daerah itu berbeda-beda dimana masing-masing daerah memiliki keunikan atau kekhasan tersendiri, baik dalam teknik maupun ketersediaan bahan yang ada di sekitarnya. Benda benda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, di antaranya sebagai berikut.

    Pembagian Karya Senirupa Terapan Nusantara

    1. Kerajinan batik

    Sejarah batik di Nusantara berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.

    2. Kerajinan ukir

    Kerajinan ukir di Nusantara, antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra. Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    3. Kerajinan anyaman

    Anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai maupun benda hias. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang

    4. Kerajinan topeng

    Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.

    5. Kerajinan tenun

    Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino. Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit.

    6. Kerajinan wayang

    Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang, di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.

    7. Kerajinan keramik

    Keramik merupakan hasil karya seni kerajinan yang berbahan dasar dari tanah. Hasil kerajinan keramik sangat beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di Nusantara, di antaranya Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara).

    Fungsi Karya Senirupa Terapan Nusantara

    Secara umum Fungsi Karya seni rupa terapan yang ada di Nusantara memiliki dua fungsi sebagai berikut.
    1. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
    2. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.

    Bentuk Karya Senirupa Terapan Nusantara

    Jika dilihat dari segi bentuknya maka senirupa terapan yang ada di nusantara secara garis besar terbagi empat, yaitu sebagai berikut :

    1. Rumah adat

    Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapat membedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya. Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang. Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua. Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

    Rumah Adat

    2. Senjata tradisional

    Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.

    Senjata Tradisional

    3. Transportasi tradisional

    Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.

    Transportasi Tradisional

    4. Seni kriya

    Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik.

    Seni Kriya Nusantara

    Sebagai catatan bahwa terkadang ada yang mempersamakan antara Seni Kriya dengan Senirupa Terapan padahal Seni Kriya adalah bagian dari Karya Seni Rupa Terapan.

    Salam Senirupa

  • Macam Macam Rumah Adat Indonesia

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Macam-macam rumah adat yang terdapat di indonesia sengaja admin posting karena Rumah Adat adalah merupakan salah satu bagian karya Senirupa Terapan Nusantara yang memiliki ragam dan ciri tertentu, sekaligus ikut melestarikan macam rumah adat indonesia tersebut yang sekarang beberapa macam rumah adat indonesia sudah terancam punah, padahal semua rumah adat tersebut merupakan warisan dari para pendahulu masyarakat indonesia yang terdiri dari beberapa pulau di wilayah nusantara. 
    Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapat membedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan bentuk atapnya, ragam hiasnya, bentuk bangunan, dan bahan baku yang digunakan dalam membuatnya.

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia

    Rumah beratap Joglo di Jawa

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah beratap Joglo di Yogyakarta


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah beratap Joglo dari Jawa Tengah

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah beratap Joglo dari Jawa Timur 

    Rumah adat Honai dari Papua


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Honai - papua

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Honai Papua

    Rumah Adat Kalimantan


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Panjang Kalimantan Barat

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Panjang Suku Dayak - Kalimantan Barat
    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    BETANG - Rumah Adat Kalimantan Tengah

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    BANJAR - Rumah Adat Kalimantan Selatan

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    LAMIN - Rumah adat Kalimantan Timur

    Rumah Adat Sulawesi

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Adat Bugis - Sulawesi Selatan

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Tongkonan - Tanah Toraja - Sulawesi Selatan
    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    BOLAANG - Sulawesi Utara


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Souraja - Sulawesi Tengah

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    LAIKAS - Rumah adat Sulawesi Tenggara

    Rumah Adat Banda Aceh

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Adat Aceh

     Rumah Adat Jawa Barat

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Kasepuhan-Rumah Adat Jawa Barat

    Rumah Adat Bali

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Gapura Candi Bentar - Bali

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Dalam Loka Samawa - Nusa Tenggara Barat


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Sao Ata Mosa Lakitana - Nusa Tenggara Timur


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Balai Batak Toba - Sumatera Utara



    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Adat Baileo Maluku


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Adat Doloupa Gorontalo


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah adat Bangka Belitung


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Gadang Minangkabau Sumatera Barat

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar - Kepulauan Riau

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    LIMAS - Palembang

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Nuwo Sesat - Lampung


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Kebaya DKI Jakarta


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Limas - Sumatera Selatan

    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Rumah Panggung Jambi


    Macam Macam Rumah Adat Indonesia
    Gapura Candi - Bali

    Itulah semua macam - macam rumah adat Indonesia yang bisa saya bagikan kepada. semoga bermanfaat. salam senirupa
  • Karya Seni Kriya Nusantara

    karya seni kriya nusantara
    Bahan cara membuat seni kriya

    Pengertian

    Seni Kriya adalah Bidang keilmuan yang mempelajari pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas berkarya rupa, yang bertolak dari pendekatan medium, kepekaan estetik, kebutuhan keseharian (utiliatrian) dan mengandalkan keterampilan manual. Seni kriya juga adalah merupakan salah satu dari karya senirupa terapan yang proses pembuatannya lebih mengutamakan fungsi dan kegunaan.
    Seni kriya (seni kerajinan tangan, handycraft) dapat diartikan, suatu bentuk/karya yang dikerjakan secara manual atau dibantu dengan alat lain sebagai benda yang berguna bagi kepentingan manusia.
    Hasil karya kriya diutamakan mengandung nilai keunikan konseptual, tema, imajinatif, emosional dan inderawi (visual, tactile, olfactory). Kriya juga merupakan metoda berkarya sekaligus mendesain produk yang mengutamakan nilai kualitas estetika, fungsional, keunikan, tema, makna dan pesan filosofis.
    Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional). Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

    Perkembangan Seni Kriya di Nusantara

    Seni kriya Nusantara di indonesia dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok fase perkembangan :
    1. Seni Kriya Tradisional Klasik (Hindu-Budha)
    2. Seni Kriya Tradisional Rakyat (Daerah), dan 
    3. Seni Kriya Indonesia Baru (Kolonial)
     Seni Kriya Tradisional Klasik (Hindu-Budha) :
    • Kaidah seni dibakukan dalam pedoman seni oleh empu atau seniman.
    • Mutu seni, yang bersifat teknik maupun estetik dilandasi oleh pemikiran falsafah hidup dan pandangan agama Hindu, Budha, Islam.
    • Contoh karya seni kriya pada masa ini adalah batik, pandai emas dan perak, ukiran kayu, keris, wayang kulit dan wayang golek, dan kerajinan topeng
    wayang dan keris

    Seni Kriya Tradisional Rakyat (Daerah)
    • Ciri-ciri dari kebudayaan etnik menghasilkan corak kesenian tradisional sesuai dengan watak masyarakat, adab kehidupan, dan lingkungan alamnya
    • Pembuatan dan jenis seni kriya tradisional ditentukan oleh bahan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.
    • Karya seni kriya tradisional rakyat yaitu : anyaman, gerabah, logam, dan topeng yang masih bertahan
           Ciri - ciri karya seni kriya tradisional rakyat :
    • kebudayaan etnik
    • corak tradisional
    • watak masyarakat
    • adab kehidupan
    • lingkungan alamnya
    Seni kriya tradisional

    Seni Kriya Indonesia Baru (Kolonial)
    • Pada zaman kolonial pendidikan mementingkan nilai-nilai rasional dan kehidupan jasmaniah.
    • Kesadaran nilai-nilai luhur terhadap nilai-nilai tradisional seni kriya menjadi lemah, baik yang klasik maupun kriya rakyat
    • Beberapa karya kriya indonesia baru yang dipadukan dengan seni tradisi dan bahan industri
              ciri-ciri karya indonesia baru :
    • kehilangan nilai tradisi dan nilai klasik
    • komersialisasi yang melanda para kriyawan. keahlian para seniman klasik tidak diwariskan
    • saingan dari benda pakai hasil produksi industri
    karya seni kriya 3 dimensi

    Fungsi Seni Kriya

    Sebagaimana kami sampaikan diatas bahwa seni kriya adalah merupakan salah satu dari karya senirupa terapan dimana proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu. Fungsi seni kriya secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

    1. Seni Kriya sebagai Hiasan (dekorasi)

    Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentuk bentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

    2. Seni Kriya sebagai Benda terapan (siap pakai)

    Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai,bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

    3. Seni Kriya sebagai Benda mainan

    Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.

    Jenis-jenis Seni Kriya

    Jenis-jenis seni kriya banyak sekali dan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah. Berdasarkan dimensinya, jenis-jenis seni kriya dapat dibedakan sebagai berikut.

    1. Seni kriya dua dimensi

    Karya seni kriya dua dimensi meliputi sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

    2. Seni kriya tiga dimensi

    Karya seni kriya tiga dimensi meliputi sebagai berikut.

    a. Kriya keramik
    Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas
    bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.

    seni kriya keramik

    b. Kriya logam
    Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.

    seni kriya logam

    c. Kriya kulit
    Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.
    seni kriya kulit

    d. Kriya kayu
    Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.

    seni kriya kayu

    e. Kriya anyaman
    Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
    seni kriya anyaman

    Disadur dari berbagai sumber.
    salam senirupa
  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan