-
Tampilkan postingan dengan label senirupa. Tampilkan semua postingan
Senirupa Murni
Pengertian Seni rupa Murni
2YC28QBA55E5
Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang pembagian senirupa di tinjau dari segi fungsinya yaitu senirupa murni dan senirupa terapan. Seni Rupa Murni adalah Suatu karya seni yang dibuat berdasar ekspresi jiwa semata, tanpa ada pertimbangan tujuan dan fungsi apapun sama sekali, sedang seni rupa terapan adalah sebaliknya yaitu proses pembuatannya karena ada tujuan dan fungsi tertentu. jadi kalau demikian pengertiannya maka suatu karya seni yang dibuat karena ada tujuan tertentu bukanlah termasuk karya senimurni, contoh misalnya seni cetak, karya seni tersebut dibuat pada umumnya memiliki tujuan dan fungsi tertentu, dan untuk zaman sekarang sepertinya tidak ada lagi karya seni cetak yang dibuat semata ekspresi jiwa.
Namun tak dapat di pungkiri seiring dengan kebutuhan dan perkembangan pola pikir, tradisi, dan budaya masyarakat, fungsi karya seni dalam hal tertentu bisa mengalami pergeseran atau perubahan misalnya senirupa murni menjadi seni kerajinan, mengenai hal ini kita akan membahasnya di lain kesempatan.
Beberapa contoh dari karya seni rupa murni sebagai berikut :
1. Seni Lukis
Seni lukis merupakan karya seni rupa berwujud dua dimensi yang dalam penciptaannya mengolah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap-terang, dan lain-lain melalui pertimbangan estetik. Pada karya seni rupa purbakala, objek yang dipilih kebanyakan berupa bentuk manusia, flora, dan fauna. Karya seni lukis tradisional yang terdapat di Nusantara, antara lain lukisan kaca, lukisan di atas kain, lukisan batik, lukisan wayang beber, dan lukisan pada wayang kulit (sungging). Di Sumbawa, tradisi lukisan dari nenek moyang terdapat pada nisan berukir, lukisan pada tiang, dinding rumah, dan sebagainya. Dalam dunia seni lukis, ciri khas tiap-tiap lukisan dibedakan dalam suatu aliran, di antaranya adalah aliran realis, naturalis, impresionis, ekspresionis, abstrak, kubisme, dan pointilis. seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini, seni lukis terus mengalami perkembangan dengan sangat pesat, di dunia maya banyak sekali kita temukan karya - karya lukisan dengan teknik digital painting menggunakan peralatan komputer dan software yang sangat canggih, dimana monitor berubah jadi kanvas dan mouse beralih fungsi menjadi kuas atau brush.
2. Seni Patung
Seni patung merupakan cabang seni rupa yang berwujud tiga dimensi dengan proses penciptaannya menggunakan teknik pahat, teknik modeling (dibentuk), atau teknik casting (cetak). Awal kejayaan seni patung di Indonesia dimulai pada zaman Hindu-Buddha. Di Bali, seni patung dimulai sejak zaman prasejarah. Ditandai dengan ditemukannya benda-benda beserta hiasannya pada dolmen, menhir, dan punden berundak. Di Papua, seni patung berkembang sejak lama di dalam suku-suku pedalaman. Seni patung Papua yang tersohor, di antaranya patung Suku Asmat dan Suku Kamoro.
3. Seni Grafis
Seni grafis merupakan salah satu cabang seni rupa dua dimensi yang dikerjakan dengan teknik cetak. Terdapat beberapa ragam seni grafis, antara lain seni grafis yang dibuat dengan teknik sablon, cetak tinggi, cetak litho, dan cetak etsa. Di Indonesia, lukisan cap tangan zaman prasejarah sudah ditemukan pada dinding gua di Sulawesi, yang merupakan bukti diterapkannya teknik grafis ketika itu. Seni grafis yang masuk ke Indonesia memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai teknik untuk menciptakan desain seni murni dan Seni Terapan sebagai alat atau teknik untuk memproduksi (menggandakan) karya seni. Tokoh seniman grafis Indonesia, antara lain Firman Lie, Kaboel Suadi, dan Suromo. dan seiring perkembangan dan pola pikir masyarakat seni Grafis sekarang ini sudah beralih dari seni Murni menjadi seni Terapan.
SALAM.....
SENI RUPA
Senirupa
Hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari senirupa. Benda-benda yang ada di sekitar kita, mulai pakaian, peralatan rumah tangga, alat transportasi, benda-benda hias, benda-benda pakai, dan yang lainnya termasuk hasil karya seni rupa. Semua benda tersebut dibuat untuk kepentingan manusia berdasarkan kegunaan masing-masing.
Tidak ada yang dapat memastikan kapan seni mulai dikenal manusia. Namun, jejak-jejak peninggalan manusia dari masa lampau menunjukkan bahwa seni tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Tidak ada yang dapat memastikan kapan seni mulai dikenal manusia. Namun, jejak-jejak peninggalan manusia dari masa lampau menunjukkan bahwa seni tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia itu sendiri.
Menurut Ensiklopedia Indonesia, pengertian seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat atau mendengarnya. Namun tidak semua keindahan (estetika) itu selalu bernilai seni (artistik), karena kenyataannya tidak semua yang indah itu bernilai seni. Banyak keindahan keindahan yang tidak termasuk dalam karya seni, contoh misalnya keindahan pegunungan, pantai dan masih banyak yang lain.
Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.
Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.
Keindahan seni adalah keindahan yang diciptakan manusia. Keindahan di luar ciptaan manusia tidak termasuk keindahan yang bernilai seni, misalnya keindahan pantai di Bali, keindahan Gunung Bromo, dan keindahan seekor burung merak. Jadi, seni merupakan ciptaan manusia yang memiliki keindahan.
Bermacam jenis seni, antara lain seni tari, seni musik, seni teater, dan seni rupa. Seni rupa adalah hasil karya ciptaan manusia, baik berbentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang mengandung atau memiliki nilai keindahan yang diwujudkan dalam bentuk rupa.
Seni rupa ditinjau dari segi fungsinya dibagi menjadi dua kategori yaitu
- Seni rupa murni (fine art), yaitu karya seni yang hanya untuk dinikmati nilai keindahannya saja. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan batiniah. Seni rupa murni banyak ditemukan pada cabang seni grafika, seni lukis, dan seni patung.
- Seni rupa terapan (applied art), yaitu seni rupa yang memiliki nilai kegunaan (fungsional) sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan sehari-hari secara materi, misalnya furnitur, tekstil, dan keramik.
Berbeda dengan yang diulas di id.wikipedia.org yang cenderung membagi senirupa kedalam 3 kategori yaitu, seni murni, seni kriya dan seni desain.
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa dapat digolongkan menjadi dua kategori, yaitu.
- Karya seni rupa dua dimensi atau biasa disebut Dwimatra. Karya seni rupa dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar saja dan hanya bisa dilihat dari satu arah. contoh karya senirupa 2 dimensi untuk seni murni adalah lukisan ( paintings ), dan contoh senirupa 2 dimensi untuk seni terapan yaitu : wayang kulit, tenun, dan batik.
- Karya seni rupa tiga dimensi atau biasa disebut Trimatra, yaitu karya seni rupa yang memiliki panjang, lebar dan ruang yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). cotoh karya senirupa 3 dimensi ini banyak dijumpai pada karya senirupa terapan seperti, rumah adat, senjata tradisional, kriya, sedangkan untuk bidang seni murni bisa dijumpai pada seni patung dan seni instalasi.
Karya Senirupa Terapan Nusantara
Karya seni rupa terapan yang terdapat di Nusantara sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk, fungsi, dan teknik pembuatannya. Karya Seni rupa terapan Nusantara tersebut dengan segenap keunikan gagasannya patut mendapatkan apresiasi, baik secara aktif maupun pasif. Gagasan (ide kreatif) tersebut merupakan awal proses penciptaan karya seni, termasuk karya seni rupa terapan Nusantara yang diciptakan berdasarkan nilai guna tanpa mengesampingkan nilai seni.
Jika diperhatikan secara seksama dapat disimpulkan bahwa Hasil karya seni rupa terapan setiap daerah itu berbeda-beda dimana masing-masing daerah memiliki keunikan atau kekhasan tersendiri, baik dalam teknik maupun ketersediaan bahan yang ada di sekitarnya. Benda benda seni rupa terapan yang dihasilkan di berbagai daerah, di antaranya sebagai berikut.
Pembagian Karya Senirupa Terapan Nusantara
1. Kerajinan batik
Sejarah batik di Nusantara berkaitan dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas di atas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.2. Kerajinan ukir
Kerajinan ukir di Nusantara, antara lain berupa seni ukir kayu dan seni ukir logam. Daerah-daerah penghasil kerajinan ukir kayu di Nusantara, di antaranya adalah Jepara, Cirebon, Bali, Kalimantan, Papua, Madura, dan Sumatra. Kerajinan ukir logam terbuat dari perak, tembaga, emas, dan kuningan. Proses pembuatan kerajinan logam banyak menggunakan teknik cetak atau cor, tempa, toreh, dan penyepuhan. Daerah penghasil kerajinan logam di Nusantara, antara lain Jawa Tengah dan Yogyakarta.3. Kerajinan anyaman
Anyaman banyak kita jumpai, baik berupa benda pakai maupun benda hias. Anyaman dibuat dari bahan alami dan bahan sintetis. Bahan-bahan alami yang digunakan, antara lain bambu, rotan, daun mendong, dan janur. Bahan-bahan sintetis yang digunakan, antara lain plastik, pita, dan kertas. Daerah penghasil kerajinan anyaman, antara lain Bali, Kudus, Kedu, Tasikmalaya, dan Tangerang4. Kerajinan topeng
Topeng merupakan hasil karya seni kerajinan yang bisa digunakan untuk keperluan perlengkapan tari dan hiasan. Kerajinan topeng umumnya dibuat dari bahan kayu. Daerah penghasil kerajinan topeng di Nusantara, antara lain Yogyakarta, Cirebon, Bali, Surakarta, dan Bandung. Setiap daerah memiliki ciri khas topeng yang berbeda.5. Kerajinan tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan tradisional yang dibuat dengan teknik dan alat khusus. Kerajinan tenun banyak terdapat di Kalimantan, Minangkabau, Sumatra Utara, NTT, NTB, Lampung, Flores, Sulawesi, dan Palembang. Motif yang dibuat pun berlainan di setiap daerah. Berbagai motif tenun dari Palembang, antara lain mawar Jepang, cantik manis, bintang berantai, nago besaung, dan bunga cino. Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Keduanya berbeda dalam teknik dan bahan yang digunakan. Berbeda dengan tenun ikat, pada songket mendapat tambahan benang emas yang diletakkan dengan teknik tusuk dan cukit.6. Kerajinan wayang
Wayang merupakan budaya asli Nusantara, yang ceritanya berasal dari budaya Hindu India. Wayang dibuat untuk seni pertunjukan sekaligus sebagai hiasan. Jenis wayang terdiri atas wayang kulit yang terbuat dari kulit kerbau dan wayang golek yang terbuat dari kayu. Daerah penghasil kerajinan wayang, di antaranya Bali, Yogyakarta, dan Surakarta.7. Kerajinan keramik
Keramik merupakan hasil karya seni kerajinan yang berbahan dasar dari tanah. Hasil kerajinan keramik sangat beragam, seperti vas bunga, guci, mangkuk, cangkir, dan lain-lain. Daerah penghasil kerajinan keramik yang terkenal di Nusantara, di antaranya Kasongan (Yogyakarta), Sompok, dan Mayong (Jepara).Fungsi Karya Senirupa Terapan Nusantara
Secara umum Fungsi Karya seni rupa terapan yang ada di Nusantara memiliki dua fungsi sebagai berikut.- Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
- Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
Bentuk Karya Senirupa Terapan Nusantara
Jika dilihat dari segi bentuknya maka senirupa terapan yang ada di nusantara secara garis besar terbagi empat, yaitu sebagai berikut :1. Rumah adat
Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapat membedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya. Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang. Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua. Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.2. Senjata tradisional
Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.3. Transportasi tradisional
Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.4. Seni kriya
Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik.Sebagai catatan bahwa terkadang ada yang mempersamakan antara Seni Kriya dengan Senirupa Terapan padahal Seni Kriya adalah bagian dari Karya Seni Rupa Terapan.
Salam Senirupa
Karya Senirupa Mesopotamia
Wilayah Mesopotamia
Mesopotamia merupakan kerajaan di Persia yang terletak di daerah Syria timur, dan Iraq. Mesopotamia artinya dataran diantara dua sungai, yaitu diapit oleh Sungai Tigris dan Euphrates. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti apa Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M). Peradabannya dikenal paling tua sejak 7000 BC.
Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).
Lokasi Ur-Kasdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.
Sejarah Mesopotamia :
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumer(ia). Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.
Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkan adanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yang amat masuk akal.
Codex Hammurabi, yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab, tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, di Mesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
Mesir memakai sistem arsitraf
Mesopotamia memakai sistim Terracota (susun timbun)
The Tower of BabelThe Tower of Babel(1563), by Flemish artist Pieter Bruegel the Elder, adalah lukisan minyak di atas kayu. Artis memilih untuk mengatur menara di Belgia daripada di dataran Mesopotamia, yang merupakan lokasi dari menara menurut Alkitab. Pembangunan lengkungan-lengkungan dalam-versi Bruegel tentang menara ini diambil dari studi artis dari Colosseum di Roma.
Fungsi dari zigurat ini yaitu: sebagai kuil Dewa Marduk, dan sebagai observatorium.
Stele
Tugu batu yang dipahat, bentuknya seperti obelisk (Mesir), menhir (Prasejarah)
Fungsi: sebagai tugu peringatan
Stelle NaramsinTugu dengan relief peperangan yang dimenangkan oleh Naramsin. Penggambaran raja dengan ukuran lebih besar berdasarkan perinsif yang sama dengan relief Mesir.
Patung raja Tello, Gudea (kaku, kepala bulat)
Patung raja Nebukad Nezar (naif ekspresif)
Penjaga ambang (dekoratif)
Peninggalan Karya Senirupa Mesopotamia
Ciri Utama Karya Senirupa Mesopotamia Perbedaannya dengan Karya Senirupa Mesir adalah :- Tidak banyak dewa (al Dewa Marduk)
- Tidak banyak bangunan yang berghubungan dengan dewa
- Tidak banyak ditemukan patung-patung, lukisan, relief ttg dewa
- Karya seninya bersifat keduniawian dengan istana sebagai pusatnya sehingga disebut seni pelayanan (melayani penguasa)
- Karya seni rupanya tdk memperlihatkan satu kesatuan yang utuh. Setiap bangsa menghasilkan karya yang berbeda-meda
- peninggalan tidak sebanyak ditemukan dengan seni rupa mesir karena:
- keadaan alam yang ganas
- bahannya tidak tahan lama (al terakota)
- adanya sifat vandalisme
Keunikan Senirupa Mesopotamia
- Terdapat taman gantung
- Adanya relief bersambung (2 km ) pada istana bagian bawahnya
- Adanya mahluk penjaga ambang, pada istana
- Materai pictograf
- Adanya gaya Realisme dramatis pada seni lukis, diusahakan untuk menangkap ujud benda tersebut setepat meungklin dengan ketapatan anatominya tetapi menekankan betul pada sifat perasaan
- Adanya sifat Antithesis: pembuatan makhluk yang berhadapan, ditengahnyaa ada benda lain, bersifat simetris
Jenis Karya Senirupa Mesopatamia
Seni Bangunan
Perbedaan dengan karya senirupa mesir :Mesir memakai sistem arsitraf
Mesopotamia memakai sistim Terracota (susun timbun)
The Tower of BabelThe Tower of Babel(1563), by Flemish artist Pieter Bruegel the Elder, adalah lukisan minyak di atas kayu. Artis memilih untuk mengatur menara di Belgia daripada di dataran Mesopotamia, yang merupakan lokasi dari menara menurut Alkitab. Pembangunan lengkungan-lengkungan dalam-versi Bruegel tentang menara ini diambil dari studi artis dari Colosseum di Roma.
Istana
- Dikelilingi tembok raksasa (alasan geografis dan keamanan)
- Dikelilingi parityang luas
- Dibuat diatas dataran yang ditinggikan
- Mempunyai menara penjaga (benteng)
- Mewah dengan hiasan-hiasan (tiang tempel dengan alas tiang berbentuk singa yang berjalan)
- Tiang-tiang pendukung atap tidak ada, kecuali tiang tempel
- Menggunakan atap yang rata dan lengkung
Zigurat :
Zigurat adalah bangunan bertingkat yang mengesankan sebuah menara, dengan tang melilit keatas. Dibagian permukaan dihiasi.Fungsi dari zigurat ini yaitu: sebagai kuil Dewa Marduk, dan sebagai observatorium.
![]() |
| Zigurat, Raja Urnammu, di Ur Irak, 2100 SM |
Stele
Tugu batu yang dipahat, bentuknya seperti obelisk (Mesir), menhir (Prasejarah)
Fungsi: sebagai tugu peringatan
Stelle NaramsinTugu dengan relief peperangan yang dimenangkan oleh Naramsin. Penggambaran raja dengan ukuran lebih besar berdasarkan perinsif yang sama dengan relief Mesir.
Seni Patung
- Diawali dengan sifat kaku/primitif/naif ekspresif
- Perkembangan selanjutnya menjadi realistis
- Proporsi tubuh yang kaku
- Otot-otot tubuh yang dilebihkan
- Dekoratif (amakhluk penjaga ambang)
- Kepala mendekati bola (bulat)
- kubistis
Patung raja Tello, Gudea (kaku, kepala bulat)
Patung raja Nebukad Nezar (naif ekspresif)
Penjaga ambang (dekoratif)
Seni Relief
Relief terdapat dalam istana, stelle, materai, dan benda kerajinan. Contoh: Istana Sargon di Karsabad, Stelle Naramsin,dan Stelle Hamurabi (kerajaan lama).Gerakan Atau Aliran dalam Senirupa
Gerakan Atau Aliran dalam Senirupa tidak lepas dari benang merah yang membentang dari kebudayaan Yunani hingga abad keduapuluh. Sejak tradisi klasik menggema dan menggelora di seluruh pelosok dunia hingga abad modernitas di segala cabang kebudayaan, merupakan rangkaian yang saling terkait satu sama lain.
Kenyataan (realita) yang ada di sekitar kehidupan para seniman, termasuk berbagai pengalamannya (empirik) dalam berkarya. Dari pengalamannya inilah para seniman menemukan hal-hal baru, sebagai pendekatan baru, sebagai teori baru, dan boleh dikatakan sebagai ilmu pengetahuan baru. Para seniman kemudian berkarya dengan menggunakan pendekatan empirik dan ilmu pengetahuan baru. Tidak lagi menggunakan prinsip dan kaidah klasik sebagai ilmu pengetahuan lama, tetapi justru menemukan ilmu dari berbagai pengalaman tersebut. Ilmu tersebut tidak hanya ditangkap melalui mata tetapi ditafsirkan dengan perasaan yang kemudian diwujudkan melalui visualisasi karya. Berkarya tidak lagi meniru alam atau berdasarkan apa yang dilihat secara fotografis atau realistik-visual, tetapi apa yang dirasakan dan apa yang ditangkap oleh masing-masing pribadi seniman. Tentu saja hal ini menimbulkan individualisasi dalam kekaryaannya. Setiap seniman memiliki karakter ungkapan yang berbeda satu-sama lain. Dan hal inilah yang membuka peluang terhadap munculnya beragam aliran dan gaya seni lukis. Apalagi semenjak seniman mulai berpetualang ke berbagai pelosok negeri sambil melukis berbagai kenyataan. Dari petualangannya itu mereka menemukan ilmu dan menerapkannya ke dalam karya seni rupa. Mereka menemukan kebebasan dalam berkarya. Kebebasan yang hakiki adalah kebebasan mengungkapkan perasaan, ide dan gagasan yang lebih otonom. Maka kebebasan dalam seni adalah kewajaran yang menunjang lahirnya kreativitas.
Dengan perbedaan pandangan, idealisme, konsepsi, teori dan prinsip, para seniman melahirkan beragam gaya dan aliran yang terkadang merupakan gerakan. Gerakan atau gaya yang satu menentang gaya yang lain. Setiap reaksi, penentangan atau pengembangan dari suatu paham/aliran atau gerakan tak lepas dari perjuangan dalam prinsip kebebasan, dan konsepsi berkarya, baik dari segi estetika, tematik maupun teknik, dengan tidak lepas dari pengaruh latar belakang budaya, sosial dan politik.
Karya Lukisan Prasejarah seperti Lukisan gua yang menggambarkan goresan-goresan yang umumnya melukiskan binatang perburuan, lukisan arwah nenek moyang, tanda telapak tangan dan kaki tersebut dapat digolongkan ke dalam karya-karya yang primitif.
Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.
Dengan perbedaan pandangan, idealisme, konsepsi, teori dan prinsip, para seniman melahirkan beragam gaya dan aliran yang terkadang merupakan gerakan. Gerakan atau gaya yang satu menentang gaya yang lain. Setiap reaksi, penentangan atau pengembangan dari suatu paham/aliran atau gerakan tak lepas dari perjuangan dalam prinsip kebebasan, dan konsepsi berkarya, baik dari segi estetika, tematik maupun teknik, dengan tidak lepas dari pengaruh latar belakang budaya, sosial dan politik.
Gerakan atau Aliran dalam senirupa
Berikut ini adalah beberapa gerakan atau aliran dalam senirupa yang admin urut mulai senirupa purba atau senirupa awal sampai kepada senirupa pasca modern atau postmodernisme :1. Aliran Senirupa Primitivisme
Dinamakan primitif karena dari segi cara pengungkapannya tampak adanya spontanitas, bentuk-bentuk yang diungkapkannya cenderung ekspresif, dan bukan peniruan dari realitas bentuk alam. Kecenderungan gaya ekspresi tersebut didasari oleh dorongan spiritualitas dan kepentingan magis. Para pelukisnya belum mempertimbangkan rasio mereka dalam berkarya budaya, dan tidak pula berfilsafat untuk mendasari karya-karyanya. Mereka berkarya secara intuitif dan emosional. Melalui pendekatan emosional inilah tampaknya mewarnai citra estetik yang cenderung simbolistik karena ungkapan perasaannya dilambangkan oleh simbol-simbol sebagai hasil pemikirannya yang naif (bisa juga primordial).Karya Lukisan Prasejarah seperti Lukisan gua yang menggambarkan goresan-goresan yang umumnya melukiskan binatang perburuan, lukisan arwah nenek moyang, tanda telapak tangan dan kaki tersebut dapat digolongkan ke dalam karya-karya yang primitif.
Seorang seniman yang memiliki tujuan magis menjadikan lukisan yang dibuat untuk mendatangkan magis atau sihir. Lukisan ini bersifat primitif. Akan tetapi, pelukis modern juga banyak yang melukis tema dan motif primitif agar menimbulkan kesan magis. Mereka menganut paham primitivisme. Seniman-seniman yang banyak melukis tema dan motif primitif banyak terdapat di Bali.
2. Aliran Senirupa Klasik atau Klasikisme
Seni rupa klasik memiliki gaya naturalisme yang diidealisir. Gaya peniruan terhadap bentuk alam yang selalu ditampilkan secara sempurna berdasarkan pendekatan intelektual ini dihasilkan oleh suatu proses kebudayaan yang berlandaskan kerangka filsafat humanisme. Sifat-sifat naturalistis pada karya seni rupa klasik adalah suatu upaya mendekati peniruan terhadap bentuk alam, khususnya bentuk manusia yang realistik sebagai perwujudan dari pemujaan pada nilai-nilai kesempurnaan manusia. Manusia sebagai mahluk hidup dipandang memiliki kelebihan dari mahluk lain. Sesuatu yang kreatif spontan tidak mendapat tempat. Kreativitas seniman dibatasi oleh kerangka intelektual.Pada umumnya kesenian yang seperti ini dipergunakan oleh penciptanya untuk melukiskan dewa-dewanya yang dianggap berbentuk sebagai manusia yang sempurna, sehingga kesenian ini tidak lain adalah bentuk konvensi saja. Meniru bentuk dewa seperti bentuk manusia yang ideal ini berarti mewujudkan ide tentang keluhuran Dewa
3. Aliran Senirupa Renesan atau Renaissance
Tema seni Renesan bersumber dari seni budaya Klasik Yunani dan Romawi purba. Namun dilihat dari keseluruhan karyanya bersifat pribadi (humanistis), misalnya pada karya seni lukis, seni patung, dan arsitektur. Tema yang lain misalnya tema lanskap (pemandangan alam), potret, dan tema- tema sekular.Seniman Renesan adalah seniman yang teguh pendirian dalam mengembangkan dan melestarikan seni klasik Yunani dan Romawi. Keahlian dalam hal teknis/cara-cara berkarya seni yang naturalistis sudah sangat baik. Jika kita kaji seni Renesan, sebenarnya sudah merintis pemunculan individu dalam berkarya seni, dan melepaskan seni dari agama secara bertahap. Untuk lebih detailnya silahkan menuju posting aliran senirupa Renaissance
Tokoh Senirupa Renesan / Renaissance :
Giotto, Andrea Mantegna, Piero Della Fransesca, Giovanni Bellini, Leonardo Da Vinci, Michelangelo, Raphael, dan Bramante.4. Barok dan Rokoko
Barok dan Rokoko sebenarnya merupakan pengulangan naturalisme Renaissance yang lebih kental dengan pesanan-pesanan raja sebagai patronage. Namun Rokoko sebenarnya merupakan masa terakhir , sebelum perkembangan seni moderen dimulai.Tradisi seni lukis masa ini dan sebelumnya lebih banyak menggambarkan tema-tema dewi yang cantik-molek dan wanita-wanita istana dengan kulitnya yang merah-jambu dan terutama dipilihkan dari adegan-adegan yang menggairahkan. Perkembangan seni Barok dan Rokoko adalah gejala kemunduran senirupa menurut pandangan ideal klasik dan para kritikus waktu itu menamakannya sebagai seni yang dekaden dan ugly.
5. Aliran Neo Klasikisme
Kelompok seniman pada masa ini sedikit demi sedikit menciptakan karya semata-mata memperturutkan panggilan hatinya masing-masing, melukis bukan karena pesanan atau order, melainkan karena ingin melukis. Maka timbul adanya kekuatan pribadi-pribadi seniman (semacam proses individualisasi dan isolasi diri) dalam berkarya seni. Dengan demikian riwayat seni rupa modern dalam sejarah telah tampak tanda-tandanya pada masa ini.
Neoklasik ini muncul mereaksi terhadap fenomena seni Barok/Rokoko dan menganggap bahwa seni Barok/Rokoko itu sudah menyimpang dari kaidah seni klasik, dengan sebutan jelek (ugly) dan penurunan nilai (dekaden). Maka Neoklasik berkeinginan untuk mengembalikan dan memurnikan ideal klasik, dengan mempelajari, menggali, dan mengembangkan kaidah-kaidah kuno Yunani dan Romawi klasik. Aliran Neoklasikisme
Istilah “Impresionisme” muncul ketika kelompok pelukis tersebut menyelenggarakan pamerannya yang pertama pada tahun 1874. Istilah tersebut sebenarnya merupakan komentar bernada sinis oleh para kritikus pada waktu itu, karena karya mereka tampak seperti sketsa atau terkesan belum jadi.
Dalam Post-Impresionisme berkembang beberapa gerakan, misalnya Divisionisme, yang disebut juga Neo-Impresionisme atau Pointilisme, dan Simbolisme atau dalam seni lukis disebut Sintetisme. Beberapa seniman Post-Impresionisme yang lain mengembangkan gayanya sendiri secara lebih bebas.
Fauvisme berasal dari kata "les fauves" (bahasa Perancis), artinya binatang jalang, binatang buas atau "the wild beasts". Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh kritikus Perancis Louis Vauxelles terhadap para pelukis yang menggunakan warna-warna yang barbar (tegas dan berani) dan deformasi dari obyek lukisan pada pameran salon d'Automne tahun 1905.
Para pelopor aliran ini kebanyakan dari Jerman, sebagai protes terhadap optimisme dan materialisme dari kaum Impresionisme. Yang paling terkenal kelompok Ekspresionisme di abad ke-20 adalah di sekolah Jerman yang dipelopori oleh Ernst Ludwig Kirchner, Erich Heckel, dan Karl Schmidt– Ruttluf .
Para pengikut aliran ini dipengaruhi oleh kesadarannya sebagai manusia, serta mereka membebaskan diri dari kebentukan manusia. Dengan kata lain mengekspresikan dirinya ke dalam garis dan warna yang dinamis. Mereka menggantikan kekhususan perasaan manusia dengan sesuatu yang bersifat lembut dan ilusif.
Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat perang dunia ke-1, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis, kemudian melepaskan materi-materi , elemen-elemen , dan nilai - nilai lama.
Nilai-nilai dari kaum Futuris, dimaksudkan untuk mengiringi dan mengimbangi pergeseran kebudayaan, kekuatan dinamis pasar yang luas, era permesinan, dan komunikasi global yang menurut argumentasi mereka tengah mengubah alam realitas dari kebudayaan dunia.
Konsep karya Futurisme didasari pemikiran bahwa energi alam harus ditampilkan di dalam karya seni sebagai sensasi dinamis yang dapat memecahkan suatu kesatuan realitas. Ia menjadi sesuatu yang baru dengan melalui penggunaan gerak dan cahaya.
Kebrutalan tenaga merupakan karakteristik Vortisisme. Penganut terbaik aliran ini mendapat pengaruh kuat dari kesan mekanik yang barbar, kepedulian terhadap kebrutalan dengan ketidakbertanggungjawaban kontrol lingkungan yang kurang dalam ide seni kubisme dan romantiknya seni Futurisme. Hal inilah yang merupakan bentuk kontribusi yang signifikan dari aliran Vortisisme pada perkembangan seni abad ke-20.
Tokoh dari Aliran Vortisisme adalah, Wadsworth, Lewis, David Bomberg, Henri Gaudier-Brzeska
Karya seni aliran ini menggambarkan sesuatu yang aneh, asing susunannya atau objek yang terdapat di dalamnya. Dalam perkembangannya, terdapat dua kecenderungan yaitu surealisme ekspresif dan surealisme murni.
Ahli sejarah seni Belanda H.L.C. Jaffe mengatakan bahwa prinsip plastis dan filosofis dari pergerakan De Stijl sesungguhnya berdiri sendiri.
Pergerakan De Stijl hadir dalam 2 bentuk hubungan konflasi, yang pertama yaitu filsafat neoplatonik dari seorang matematikawan Dr. Schoenmaekers di Bussum,pada tahun 1915 dan 1916. Pendapatnya berjudul ―The New Image of The World ― ( Suatu Gambaran Dunia Baru 0 dan prinsip-prinsip matematika plastis (The Principles of Plastic Mathematics / Beeldende Wiskunde ) dan yang kedua diterima dari konsep arsitektur Hendrik Petrus Berlage dan Frank Lloyd Wright.
Tokoh Seniman dari Aliran De STIJL adalah : Piet Mondrian, Theo Van Doesburgh, dan seorang arsitek Gernit Rietvield.
Seni abstrak pada hakekatnya merupakan suatu kreasi yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang terlepas dari bentuk-bentuk yang ada di alam. Salah seorang pelopor seni abstrak adalah Wassily Kandinsky. Dia turut mempengaruhi munculnya beberapa aliran seni, termasuk di dalamnya Ekspresionisme Abstrak.
Istilah Ekspresionisme Abstrak pertama kali digunakan pada tahun 1919, yang digunakan untuk menjelaskan lukisan karya Wassily Kandinsky (1866-1944). Ekspresionisme Abstrak juga digunakan untuk menjelaskan lukisan Kandinsky.
Seni Ekspresionisme Abstrak bukan merupakan perwujudan ide sebagai gaya. Tetapi lebih cenderung sebagai wujud dari serangkaian aneka bakat individual para seniman. Hal tersebut berhubungan erat dengan sejarah munculnya Ekspresionisme Abstrak, sebagai hasil eksperimen individual para seniman yang relatif mengisolasikan diri sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an. Esensi dari Ekspresionisme Abstrak terletak dari spontanitas yang kuat dari seniman dalam berkarya terhadap kecenderungan gaya dari masing-masing pribadi.
Istilah Optic atau Retinal Art diterapkan pada karya-karya seni rupa dua dimensional yang sepenuhnya menggali dan memanfaatkan kekeliruan mata. Pada umumnya seni optik bertsifat abstrak, formal, dan eksak.
Seni optik dengan wujudnya yang khas berupa susunan geometris berulang-ulang, merupakan semacam usaha untuk mengeksploitir kelemahan mata dengan ilusi ruang (dan terkadang gerak semu).
Dengan kata lain bahwa Aliran Optical Art adalah seni dua dimensi, yang pada umumnya berbentuk abstrak, formal dan konstruktif melalui wujud yang khas dalam bentuk geometris dan perulangan teratur, rapi, teliti, sehingga dapat menimbulkan efek-efek optik yang mengecoh mata dengan ilusi ruang. Warna-warna yang digunakan kebanyakan warna cerah atau lightness tinggi dengan memberikan batas pada hue atau saturation yang tajam dan tegas.
Seni optik juga memiliki kualitas dinamis yang menghidupkan kesan-kesan dan sensasi-sensasi ilusorik pada diri pengamat, baik dalam struktur fisik mata maupun otaknya. Jadi dapat\ dikatakan bahwa seni optik berkenaan dengan cara ilusi yang paling mendasar dan bermakna. Tentu saja harus dapat dibedakan dengan ilusi-ilusi dalam karya seni rupa yang lainnya, sebab bagaimanapun juga semua karya seni rupa melibatkan unsur ilusi.. Ilusi memanfaatkan kemampuan pengamat untuk melengkapi kesan-kesan dalam pikiran dengan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya. Ilusi adalah proses yang merangsang imajinasi untuk menundukkan logiika kanvas dua dimensi.
Albers adalah seniman optik yang banyak menggali kemungkinan visualisasi optik pada karya lukisannya yang mendemonstrasikan semua nuansa relativiitas dan ketidakstabilan warna dan ketegasannya melalui berbagai interaksi
Neoklasik ini muncul mereaksi terhadap fenomena seni Barok/Rokoko dan menganggap bahwa seni Barok/Rokoko itu sudah menyimpang dari kaidah seni klasik, dengan sebutan jelek (ugly) dan penurunan nilai (dekaden). Maka Neoklasik berkeinginan untuk mengembalikan dan memurnikan ideal klasik, dengan mempelajari, menggali, dan mengembangkan kaidah-kaidah kuno Yunani dan Romawi klasik. Aliran Neoklasikisme
Tokoh aliran Neo Klasikisme adalah :
- Jacques-Louis David (1748-1825), Prancis
- Jean-Auguste-Dominique Ingres /(1780-1867), Prancis
- Angelica Kauffman (1741-1807), swiss
- Thomas Jefferson (1743-1826), presiden amerika yang ketiga
6. Aliran Romantisisme
Aliran Romantisisme merupakan gerakan yang meneruskan Neoklasisisme tetapi sekaligus mereaksi dan menentang klasisisme. Pelopor gerakan Romantisisme adalah Theodore Gericault (1791-1824) dengan salah satu karyanya yang terkenal Rakit Medusa (1818). Sebagai kelanjutan, Romantisisme tetap merupakan gerakan seni yang lari dari kenyataan hidup, menggarap dunia yang ideal dan misterius dengan menggunakan teknik-teknik akademisme yang rasional.Ciri Lukisan Romantisisme :
- Aliran Romantisisme berkarya melalui pendekatan emosional;
- Romantisisme lebih banyak menampilkan tema-tema kehidupan dunia misteri, cerita roman, tema yang eksotik (cerita dari negeri China, Islam, Afrika);
- Romantisisme menonjolkan peranan perasaan pribadi seniman, misalnya dalam segi komposisi yang dinamis (diagonal) dan unsur warna dengan gelap terang yang didramatisir
Tokoh Aliran Romantisisme :
- Theodore Gericault (1791-1824), Prancis
- Eugene Delacroix (1798-1863), Prancis
- Franciso Goya (1746-1828), Spanyol
- John Constable (1776-1837), Inggris
- Joseph Mallord William Turner (1775-1851), Inggris
- Thomas Cole (1801-1848), Amerika
7. Aliran Realisme
Gerakan Realisme muncul karena menentang seni Neoklasisisme dan Romantisisme. Jika Neoklasisisme menggunakan rasio/intelektualnya dalam mengungkapkan ide, dan Romantisisme menggunakan emosinya, maka Realisme berkeinginan menggambarkan keadaan nyata hidup manusia. Seniman Realisme berkeinginan menggambarkan obyek yang benar-benar real, tanpa ilusi, dan bersumber dari kehidupan sehari-hari.Tokoh Aliran Realisme :
- Honore Daumier (1808-1879), Prancis
- Gustave Courbet (1819-1977), Prancis
- Edouard Manet (1832-1883), Prancis
- Thomas Eakins (1844-1916), Amerika
- Henry O. Tanner (1859-1937), Afrika-Amerika
8. Aliran Impressionisme
Gerakan Impresionisme berkembang dari gerakan Realisme, yang meneruskan tradisi melukis berdasarkan pengamatan objek dalam kenyataan sehari-hari. Namun, tidak seperti seni lukis Realisme, seni lukis Impresionisme menggunakan warna yang terang. Pelukis Impresionis merekam kesan pengamatannya melalui goresan kuas yang tampak spontan dan kasar (sketchy), sehingga sering kali objek tampak kabur, tidak terfokus.Istilah “Impresionisme” muncul ketika kelompok pelukis tersebut menyelenggarakan pamerannya yang pertama pada tahun 1874. Istilah tersebut sebenarnya merupakan komentar bernada sinis oleh para kritikus pada waktu itu, karena karya mereka tampak seperti sketsa atau terkesan belum jadi.
Tokoh Seniman dari Aliran Impressionsime adalah;
- Claude Monet (1840-1926),
- Pierre-Auguste Renoir (1841-1919),
- Edgar Degas (1834-1917),
- Berthe Morisot (1841-1895),
- Mary Cassat (1845-1926),
- James Abbot McNeil Whistler (1834-1903)
9. Aliran Post Impressionisme
Aliran Post-Impresionisme merupakan gerakan seni rupa pada tahun 1880-an. Sesuai dengan namanya, gerakan itu merupakan kelanjutan dari Impresionisme. Seniman-seniman Post-Impresionisme pertama-tama mendapat pengaruh dari gerakan Impresionisme, namun kemudian menolaknya, kecuali beberapa unsurnya yang mendasar seperti penggunaan warna yang cermerlang.Dalam Post-Impresionisme berkembang beberapa gerakan, misalnya Divisionisme, yang disebut juga Neo-Impresionisme atau Pointilisme, dan Simbolisme atau dalam seni lukis disebut Sintetisme. Beberapa seniman Post-Impresionisme yang lain mengembangkan gayanya sendiri secara lebih bebas.
Tokoh dari Aliran Post Impressionisme adalah;
- Georges Seurat (1859-1891),
- Paul Cezanne (1839-1906),
- Vincent Van Gogh (1853-1890),
- Paul Gauguin (1848-1903),
- Toulouse-Lautrec (1864-1901),
- Edvard Munch (1863-1944),
- Henri Russeau (1844-1910)
10. Aliran Fauvisme
Aliran Fauvisme berangkat dari usaha menyempurnakan aliran Impresionisme, suatu peningkatan gaya Paul Gauguin yang dekoratif dan gaya ekspresionisme dari van Gogh. Meskipun aliran Fauvisme tidak memperlihatkan teknik yang sama dan konsisten, tetapi selalu mengandung ciri-ciri yang sama yaitu kekuatan warna, garis blabar yang putus-putus dan penampilan yang serba tidak teratur.Fauvisme berasal dari kata "les fauves" (bahasa Perancis), artinya binatang jalang, binatang buas atau "the wild beasts". Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh kritikus Perancis Louis Vauxelles terhadap para pelukis yang menggunakan warna-warna yang barbar (tegas dan berani) dan deformasi dari obyek lukisan pada pameran salon d'Automne tahun 1905.
Tokoh Aliran Fauvisme adalah ;
- Henri Matisse (1869—1954), Prancis
- André Derain (1880—1954), Prancis
- Georges Rouault (1871-1958), Prancis
- Wassily Kandinsky (1866 - 1944). Rusia
- Paula Modersohn-Becker (1876—1907), Jerman
- Käthe Kollwitz (1867 - 1945), Jerman
11. Aliran Ekspressionisme
Aliran ekspresionime adalah pernyataan dari bentuk ungkapan yang anti klasik dengan kaidah seni yang serba tenang dan halus. Juga tidak ada hubungannya dengan seni Timur yang serba misterius. Cita-cita ekspresionisme ialah pembebasan seniman dari kaidah seni akademik dan mengandalkan kepada dorongan yang bersumber dari dalam pribadi, suatu pemuasan diri (self-enjoyment). Aliran dan gaya ini telah dirintis sebelumnya oleh van Gogh.Para pelopor aliran ini kebanyakan dari Jerman, sebagai protes terhadap optimisme dan materialisme dari kaum Impresionisme. Yang paling terkenal kelompok Ekspresionisme di abad ke-20 adalah di sekolah Jerman yang dipelopori oleh Ernst Ludwig Kirchner, Erich Heckel, dan Karl Schmidt– Ruttluf .
Tokoh Aliran Ekspressionisme adalah :
- Emil Nolde (1867-1956), Jerman
- Ernst Ludwig Kirchner (1880 - 1938), Jerman
- Vincent van Gogh (1853-1890),
- James Sidney Ensor (1860-1949),
- Edvard Munch (1863-1944),
- Wassily Kandinsky (1866-1944), Rusia
- Paul Klee (1879-1940), Swiss
- George Grosz (1895-1959), Jerman - Amerika
- Otto Dix (1891-1969), Jerman
- Pelukis Jerman yang lain ialah Otto Muller, Franz Marc, August Macky dan Heinrich Campendonk
12. Aliran Kubisme
Kubisme adalah gaya abstrak formalistik yang pertama-tama berkembang seiring dengan Ekspresionisme sebelum Perang Dunia I. Istilah Kubisme dapat digunakan secara umum untuk menunjukkan semua gaya abstrak geometrik pada abad ke-20 atau secara terbatas menunjukkan gerakan-gerakan awal khususnya Kubisme Analitik dan Kubisme Sinthetik.Tokoh Aliran Kubisme adalah :
- Pablo Picasso (1881-1974), Spanyol
- Fenand Léger (1881-1955)
- Jacques Lipchitz (1891—1964), Prancis
- Frank Lloyd Wright (1867—1959), Amerika
13. Aliran Purisme
Purisme merupakan reaksi pemulihan atas kekacauan akibat Kubisme. Purisme sebagai gerakan ambisius yang berumur pendek (tujuh tahun) ini hanya berhasil dalam bidang arsitektur Le Corbusier yang mencapai reputasi internasional. Sedangkan karya seni lukisnya telah mencapai Paris, namun pengaruh terbesar setelah perang adalah pada lukisan dan patung yang datang dari De Sitjl., Konstruktivisme, dan Surealisme. Tahun-tahun puncak gerakan ini adalah pada masa Theo Van Doesburgh yaitu pendeta pertama asal Paris di De Stijl, dan pada masa Andre Breton dan Tristan Tzara (1920-1925). Secara bersamaan seperti terjadi pertentangan bahwa Purisme menawarkan pemurnian dan alternatiff kebebasan pada para penganut Kubisme pasca perang di Paris dan di De Stijl.14. Aliran Orphisme
Orphisme dapat ialah gaya seni lukis yang cenderung abstrak. Atau dapat juga dikatakan sebagai karya lukis "murni abstrak" yang dinyatakan di Paris antara akhir 1911 dan awal 1914. Sebagai gerakan yang diperlihatkan dalam karya cipta penyair Guillaume Apollinaire, yang memberi nama pada pameran Section d‘Or pada Oktober 1912. Dia berusaha memberi kategori variasi kecenderungan dalam kubisme (batasan sangat bebas) dan digunakan istilah "Orphic Cubism" untuk menyebut sejumlah pelukis yang bergerak dari pengakuan subject-matter. Orphisme tidak sepenuhnya sesuai dengan batasan Apollinaire yang juga mempunyai dua paham. Apollinaire membuat analisis yang dimulai dari beberapa bentuk seni yang tidak membutuhkan subject-matter dan mempercayakan pada bentuk dan warna untuk mengkomunikasikan gagasan serta perasaan.Para pengikut aliran ini dipengaruhi oleh kesadarannya sebagai manusia, serta mereka membebaskan diri dari kebentukan manusia. Dengan kata lain mengekspresikan dirinya ke dalam garis dan warna yang dinamis. Mereka menggantikan kekhususan perasaan manusia dengan sesuatu yang bersifat lembut dan ilusif.
15. Aliran Futurisme
Aliran Futurisme tergolong sebagai suatu aliran seni lukis modern yang termasuk langka. Ungkapan seni Futurisme didasari bukan oleh sekedar ketidakpuasan dari warisan seni yang ada, dan menciptakan idiom baru, tetapi merupakan ekspresi dan reaksi awal terhadap perkembangan teknologi dan industri.Gerakan revolusi Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah pergerakan seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20 ini, yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur.Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat perang dunia ke-1, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis, kemudian melepaskan materi-materi , elemen-elemen , dan nilai - nilai lama.
Nilai-nilai dari kaum Futuris, dimaksudkan untuk mengiringi dan mengimbangi pergeseran kebudayaan, kekuatan dinamis pasar yang luas, era permesinan, dan komunikasi global yang menurut argumentasi mereka tengah mengubah alam realitas dari kebudayaan dunia.
Konsep karya Futurisme didasari pemikiran bahwa energi alam harus ditampilkan di dalam karya seni sebagai sensasi dinamis yang dapat memecahkan suatu kesatuan realitas. Ia menjadi sesuatu yang baru dengan melalui penggunaan gerak dan cahaya.
Tokoh Seniman Aliran Futurisme ;
- Giacomo Balla, Italia
- Gino Severini (1883-1966), Italia
- Umberto Boccioni (1882—1916), Italia
- Fortunato Depero
- Lucio Venna, Venice
- Nocolay Diuldheroff, Bulgaria
- Filippo Tommaso Marinetti, Mesir
- Carlo Carra (1881-1966), Italia
16. Aliran Vortisisme
Futurisme adalah akselerasi imajinasi, yang tampak berstimulan melalui bidang datar, dan juga tampak kesan cubo-futurisme dari Nude Descending a Staircase-nya Marchell Duchamp. Sedangkan Vortisisme menghadirkan akselerasi ini secara mendalam, menghasilkan perspektif yang intensif dan cepat, sebagai sebuah vortex. Pound menulis: Imaji ini bukan suatu ide, namun suatu kumpulan yang saya bisa dan harus dipaksakan, yaitu vortex, dari dan melalui apa gagasan diwujudkan. Orang dapat menyebutnya dengan vortex. Maka dari sinilah berkembang menjadi Vortisisme.Kebrutalan tenaga merupakan karakteristik Vortisisme. Penganut terbaik aliran ini mendapat pengaruh kuat dari kesan mekanik yang barbar, kepedulian terhadap kebrutalan dengan ketidakbertanggungjawaban kontrol lingkungan yang kurang dalam ide seni kubisme dan romantiknya seni Futurisme. Hal inilah yang merupakan bentuk kontribusi yang signifikan dari aliran Vortisisme pada perkembangan seni abad ke-20.
Tokoh dari Aliran Vortisisme adalah, Wadsworth, Lewis, David Bomberg, Henri Gaudier-Brzeska
17. Aliran Dadaisme
Ciri khas karya seni Dadaisme ialah bagaimana penggunaan teknik dan cara menyatakan ekspresi yang serba nonkonvensional sehingga tampak aneh. Teori Dada ialah apabila dunia ini selama 300 tahun tidak bisa merencanakan perkembangannya, bagi seorang artis tidak mungkin pura-pura menemukan arti dalam kekacauan ini. Dada menolak setiap kode moral, sosial, maupun estetik. Pandangan estetik Dada ialah tidak ada estetika. Sikap kemuakan terhadap keadaan dunia, karena perang, karena kekacauan (pandangan Die Neue Sachlichkeit). Para seniman yang termasuk aliran ini antara lain : Max Ernst, Marchel Duchamp dan Schwitters18. Surealisme
Surealisme sesungguhnya pada awalnya bukan aliran seni lukis, namun seni sastra. Sebutan ini dikemukakan oleh penyair Perancis Guillaume Appololinaire dan dipakai untuk menjuduli naskah dramanya pada tahun 1917. Namun Surealisme akhirnya lebih populer sebagai aliran seni lukis. Aliran ini berlandaskan ilmu jiwa (psikologi) yang dipelopori golongan psiko-analisa Sigmun Freud. Kajian psiko-analisa menggali segala sesuatu yang berada di belakang kesadaran (bawah sadar) dalam proses kerja seniman. Pelopor dari aliran ini juga sering disebut golongan seni lukis metafisis seperti tampak pada karya Chirico dan Carra.Karya seni aliran ini menggambarkan sesuatu yang aneh, asing susunannya atau objek yang terdapat di dalamnya. Dalam perkembangannya, terdapat dua kecenderungan yaitu surealisme ekspresif dan surealisme murni.
Tokoh Seniman dari Aliran Surealisme adalah :
Henry Rousseau, Joan Miro, Carlo Carra, Jean Arp, Max Ernst, Paul Klee, Chirico, Andre Masson, Joan Miro, Marc Chagall, Salvador Dali, Yves Tangui, Rene Margritte, Roberto Matta19. Neoplastisisme - De STIJL
De Stijl atau gerakan Neoplastisisme berlangsung selama 14 tahun yaitu tahun 1917 – 1931, atas karakteristik yang penting dari kerja tiga orang seniman, yaitu Piet Mondrian, Theo Van Doesburgh, dan seorang arsitek Gernit Rietvield.Ahli sejarah seni Belanda H.L.C. Jaffe mengatakan bahwa prinsip plastis dan filosofis dari pergerakan De Stijl sesungguhnya berdiri sendiri.
Pergerakan De Stijl hadir dalam 2 bentuk hubungan konflasi, yang pertama yaitu filsafat neoplatonik dari seorang matematikawan Dr. Schoenmaekers di Bussum,pada tahun 1915 dan 1916. Pendapatnya berjudul ―The New Image of The World ― ( Suatu Gambaran Dunia Baru 0 dan prinsip-prinsip matematika plastis (The Principles of Plastic Mathematics / Beeldende Wiskunde ) dan yang kedua diterima dari konsep arsitektur Hendrik Petrus Berlage dan Frank Lloyd Wright.
Tokoh Seniman dari Aliran De STIJL adalah : Piet Mondrian, Theo Van Doesburgh, dan seorang arsitek Gernit Rietvield.
20. Aliran Konstruktivisme
Dalam wacana seni rupa, pengolahan kebentukan abstrak aliran Konstrukrivisme muncul didasari oleh suatu keadaan yang membelenggu kebebasan para seniman. Aliran Konstruktivisme sebenarnya bukan menjadi gaya dalam seni rupa, juga bukan gaya yang lainnya. Pada intinya merupakan ekspresi yang utama atas keterkurungan kehendak sehingga seniman diharuskan mempertinggi lingkup sosial, dan berhubungan dengan mesin produksi. Untuk itu dijalin hubungan dengan arsitek, grafikus, dan fotografer. Untuk menemukan bahan-bahan yang diperlukan dalam mewujudkan aspirasi, mengorganisasi dan menyelaraskan perasaan dari proletar revolusi, mereka menyebut dirinya bukan sebagai seni praktis tetapi wujud sosialisme dalam seni.Tokoh Seniman dari Aliran Konstruktivisme :
Louis Sullivan,muridnya Frank Lloyd Wright, Henry van Devele, dan Antonio Sant Elia, Vladimir Tatlin (1855-1953), Alexander Rodchenko (1891-1956), dan El Lissitzky (1890-1941)21. Ekspressionisme Abstrak
Charles Harrison (1994) menafsirkan tentang gejala aliran ekspresionisme abstrak sebagai fenomena bersejarah pada dekade tahun 40-an, saat lima orang seniman memperlihatkan perbedaan gaya masing-masing individual. Kelima orang seniman itu ialah Rothko (47 tahun), de Kooning (46 tahun), Newman (45 tahun), dan Pollock (38 tahun).Seni abstrak pada hakekatnya merupakan suatu kreasi yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang terlepas dari bentuk-bentuk yang ada di alam. Salah seorang pelopor seni abstrak adalah Wassily Kandinsky. Dia turut mempengaruhi munculnya beberapa aliran seni, termasuk di dalamnya Ekspresionisme Abstrak.
Istilah Ekspresionisme Abstrak pertama kali digunakan pada tahun 1919, yang digunakan untuk menjelaskan lukisan karya Wassily Kandinsky (1866-1944). Ekspresionisme Abstrak juga digunakan untuk menjelaskan lukisan Kandinsky.
Seni Ekspresionisme Abstrak bukan merupakan perwujudan ide sebagai gaya. Tetapi lebih cenderung sebagai wujud dari serangkaian aneka bakat individual para seniman. Hal tersebut berhubungan erat dengan sejarah munculnya Ekspresionisme Abstrak, sebagai hasil eksperimen individual para seniman yang relatif mengisolasikan diri sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an. Esensi dari Ekspresionisme Abstrak terletak dari spontanitas yang kuat dari seniman dalam berkarya terhadap kecenderungan gaya dari masing-masing pribadi.
Tokoh Seniman Aliran Ekspressionisme Abstrak adalah :
Hans Hoffmann, Arshile Gorky, Willem de Koooning, Jackson Pollock, Franz Kline, Bradley Walker Tomlin, Willian Baziotes, Mark Tobey, Philip Guston, James Brooks dan Conrad Marca-Relli22. Aliran Pop Art
Aliran Pop Art adalah Populer Art. Yang dimaksudkan bukan seni yang populer melainkan seni yang menggunakan obyek/benda yang populer sebagai subject-matter, dan berhubungan dengan imaji kebendaan di lingkungan sehari-hari. Istilah Pop Art sendiri dilontarkan pada tahun 1956 oleh Lawrence Alloway, orang Inggris, kurator N.Y. Gaugenheim Museum. Dia menyatakan bahwa kata Pop itu dipergunakan untuk menyatakan suatu pengertian yang luas, yaitu sikap seniman yang kembali pada kultur massa. Suatu penolakan terhadap snobisme di dalam seni dan anggapan bahwa semua yang nyata dan ada seharusnya menjadi seni, walaupun hanya barang biasa atau bahkan sebuah iklan. Pop Art sendiri baru diakui sebagai gaya seni pada tahun 1964.Tokoh Seniman dari Aliran Pop Art adalah :
Olden Burg, Rosenguist, Andy Warhol, Jim Dine, Lichtenstein23. Optical Art
Optical Art yang dialihbahasakan menjadi Seni Optik telah berkembang sebagai salah satu hasil karya seni rupa moderen. Seni Optik ini didasari oleh hasil penelitian dan penemuan dalam bidang ilmu fisika dan ilmu anatomi manusia. Hasil penelitian tersebut dikembangkan menjadi ilmu optik.Istilah Optic atau Retinal Art diterapkan pada karya-karya seni rupa dua dimensional yang sepenuhnya menggali dan memanfaatkan kekeliruan mata. Pada umumnya seni optik bertsifat abstrak, formal, dan eksak.
Seni optik dengan wujudnya yang khas berupa susunan geometris berulang-ulang, merupakan semacam usaha untuk mengeksploitir kelemahan mata dengan ilusi ruang (dan terkadang gerak semu).
Dengan kata lain bahwa Aliran Optical Art adalah seni dua dimensi, yang pada umumnya berbentuk abstrak, formal dan konstruktif melalui wujud yang khas dalam bentuk geometris dan perulangan teratur, rapi, teliti, sehingga dapat menimbulkan efek-efek optik yang mengecoh mata dengan ilusi ruang. Warna-warna yang digunakan kebanyakan warna cerah atau lightness tinggi dengan memberikan batas pada hue atau saturation yang tajam dan tegas.
Seni optik juga memiliki kualitas dinamis yang menghidupkan kesan-kesan dan sensasi-sensasi ilusorik pada diri pengamat, baik dalam struktur fisik mata maupun otaknya. Jadi dapat\ dikatakan bahwa seni optik berkenaan dengan cara ilusi yang paling mendasar dan bermakna. Tentu saja harus dapat dibedakan dengan ilusi-ilusi dalam karya seni rupa yang lainnya, sebab bagaimanapun juga semua karya seni rupa melibatkan unsur ilusi.. Ilusi memanfaatkan kemampuan pengamat untuk melengkapi kesan-kesan dalam pikiran dengan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya. Ilusi adalah proses yang merangsang imajinasi untuk menundukkan logiika kanvas dua dimensi.
Tokoh Seniman Aliran Optical Art :
Tokoh seniman optik yang sering dinamakan sebagai Bapak Seni Optik ialah M.C.Escher. Dia adalah seorang seniman grafis dari Belanda.Albers adalah seniman optik yang banyak menggali kemungkinan visualisasi optik pada karya lukisannya yang mendemonstrasikan semua nuansa relativiitas dan ketidakstabilan warna dan ketegasannya melalui berbagai interaksi
Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah adalah zaman ketika manusia belum meninggalkan bukti tertulis. Sedangkan zaman sejarah adalah zaman ketika manusia telah mengenal tulisan. Kedua zaman ini dapat ditemukan dengan cara yang berbeda. Misalnya pada zaman prasejarah tidak meninggalkan benda-benda hasil kebudayaan manusia. Maka untuk mengetahuinya para ahli sejarah melakukan penelitian dengan cara :
1. Melakukan ekskavasi untuk menemukan peninggalan budaya yang tertanam di tanah
2. Mempelajari kehidupan suku-suku terasing pada waktu sekarang yang masih hidup seperti di zaman nenek moyang manusia
Sejarah Senirupa Indonesia Zaman prasejarah secara garis besar terbagi atas zaman batu dan zaman logam. Karya-karya seni rupa yang diciptakan pada masa itu umumnya sebagai media upacara dan bersifat simbolis. Seni rupa zaman prasejarah dapat dikelompokkan sebagai berikut.
punden, dolmen, sarkofagus, dan meja batu.
Kubur Batu dan Menhir yang terdapat ditanah Toraja Sulawesi Selatang, dan Sarkofagus serta Patung Megalit yang terdapat di Pasemah Pelambang.
Sejarah Seni rupa Indonesia zaman batu :
Pada zaman batu, peralatan yang digunakan dibuat dari batu.Urutan Jaman Prasejarah Zaman batu terbagi atas :
- Zaman Paleolitikum ( Batu Tua ) : Manusia Nomaden
- Zaman Mesolitikum (Batu Tengah) : Manusia Tinggal di Goa
- Zaman Neolitikum ( Batu Muda) : Manusia tinggal menetap mendirikan rumah kayu.
- Zaman Megalitikum (Batu Besar) : Manusia pada saat itu Mengenal Pemujaan.
1) Seni bangunan
Pada zaman Megalithikum banyak menghasilkan bangunan dari batu yang berukuran besar, sepertipunden, dolmen, sarkofagus, dan meja batu.
Kubur Batu dan Menhir yang terdapat ditanah Toraja Sulawesi Selatang, dan Sarkofagus serta Patung Megalit yang terdapat di Pasemah Pelambang.
![]() |
| Dolmen |
2) Seni patung
Seni patung Peninggalan zaman Neolithikum berupa patung - patung penggambaran leluhur yang terbuat dari kayu dan batu. Peninggalan zaman Megalithikum, berupa patung-patung berukuran besar.
Gowawambea" merupakan peninggalan budaya megalitikum.
Tempat: Desa Onolimbu, Kecamatan Sirombu, Nias, Sumatera Utara.
Tempat: Desa Onolimbu, Kecamatan Sirombu, Nias, Sumatera Utara.
3) Seni lukis
Peninggalan zaman Mesolithikum berupa lukisan cap jari dan lukisan yang menggambarkan perburuan binatang yang ditempatkan pada dinding-dinding gua. Pada zaman Neolithikum dan Megalithikum, lukisan diterapkan pada bangunan, benda-benda kerajinan, dan hiasan ornamen.
![]() |
| Lukisan Babi Hutan - Lukisan Rusa - dan Lukisan Cap Jari yang terdapat di Gua Leang-leang Maros Sulawesi Selatan |
Seni rupa zaman logam (zaman perunggu)
Pada zaman logam, peralatan yang dibuat dan digunakan berasal dari benda logam. Peninggalan zaman logam berupa benda-benda kerajinan dari perunggu, sepertiganderang, kapak, bejana, patung, dan perhiasan. Karya seni tersebut dibuat dengan teknik cor (cetak), yang dikenal dengan teknik bivalve (tuang berulang) dan teknik a cire perdue (tuang sekali pakai).
![]() |
| Nekara - Moko |
Kapak coro dan Nekara anda juga bisa lihat pada gambar yang pertama diatas.
Sejarah Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah dibagi berdasarkan perkembangan kebudayaan manusia, maka pada Zaman prasejarah meliputi empat masa antara lain :
- Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, serta alat yang digunakan dibuat dari batu.
- Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, serta alat yang digunakan dibuat dari batu yang sudah dibentuk
- Masa bercocok tanam, dan alat-alat yang digunakan sudah lebih halus dan bagus.
- Masa Perundagian (perindustrian), alat-alat dipergunakan selain dibuat dari batu juga dari logam.
Kelangsungan Keberadaan Senirupa Indonesia Zaman Prasejarah
- Sejarah senirupa terkait dengan peninggalan saat ini pada masa akhir tarikh masehi terakhir banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan hindu yang sudah matang yang berasal dari India.
- Tetapi budaya asing seperti hindu masuk berpengaruh pada budaya lokal yang tidak mudah hilang, seperti ritual atau semangat ritus terhadap roh nenek moyag sangat kental maka terjadi akulturasi budaya sebagai lokal genius bangsa Indonesia.
- Punden berundak adalah contoh nilai architektur yang penuh simbol akan makna filosofi banyak terdapat pada peninggalan candi seperti sukuh (abad XV), Borobudur (jaman Samaratungga) dll.
- Kesenian Prasejarah masih berlangsung saat ini meskipun terhimpit budaya dari luar. (Nias dan Papua).Manivestasi Tugu adalah menhir pada jaman megalithikum.
![]() |
| Punden Berundak di Situs Gunung Padang-Jabar |
![]() |
| Gowawambea |
![]() |
| Peti Kubur-Cipari Kuningan |
![]() |
| Candi sukuh abad XV |
![]() |
| Sarkofagus di Sumba |
![]() |
| Waruga di Minahasa |
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

























