Tampilkan postingan dengan label Indra Sjafri. Tampilkan semua postingan
  • Indra Sjafri: Bilang Sama Korsel Hati-hati Dengan Yabes!

    Yabes Roni - JPNN
    Seputar Timnas - Yabes Roni Malaifani, sontak menjadi sosok yang paling mendapat pujian saat Indonesia menumbagkan Filipina 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Kamis (10/10) malam.

    Pelatih Indra Sjafri memang sejak awal sudah menjanjikan Yabes sebagai kartu truf. Hal itu terbukti di pertandingan melawan Filipina.

    Yabes dimasukkan di menit 69 menggantikan Dinan Yahdian Javier. Hal itu tidak disia-siakan pemain asal Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Yabes beberapa kali memperlihatkan aksi menawan.

    Puncaknya terjadi di menit 83. Mendapat umpan tarik dari Paulo Sitanggang, Yabes melakukan solo run. Aksinya diakhiri dengan tendangan terarah yang merobek jala gawang Filipina.

    "Sesuai janji saya, Yabes akan jadi kartu truf. Bilang sama Korsel hati-hati dengan Yabes besok," tegas Indra Sjafri, usai pertandingan melawan Filipina.

    Ia mengatakan, hasil 2-0 tidak akan menyurutkan optimismenya untuk lolos ke Piala Asia. "Jangan diredam optimisme kami karena kami akan berusaha untuk mengalahan Korsel tidak beharap pada agresitivitas gol," tegasnya.

    Ia mengatakan, Timnya sudah sudah menganalisa tim Korsel. Dari statistik, kata Indra, Korsel mengalami penurunan. "Statistik mereka turun, mudah-mudahan besok mereka turun lagi," ungkapnya. (jawapos)
  • Indra Sjafri Sudah Kantongi Kelemahan Musuh

    Indra Sjafri - KOMPAS
    Seputar Timnas - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, sudah cukup siap menghadapi lawan-lawan anak asuhnya pada ajang Kualifikasi AFC Cup U-19 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, 8-12 Oktober. Indra mengaku sudah memiliki Tim High Performance Unit (HPU) yang sudah bergerak sebulan lalu.

    Menurutnya, tim itu bertugas mencari rekam jejak lawan. "HPU sudah mulai bergerak. Sudah mendapatkan rekaman sebulan lalu," kata Indra usai memimpin latihan timnas U-19 di SUGBK, Jumat (4/10) malam.

    Hanya saja, Indra tidak mau membocorkan kekuatan dan kelemahan lawan-lawan Timas U-19 kepada media. "Saya tak bisa mengobral strategi dan kekuatan lawan di sini," ujar Indra.

    Sebaliknya, Indra menyadari bahwa lawan juga sudah mencari tahu permainan Indonesia. Meski demikian Indra tetap yakin dengan pola 4-3-3 yang diterapkannya selama ini.

    "Formasi hampir sama. Biar aja lawan tahu kekuatan, kita juga tahu kekuatan lawan. Jadi kita sama-sama tahu," ungkap Indra. (jawapos)
  • Indra Sjafri: Timnas U-19 Siap Mati di Lapangan

    Jajaran pelatih Timnas U-19 - TRIBUNNEWS
    Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 dianggap sudah cukup siap mental untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19, 8-12 Oktober 2013. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, bahkan menyebut anak asuhnya siap mati di lapangan.

    "Mereka siap mati. Lihat saja nanti di lapangan," kata Indra Sjafri saat ditemui di Hotel The Sultan Jakarta, Kamis (3/10).

    Meski Timnas U-19telah berprestasi, Indra tetap meminta skuat asuhannya untuk tidak besar kepala. Permintaan Indra itupun sudah dilaksanakan dengan baik oleh anak asuhnya.

    Prestasi Timnas U-19 tak membuat Evan Dimas Cs banyak tingkah. "Kemarin anak-anak waktu di Bandara Juanda Surabaya tetap rela nunggu pesawat. Mana ada tim juara rela duduk di lantai?" ujar Indra.

    Indonesia akan memulai kiprah di kualifikasi AFC U-19 menghadapi Laos pada 8 Oktober. Selanjutnya, Timnas akan menghadapi Filipina pada 10 Oktober dan Korea Selatan pada 12 Oktober. (jawapos)
  • Indra Sjafri Bakal Coret 7 Pemain Timnas U-19

    Indra Sjafri - ANTARA
    Seputar Timnas - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, bakal memangkas skuadnya secara bertahap jelang pertandingan penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Asia U-19 2014 di Stadion Gelora Bung Karno pada 8-12 Oktober 2013. 

    Sebanyak 31 pemain telah mengikuti latihan perdana yang digelar di GBK, Rabu (2/10/2013) malam. Tahap pertama, Indra akan mengurangi empat pemain setelah latihan perdana. "Sabtu nanti (5/10/2013), kami akan mengurangi empat pemain lagi. Jadi akan mengerucut menjadi 23 pemain," jelas Indra seusai memimpin latihan.  

    Namun, Indra mengaku tak kesulitan dalam menentukan 23 pemain. Pasalnya, kebanyakan pemain yang mengikuti seleksi ini merupakan pemain-pemain yang sebelumnya menjuarai Piala AFF U-19 beberapa waktu lalu. 

    "Saya telah memiliki gambaran 23 pemain yang didaftarkan untuk tampil di pertandingan nanti," tutur Indra. 

    Soal porsi dalam latihan perdana, Indra mengaku terus mengasah kemampuan taktik untuk membentuk kerangka tim. "Kami telah melakukan latihan sejak tanggal 27 September 2013. Mengenai formasi, kami masih sama menggunakan 4-3-3," ujar Indra.

    "Kebugaran para pemain juga semakin membaik. Dua hari lalu kami telah melakukan tes fisik kepada pemain. VO2Max (kemampuan maksimal oksigen diserap tubuh saat latihan intensif) terus meningkat. Sekarang di atas 54. Bahkan, ada pemain yang memiliki VO2 max 61 dan 69," sambung Indra. 

    Indonesia berada di Grup G bersaing dengan Laos, Filipina, dan Korea Selatan, juara bertahan sekaligus pemegang rekor 12 kali juara. Guam, yang sebelumnya menempati Grup G, menarik diri.[kompas]
  • Indra Sjafri: Tak Ada Pemain Yang ke Timnas U-23

    Skuad Timnas U-19 - NET
    Seputar Timnas - Pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan masih mencari amunisi baru untuk mengisi skuadnya, yang dipersiapkan menghadapi ajang SEA Games 2013 di Myanmar. Sebanyak 38 pemain bakal kembali dipanggil RD untuk mengikuti seleksi.

    Setelah membawa Timnas U-23 menjadi runner-up di ajang Islamic Solidarity Games (ISG), kemarin, RD bakal kembali menggelar pemusatan latihan 6 Oktober dan selanjutnya menggelar uji coba dengan tim-tim lokal di penghujung Oktober.

    Di antara nama-nama baru, RD menegaskan dirinya tertarik untuk menjajal dua pemain yang bersinar di Piala AFF U-19, yang berposisi di lini tengah dan belakang. Demikian, RD belum mau membeberkan nama-nama pemain incarannya itu.

    Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri sendiri dalam beberapa kesempatan wawancara mengatakan anak didiknya masih butuh waktu untuk berkembang di level mereka saat ini, agar para pemain lebih matang ketika harus terjun di level yang lebih senior.

    Saat ditanya, mengenai kemungkinan anak asuhnya bakal dipanggil untuk seleksi Timnas U-23, Indra Sjafri hanya menjawab singkat. “Tidak ada pemain yang ke Timnas U-23,” kata pelatih Indra Sjafri singkat dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (30/9/2013).

    Pemain Timnas U-19 juga tengah menggelar seleksi di Sidoarjo Jawa Timur hingga 1 Oktober, selanjutnya mereka bertolak ke Jakarta menggelar pemusatan latihan. Evan Dimas dkk yang baru saja menjuarai Piala AFF U-19, itu harus mempersiapkan diri menghadapi partai-partai kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan , Jakarta pada 8-12 Oktober.

    Indonesia diagendakan menghadapi Laos pada 8 Oktober, Filipina pada 10 Oktober dan Korea Selatan pada 12 Oktober. Indra Sjafri menargetkan, Timnas U-19 lolos dari fase kualifikasi ini.[okezone]
  • Pemain Timnas U-19 "Dicomot RD", Indra Sjafri Tak Rela

    Seputar Timnas - Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan mengaku tertarik pada sejumlah pemain timnas U-19. Evan Dimas, Ilham Udin dan Hansamu Yama Pranata adalah nama-nama yang diinginkan bergabung di skuad U-23. Sebab, penampilan mereka dianggap berkualitas saat mengantarkan Indonesia menjuarai Piala AFF U-19, beberapa waktu lalu.

    Namun, rencana Rahmad Darmawan kelihatannya bakal bertepuk sebelah tangan. Sebab, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri tidak rela jika ketiga pemain didikannya itu dicomot begitu saja. Menurut dia, Evan Dimas dkk lebih baik dibiarkan matang untuk bermain di kelompoknya, kemudian baru pindah ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Evan Dimas hebat di kelompok umur, tapi apakah hebat di kelompok umur lebih tinggi. Belum saatnya Evan atau pemain lain melompot di kelompok jauh berbeda. Takut perkembangan tidak sebagaimana mestinya,” kata Indra di Jakarta, Rabu (25/9).

    Lantas, apakah anak-anak asuhannya sudah boleh bergabung di klub-klub Indonesia Super League (ISL)? Menurut Indra, bergabung dengan klub manapun adalah hak setiap pemain. Hanya saja, melihat usia Evan Dimas cs yang relatif masih muda, dinilai belum saatnya berlabuh di tim ISL. Indra hanya khawatir jika tenaga mereka akan sia-sia karena harus bersaing dengan pemain-pemain senior.

    “Dia main di ISL apakah bisa berkiprah dengan baik di level senior. Apakah pelatih akan memberikan kesempatan main, kalau untuk jadi cadangan apakah cukup,” terangnya.

    Sementara itu, mengenai persiapan Kualifikasi Piala AFC U-19 di Sidoarjo, 8-12 Oktober mendatang, Indra tak akan merombak kekuatan tim. Kalaupun butuh tambahan pemain, jajaran pelatih akan mengambil pemain binaannya yang belum masuk skuad U-19.

    Sekadar diketahui, sebelum Piala AFF U-19 digelar, masih ada 11 pemain yang tak dimasukkan skuad inti. Meski tak didaftarkan di event tersebut, namun mereka juga mengikuti TC di Sidoarjo.

    "Prinsipnya, siapa yang terbaik dia patut jadi pemain. Ada standar untuk berprestasi. Kami hanya mencari pemain yang terbaik sesuai parameter, tidak peduli dia anak orang kaya atau miskin. Kalau memang bagus, saya panggil untuk berseragam timnas,” ungkapnya.[suaramerdeka]
  • Konflik PSSI Sulitkan Indra Sjafri Mencari Bakat Di Daerah

    Indra Sjafri - NET
    Seputar Timnas -  Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan konflik internal yang menerpa PSSI membuat dia kesulitan dalam blusukan mencari pemain-pemain muda bertalenta.

    Tapi, Indra akhirnya mampu mewujudkan sebuah tim yang kemudian sukses meraih juara Piala AFF U-19 2013 pada Ahad (22/9) lalu.

    ''Jujur, saat itu sangat bermasalah dengan pendanaan,'' kata Indra dalam wawancara eksklusif dengan wartawan Republika Online, Satria Kartika Yudha.

    ''Krisis dan konflik PSSI membuat saya kesulitan mendapat sokongan dana,'' katanya.
    Tapi, sebagai pelatih, Indra memiliki beban tanggung jawab sehingga dia terus mencoba mencari cara. ''Saya tidak mau pasrah dengan keadaan. Saya harus punya inovasi,'' kata pelatih kelahiran Sumatera Barat ini. 

    Indra mengaku mencoba menyentuh para pegiat dan pemerhati sepak bola di daerah, seperti pengurus SSB, Pengcab, Pengprov. Indra menyampaikan niat bahwa dia ingin melihat potensi pemain di daerah mereka. ''Alhamdulillah, mereka mau membantu biaya perjalanan saya,'' kata Indra. 

    Lebih jauh, Indra mengatakan idealnya untuk menemukan bakat-bakat bisa dilihat dari kompetisi. Tapi, kompetisi usia muda Indonesia tidak aktif.

    ''Padahal, saya sangat ingin semua anak negeri diberikan kesempatan. Supaya tim nasional ini memang mewakili pemain-pemain terbaik Indonesia,'' katanya. ''Ini juga supaya orang-orang berdoanya dari Sabang sampai Merauke.'' [republika]
  • Suskes di U-19, Indra Sjafri Berpeluang Naik Pangkat

    Indra Sjafri - ANTARA
    Seputar Timnas - Indra Sjafri sepertinya bisa bernafas lega dengan posisinya di kursi pelatih timnas Indonesia U-19. Pasalnya, pasca mengantarkan Evan Dimas Darmono dkk merengkuh dalam ajang Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu malam lalu (22/9), Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya tetap mempercayakan tongkat pelatih kepadanya.

    Kepastian tersebut ditegaskan ketua umum BTN, La Nyalla Mahmud Mattalitti kemarin (23/9). Menurut La Nyalla, pihaknya menganggap Indra sudah mampu merealisasikan target juara di Piala AFF.

    "Makanya, kami tetap memberi kepercayaan kepadanya untuk memimpin anak-anak di laga selanjutnya," ujar La Nyalla.

    Dengan diperpanjangnya kembali masa kerjanya, maka pria kelahiran Padang, 50 tahun yang lalu itu bakal mendapat tugas lebih berat lagi. Ya, bulan depan timnas AFF U-19 akan melakoni lagi perjuangannya di level Asia, kali ini dalam babak kualifikasi Piala Asia U-19 yang akan mulai digelar 8 - 12 Oktober mendatang.

    BTN menyebut posisi Indra bisa naik pangkat ke level yang lebih senior. Syaratnya, minimal untuk yang sudah di depan mata adalah membawa Garuda Jaya melenggang dari kualifikasi dan tampil di Piala Asia 2014, di Myanmar, tahun depan.

    "Kami akan melihat lagi prestasinya nanti seperti apa. Kami tidak mau berandai-andai, kalau bagus, ya kenapa tidak," cetusnya.

    Terkait dengan skuad Merah Putih saat ini, La Nyalla menegaskan bahwa tidak akan ada yang berubah. Tidak akan ada satu pun pemain yang terdepak dari timnas setelah Piala AFF kemarin. Hanya, dia tidak bisa memungkiri jika sudah ada rencana untuk menambahi jumlah pemain tersebut.

    Salah satunya dengan cara melakukan talent scouting ke beberapa daerah dalam beberapa pekan ke depan.

    "Karena masih banyak potensi pemain muda di daerah yang masih belum terdeteksi. Seperti dari daerah Papua, kan tidak ada yang masuk ke timnas saat ini, padahal di sana kan banyak pemain bagus," bebernya.

    Lebih lanjut, La Nyalla berharap skuad yang ada di Piala AFF ini tidak banyak dibongkar-pasang untuk ajang berikutnya. Artinya, skuad ini akan terus dipertahankan sesuai dengan level usianya.

    "Bukan tidak mungkin mereka akan tetap bertahan sampai SEA Games 2017, dan tetap dipimpin coach Indra Sjafri," jelasnya.

    Sementara itu, Indra Sjafri membenarkan bahwa dirinya sudah ditunjuk kembali membesut Garuda Jaya untuk kualifikasi piala AFC. Indra menjelaskan bahwa dalam meeting tim pagi kemarin (23/9), Joko Driyono (Sekretaris Jenderal PSSI) menyatakan bahwa saya melanjutkan tugas sebagai pelatih timnas U-19.      

    "Tentu itu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan mereka. Saya sebagai pelatih siap saja menjalankan amanah ini," katanya. Indra mengatakan untuk saat ini, timnya sedang menjalani liburan. Pada kamis (26/9) malam depan tim akan kembali dikumpulkan untuk menjalani training center lagi.

    "Kita ikuti perkembangannya, jika memang nanti venuenya tetap di Sidoarjo. Maka TC kami juga akan disini," jelasnya. Dia mengakui bahwa setelah pulang ke Jogjakarta, domisilinya saat ini. Dia akan mengunjungi pusara ibundanya di Pekan Baru Riau. (jawapos)
  • Indra Sjafri: Sepak Bola Itu Sederhana, Hanya Perlu Cetak Gol Dan Tidak kebobolan

    Indra Sjafri - VIVA
    Seputar Timnas - Penampilan Indra Sjafri begitu sederhana. Tak pernah ia berpakaian necis ketika mendampingi anak-anak asuhnya dari pinggir lapangan. Hanya jaket dan celana pendek berwarna gelap yang selalu dikenakan pria berkumis tersebut.  

    Rupanya, kesederhanaan Indra tak hanya tercermin dalam caranya berpakaian, tetapi juga dalam hal meramu taktik. Meskipun berhasil mempersembahkan gelar Piala AFF U-19 2013, pelatih asal Sumatera Barat itu menyebut sepak bola yang diterapkannya adalah sepak bola sederhana. 

    "Sepak bola itu sederhana. Kita hanya perlu berusaha mencetak gol sebanyak-banyaknya dan berjuang agar tidak kebobolan. Sudah, itu saja intinya," kata Indra Sjafri berbincang dengan Republika Online di Hotel The Sun, Sidoarjo.

    Juru taktik kelahiran 2 Februari 1963 itu tak pernah meminta para pemainnya untuk bermain cantik. Asalkan bisa menyerang, mencetak gol, dan memetik kemenangan, bentuk permainan seperti apapun sah-sah saja untuk dilakukan anak-anak asuhnya di lapangan.
    Kadang melalui serangan sayap, umpan langsung dari lini tengah, serangan balik, juga tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. 

    Semua itu, ujar Indra, karena dirinya enggan menambah beban pikiran kepada para pemain. ''Tidak ada pakem khusus. Hanya satu yang selalu saya tekankan, tampil tenang menguasai bola dan menyerang,'' katanya.[republika]
  • Juara, Indra Sjafri Titikan Air Mata

    Indra Sjafri - Fajar Bolanet
    Seputar Timnas - Timnas U19 Indonesia berhasil menggondol juara Piala AFF U19 2013 usai menaklukkan Vietnam lewat adu penalti dalam laga final di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam.

    Sebuah pelega dahaga di tengah kering gelar timnas Indonesia sekaligus modal besar jelang kualifikasi Piala Asia U19 di Grup G bersama Korea Selatan, Laos dan Filipina pada Oktober mendatang.

    Kemenangan Indonesia ditentukan lewat penendang kesembilan. Kiper Ravi Murdianto mampu menepis tendangan Nguyen Phong. Lalu, keberhasilan itu dipastikan setelah Ilham Udin Armain mencetak gol ke pojok kanan gawang Vietnam.

    Gol Ilham tersebut memastikan Indonesia menang 7-6 via adu penalti. Pelatih Timnas U19 Indonesia, Indra Sjafri, langsung menitikkan air mata usai Ilham Udin sukses mengeksekusi bola ke gawang Vietnam.

    Usai pertandingan, Indra berharap pencapaian Garuda Jaya ini bisa menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional.

    "Pertama, yang ingin saya sampaikan, jadikan kemenangan hari ini sebagai momentum kemajuan sepak bola Indonesia," ucap Indra seperti dikutip situs Ligaindonesia. "Turnamen ini akan menjadi pelajaran bagi pemain.''

    ''Kita harus berbahagia dengan kemenangan ini, apalagi setelah 22 tahun tidak dapat gelar," tandas pelatih berusia 50 tahun ini.[republika]
  • Indra Sjafri Tak Percaya Kutukan Timnas

    Indra Sjafri - NET
    Seputar Timnas - Timnas Indonesia sering kali mencapai babak final sepakbola berbagai kelompok umur. Tapi, seperti sebuah 'kutukan', timnas selalu gagal keluar sebagai juaranya.

    Kekhawatiran itu kembali muncul ketika Timnas U19 Indonesia menghadapi Vietnam di laga final Piala AFF U19 2013 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (22/9) malam ini.
    Tapi pelatih Timnas U19 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan bahwa kutukan itu tidak ada. 

    Ini hanyalah soal waktu untuk bisa menunjukkan kekuatan Indonesia sebenarnya.
    “Semua bisa terjadi di sepakbola. Siapa yang siap secara fisik dan mental mereka, yang akan bisa menjadi juaranya,” kata Indra.

    Indra mengatakan doa dan dukungan masyarakat dalam setiap kali Garuda Jaya menjalani pertandingan merupakan sinyal positif untuk mewujudkan impian tersebut.

    “Jangan bicara kutukan, itu bisa membebani kami secara tim,” tambahnya. ''Yang bisa kami upayakan selain soal teknis adalah berdoa. Semoga Allah memberikan jawaban atas doa kami ini.''[republika]
  • Kelemahan Timnas Vietnam Ada di Kantong Pelatih Indonesia

    Indra Sjafri - ANTARA
    Seputar Timnas - Pelatih Timnas Indonesia U-19 (usia di bawah 19 tahun) Indra Sjafri telah melakukan evaluasi dengan tim teknis sebagai persiapan untuk melawan Vietnam di final Piala AFF 2013. Indra mengatakan kelemahan Vietnam kini sudah ada di kantongnya. 

    Indra mengakui timnas Vietnam bermain cukup bagus di babak penyisihan dan terbukti menjadi juara Grup B. Namun data statistik saat laga semifinal melawan Laos ternyata performa Vietnam menurun dan itu akan menjadi masukan tersendiri bagi Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9).

    “Dari evaluasi itu kami sudah tahu yakin apa yang menjadi kekuatan maupun kelemahan timnas Vietnam,” kata Indra kepada wartawan di Sidoarjo, Sabtu (21/9).

    Indra menambahkan, saat ini barisan Timnas Indonesia khususnya di pertahanan dan lini tengah terus dibenahi. Sebab, kekalahan sebelumnya melawan Vietnam adalah karena lemahnya koordinasi barisan belakang serta lini tengah. 

    Selain itu, Indra menekankan latihan pada finishing atau akurasi dari serangan agar bisa menciptakan gol. Selama ini serangan Indonesia sudah cukup bagus dari beberapa kali laga hanya saja finishingnya masih kurang maksimal.

    Saat melawan Vietnam di final, skuat Indonesia siap diterjunkan secara penuh. Semua pemain siap diturunkan karena dalam kondisi fit. Kiper Ravi Murdianto yang sempat cidera di bawah pelipis mata juga sudah pulih. Namun, Indra belum bisa memastikan apakah kiper Ravi atau Rully Destrian yang akan diturunkan saat melawan Vietnam.

    Di sisi lain, dua pemain andalan Timnas Indonesia U-19 Ilham dan Evan Dimas mengaku sudah siap membalas dendam kekalahan melawan Vietnam di final nanti. Kekalahan di laga sebelumnya justru menjadi cambuk bagi mereka untuk menebus kekalahan. “Itu memotivasi saya tidak mau kalah lagi melawan dia (Vietnam),” kata Ilham.

    Senada Ilham, Evan juga tidak sabar siap menghadapi Vietnam. Meski Vietnam merupakan tim bagus dan kompak, dirinya tidak akan pernah gentar melawan. “Maka kita harus konsentrasi, kerja keras dan lebih mati-matian lagi saat di final,” kata Evan. (metrotv)
  • Indra Sjafri: Timnas U-19 Sebetulnya Bisa Cetak Lebih Banyak Gol

    Indra Safri - GOAL
    Seputar Timnas - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, bersyukur anak asuhnya bisa melewati laga pertama dengan hasil positif. Di laga yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (10/9), Indonesia menang telak dengan skor 5-0.

    “Pertama-tama, saya bersyukur. Dan, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemain,” kata Indra Sjafri kepada wartawan.

    Lima gol Indonesia di laga yang digelar di Stadion Delta, Sidoarjo, Selasa (10/9), dicetak oleh Ilham Udin (12′ dan 30′), Al-Qomar (27′), Muchlis (60′ dan 85′).

    Indra Sjafri menyebut bahwa permainan Indonesia sendiri sebetulnya sempat tidak bagus, terutama di awal laga. Hal itu disebabkan rasa nervous yang dialami, sehingga peluang yang tercipta tak bisa dimaksimalkan dengan baik.

    “Banyak peluang yang sebetulnya bisa menjadi gol. Tapi, pemain selanjutnya menunjukkan penampilan bagus sehingga bisa menang 5-0,” jelas Indra Sjafri.

    Indra Sjafri hanya berharap rasa nervous itu tak terjadi lagi di laga selanjutnya. Di partai kedua babak penyisihan Grup B, Indonesia sendiri akan menghadapi Myanmar, Kamis (12/9).

    “Semoga pemain bisa terbiasa dengan kompetisi ini. Untuk pertandingan melawan Myanmar, kami masih menunggu video rekaman pertandingan mereka melawan Malaysia dari Badan Tim Nasional (BTN). Mungkin besok akan dibahas,” jelasnya.[sportsatu]
  • Hanya Kram Otot, Indra Sjafri Yakin Bisa Diturunkan Ilham Udin Kontra Myanmar

    Ilham Udon - VIVA
    Seputar Timnas - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, menyatakan bahwa kondisi striker andalan, Ilham Udin, tak mengkhawatirkan. Menurut Indra, Ilham Udin hanya mengalami kram otot saja.

    Kram otot itu yang membuat Ilham Udin terpaksa ditarik keluar setelah mencetak gol kedua pada menit ke-30. Di laga melawan Brunei Darussalam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (10/9), Ilham memang menjadi salah satu pemain yang tampil memukau.

    “Ia mengalami kram otot. Setelah konsultasi ke dokter tim, itu disebabkan adanya gangguan psikis. Apa yang dialaminya tidak masalah, ia pasti bisa melakoni laga selanjutnya melawan Myanmar (12/9),” kata Indra Sjafri kepada wartawan.

    Aksi paling memukau yang ditunjukkan Ilham terjadi sebelum ia mencatatkan namanya sebagai pencetak gol ketiga Indonesia pada menit ke-30. Dengan kemampuan meliuk yang baik, ia berhasil melewati tiga pemain Brunei sebelum menyarangkan bola ke gawang Brunei.

    Aksi itu sekaligus melengkapi performa yang ditunjukkannya sejak laga di buka. Pada menit ke-12, Ilham berhasil membuka keunggulan buat Indonesia lebih dulu. Ia juga sempat mencetak gol pada menit ke-17, namun tidak diakui lantaran tertangkap handball.[sportsatu]
  • Indra Sjafri: Panggil Kami Skuad Garuda Jaya!

    Indra Sjafri - VIVA
    Seputar Timnas -  Indra Sjafri memiliki julukan sendiri terhadap tim yang dia asuh. Pelatih Timnas U-19 ini menyebut anak asuhnya dengan julukan 'Skuad Garuda Jaya'.

    "Panggil saja kami Skuad Garuda Jaya. Nama ini adalah yang paling bagus bagi kita," ujar Indra Sjafri, pada wartawan

    "Saya punya seorang teman yang mengusulkan nama ini. Garuda Jaya adalah nama yang paling menguntungkan. Di dalamnya, juga ada harapan agar kita berjaya," sambung mantan gelandang PSP Padang ini.

    Skuad Garuda Jaya sendiri bakal mengawali perjalanan mereka di AFF U-19 ini dengan menghadapi Brunei Darussalam. Laga ini akan dihelat di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (10/09) besok.

    Lebih lanjut, Indra mengaku bahwa laga melawan Brunei bakal sangat menentukan bagi perjalanan Evan Dimas dan kawan-kawan di ajang ini. Karena itu, mantan gelandang PSP Padang ini berharap anak asuhnya bisa meraih poin penuh di laga tersebut.

    "Pertandingan pertama ini sangat menentukan. Kita berharap semua berjalan lancar dan anak-anak bisa mengambil poin di pertandingan ini," tandasnya. (bolanet)
  • Jelang Piala AFF, Anak Asuh Indra Sjafri Gelar Doa Bersama Di Pesantren

    Indra Sjafri - NET
    Seputar Timnas - Punggawa Timnas Indonesia U-19 akan menggelar doa bersama sebelum berlaga di Piala AFF U-19 yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur tanggal 9-22 September 2013.

    Acara doa bersama ini digelar untuk menenangkan hati serta menguatkan mental para pemain yang ditargetkan menjadi juara. Indra Sjafri sang juru latih Timnas U-19 mengatakan doa bersama akan digelar di salah satu pesantren di Sidoarjo, hari Sabtu (7/9).

    Seperti dikutip dari Repulika, Indra Sjafri berujar "Usaha dan doa adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan untuk mencapai sesuatu. Semoga Allah meridhoi tujuan kita untuk menjadi juara,"

    Ajang Piala AFF nanti, Timnas Indonesia tergabung di Grup B bersama bersama Malaysia, serta Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, dan Thailand. 

    "Saya juga meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar kami bisa mewujudkan target bangsa ini menjuarai AFF," pungkas Indra.[ay-rep]
  • Indra Sjafri Ciutkan Timnas Indonesia U-19 Menjadi 30 Pemain

    Indra Sjafri - IST
    Seputar Timnas - Pertandingan uji coba melawan tim Pra PON Jawa Timur, menurut Pelatih Tim Nasional Indonesia U19 Indra Sjafri, merupakan proses seleksi para pemain Garuda Muda.

    Seleksi diutamakan kepada 11 pemain dari tim Sociedad Anónima Deportiva Indonesia (SAD) atau Deportivo Indonesia.

    Skuad Garuda Muda asuhan Indra Sjafri hanya menang tipis 1-0 dalam uji coba yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, akhir pekan lalu.

    Menurut Indra, kemenangan tipis tersebut tidak membuatnya kecewa. "Saya memang tidak melihat hasil, uji coba ini memang seleksi. Ya karena kami kedatangan 11 pemain SAD itu," kata Indra Sjafri sebagaimana dilansir Bola.net.

    Meski demikian, Indra mengaku sudah memiliki gambaran pemain-pemain untuk kerangka utamanya.

    Dari total 37 pemain yang sekarang ada di timnas U19, nantinya akan diciutkan menjadi 30 pemain.

    "Tapi maaf saya belum bisa menyebut nama-nama yang tersisih. Saya masih akan rapatkan dengan tim pelatih nanti malam," sambungnya.

    Dari 30 pemain itu, menurut Indra, nantinya akan kembali diciutkan menjadi 20 pemain. Nah, 20 pemain itulah yang nantinya akan dipersiapkan menghadapi Uni Emirat Arab pada pertandingan uji coba di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (20/8).

    "Pihak Uni Emirat Arab meminta a 20 pemain dan delapan ofisial tim. Jadi yang 10 harus saya tinggal," terang Indra.

    Timnas Indonesia U19 dipersiapkan untuk tampil pada turnamen Piala AFF U19 di Surabaya, Jatim, 9-22 September mendatang.[tribun]


  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan