-
Tampilkan postingan dengan label Renaissance. Tampilkan semua postingan
Senirupa Renaissance Atau Renesan
Sebelumnya blog senirupa pernah membahas tentang gerakan dan aliran dalam senirupa, disitu admin memaparkan semua aliran yang admin tahu dalam dunia senirupa dan salah satunya adalah aliran senirupa Renesan atau Renaissance yang admin bahas hanya sebagian dari garis besarnya saja. Dan kali ini kami akan mencoba memaparkannya dengan lebih terperinci kepada anda semua.
Aliran Senirupa Renaissance Atau Renesan
Pada akhir abad kegelapan, Giotto (1266-1337) tampil berkarya dengan pendekatan yang berbeda dengan tokoh sebelumnya. Ia berkarya dengan menggunakan pandangan yang melepaskan diri dari tradisi ajaran Kristiani. Dengan ketajaman pengamatannya, Giotto mencoba untuk menggambarkan subject-matter dengan apa adanya. Ada semacam kekuatan manusiawi dalam melahirkan karya seni dalam diri Giotto. Sebagai seorang pencipta seni, ada kesan yang kuat, bahwa dirinya seakan-akan telah melahirkan kembali seni Yunani yang sudah berabad-abad terpendam itu. Setelah Giotto, bermunculan beberapa pendukung dan pengikutnya yang juga memperjuangkan jalan yang telah dirintis Giotto sebelumnya. Tokoh-tokoh inilah yang juga telah melintasi beberapa abad, akhirnya sampai pada akhir zaman Renesan itu. Renesan dengan kecenderungan mengungkapkan gaya seni naturalisme dengan kekuatan utama dalam menggunakan kaidah-kaidah seni klasik.
Pengertian dan Ciri Karya Seni Rupa Renesan
Kata Renesan (bahasa Perancis: Renaissance) dipungut dari kata Itali Rinascita (abad ke-16). Kata lainnya yang memiliki arti sama: rebirth (bahasa Inggris) yang artinya kelahiran kembali. Kata Itali, Rinascita, dipakai oleh Vassari (ahli sejarah) dalam bukunya Lives of The Painters (1550) untuk memberikan pengertian kelahiran kembali bentuk dn ide purba dalam karya seni Giotto. Para ahli kebudayaan modern menggunakan istilah ini sebagai gejala kebudayaan dari abad ke-15 dan 16 di Itali.
Ciri utama dari karya seni rupa Renaissance ini ialah gaya seni naturalisme. Seni naturalisme Renaissance merupakan kelahiran kembali nilai-nilai seni klasik, yang mencapai puncaknya sekitar tahun 1500-1527. Pusat gerakan Renesan adalah kota Florence berdasarkan pendapat ahli sejarah kesenian umum. Gerakan ini dikelompokkan ke dalam tiga periode perkembangan (Yudoseputro, 1987):
- Renesan Awal (sekitar tahun 1410-1500)
- Renesan Tinggi (sekitar tahun 1500-1527)
- Renesan Akhir (sekitar tahun 1527-1570)
Pembagian tiga periode Renesan itu didasari oleh adanya tiga kecenderungan karakteristik gaya (segi teknis dan estetis). Renesan awal memperlihatkan adanya gaya perintisan naturalisme yang belum sempurna. Renesan tinggi tampak menampilkan karya yang lebih idealistik dengan tingkat pencapaian teknik yang mapan. Pada Renesan akhir perkembangan mengalami penurunan kualitas ideal klasik, sebab idenya hanya berkisar pada peniruan gaya naturalisme lama.
Seniman periode kesatu: Mantegna dari Padua, Piero Della Fransesca dari Urbino, dan Giovanni Bellini dari Venesia.
Seniman periode kedua: Leonardo da Vinci, dan Michelangelo dari Florence, diikuti oleh Raphael, Bramante (arsitek yang mendisain SDt. Peter – pusat kesenian Roma). Di Venesia dan Parma (disebut juga gaya Venesia) bekerja seniman Giovanni Bellini, Titian, Giorgione, dan Corregio.
Seniman periode ketiga: golongan Manneriot (Manirisme). Seniman yang disebut pula oleh Janson (1989:207) sebagai the great masternya dari abad ini adalah Leonardo, Bramante, Michelangelo, Raphael, dan Titian.
Jika dianalisis beberapa karya seni rupa Renesan, tampak gerakan ini memiliki tujuan untuk:
a. menghidupkan kembali sebagai ideal seniman;
b. kebebasan pribadi, tetapi tetap karyanya sebagai reproduksi akurat dari bentuk luar dunia (alam).
Untuk mencapai tujuan kedua, yaitu meniru bentuk luar dunia secara akurat, dibutuhkan berbagai teknik melukis atau berkarya seni rupa. Pada masa ini ditemukan beberapa teknik penting untuk menghasilkan gaya kebentukan Naturalisme. Penemuan teknik tersebut ialah:
- Penemuan perspektif matematis untuk melukiskan bentuk dan ruang yang tiga dimensional ke dalam bidang datar (dua dimensional). Misalnya dalam melukiskan pemandangan alam, benda yang memiliki kepejalan, serta atmosfir diperlukan teknik perspektif yang rasional ini, yang jauh tampak jauh, dan yang dekat terkesan dekat pula. Benda yang pejal dan masif berkesan pejal dan masif pula.
- Untuk mempermudah melukis dengan teknik perspektif itu diperlukan media cat yang baik. Tampaknya penggunaan cat minyak pengganti tempera merupakan temuan yang mendukung pencapaian gelap terang dan kesan atmosfir suatu pandangan. Teknik cat minyak ini lebih memungkinkan pencapaian kesan adanya cahaya dan bayangan, serta nada warna. Pelukis Leonardo da Vinci terkenal dengan gayanya yang cukup baik dalam melukiskan kesan atmosfir (sfumato).
Tema seni Renesan atau Renaissance bersumber dari seni budaya Klasik Yunani dan Romawi purba. Namun dilihat dari keseluruhan karyanya bersifat pribadi (humanistis), misalnya pada karya seni lukis, seni patung, dan arsitektur. Tema yang lain misalnya tema lanskap (pemandangan alam), potret, dan tema- tema sekular.
Seniman Renesan atau Renaissance adalah seniman yang teguh pendirian dalam mengembangkan dan melestarikan seni klasik Yunani dan Romawi. Namun pada fase Renesan akhir (1527-1570), terlihat adanya kejenuhan dalam berkarya lukis dengan kaidah naturalisme. Ada kecenderungan seniman mengulang-ulang karya yang sudah ada, tanpa memperkayanya dengan imajinasi mereka. Hal inilah yang membuat gaya ini sebagai manirisme karena para pelukis hanya dengan meniru dan meniru tipe lukisan yang sudah ada (misalnya latar lanskap pada lukisan potret), tanpa membuat reka-rupa latar yang lain. Keahlian dalam hal teknis/cara-cara (manner) berkarya seni yang naturalistis sudah sangat baik.
Jika kita kaji seni rupa Renesan atau Renaissance, sebenarnya sudah merintis pemunculan individu dalam berkarya seni, dan melepaskan seni dari agama secara bertahap.
Hal ini ditegaskan oleh Soedarso Sp dalam buku Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern (2000:14): "Namun beberapa abad sesudah itulah para seniman betul-betul merupakan individu-individu yang bebas karena sesudah masa Renaissance mereka sekedar berganti tuan, dari menghambakan diri kepada gereja beralih kepada raja. Tentu saja pergantian tuan ini menimbulkan juga pergantian tema lukisan, dari menggambarkan cerita-cerita religius berubah jadi tema- tema kesukaan raja, khususnya raja-raja yang absolut. Misalnya adegan dari mitologi yang menggairahkan, yang cocok untuk menghias dinding-dinding istana. Tradisi seni klasik berlangsung berabad-abad tanpa perubahan orientasi dan tanpa perubahan idealisme yang berarti. Tidak ada pula ide- ide ataupun konsep-konsep baru dalam seni, yang ada hanyalah perbedaan- perbedaan obyek lukisan saja, yang ini melukiskan bidadari mandi, yang itu bidadari duduk, dan sebagainya."
Karya Seni dan Biografi Andrea Mantegna
Andrea Mantegna adalah salah seorang Tokoh Senirupa Renesan atau Renaissance, tepatnya pada periode pertama masa itu. yang sudah kami bahas pada posting yang berjudul Senirupa Renaissance yang bisa anda baca dengan link diatas. Senirupa Renaissance dengan Andrea Mantegna sebagai tokohnya memiliki karya seni yang beraliran Naturalis, dan karya senirupa pada masa itu lebih banyak menggambarkan suasana spritual dan keagamaan. yang anda bisa apresiasi di akhir postingan karya seni dan Biografi Andrea Mantegna ini.
Biography :
Andrea Mantegna sendiri lahir di sekitar Padua dekat Vicenza Italia, sekitar tahun 1431 sampai dengan 13 September 1506. Mantegna adalah salah satu seniman besar Art Paintings zaman Renaissance dari Italia. Ia adalah seorang putra dari Jacopo Bellini dan Saudara ipar dari Giovanni Bellini. ia tekun mempelajari arkeologi.Ketika ia berusia sekitar 10 tahun dia diadopsi oleh Francesco Squarcione, seorang guru seni di Padua. Keterampilan Mantegna sebagai seniman dikembangkan dengan cepat, dan pada usia 17 dia mendirikan bengkelnya sendiri, menyatakan bahwa ia tidak lagi memungkinkan Squarcione untuk mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan bakatnya.
Seperti banyak seniman lain pada saat itu, Mantegna berkesperimen dengan grafis, perspektif dan dikenal sebagai pemahat. Mantegna dicap tokoh heroik, yang sering menggunakan perspektif dramatis yang memberikan pemirsa ilusi melihat dari bawah. Efeknya adalah agak sama dengan melihat ke atas dari permukaan tanah di patung terpasang pada alas.karya Mantegna juga banyak dipengaruhi oleh karya Donatello dari sejak dini. Karakteristik pekerjaan Mantegna adalah warna-warna cerah, perspektif linier yang kuat dan garis-garis tajam. Subyek ini kebanyakan klasik atau agama. Dalam perhatiannya untuk rincian dan gambar lukisannya, Mantegna juga dipengaruhi oleh master Flemish seperti Van Eyck.
Seperti banyak seniman lain pada saat itu, Mantegna berkesperimen dengan grafis, perspektif dan dikenal sebagai pemahat. Mantegna dicap tokoh heroik, yang sering menggunakan perspektif dramatis yang memberikan pemirsa ilusi melihat dari bawah. Efeknya adalah agak sama dengan melihat ke atas dari permukaan tanah di patung terpasang pada alas.karya Mantegna juga banyak dipengaruhi oleh karya Donatello dari sejak dini. Karakteristik pekerjaan Mantegna adalah warna-warna cerah, perspektif linier yang kuat dan garis-garis tajam. Subyek ini kebanyakan klasik atau agama. Dalam perhatiannya untuk rincian dan gambar lukisannya, Mantegna juga dipengaruhi oleh master Flemish seperti Van Eyck.
Ada banyak minat di Padua pada waktu dalam mengumpulkan dan mempelajari barang antik Romawi. Mantegna mengenal banyak para ulama dan antiquarians yang terlibat dalam pekerjaan ini, dan pengetahuannya tentang budaya Romawi kuno jelas dalam seni.
Lukisannya membantu mendorong minat dalam kebangkitan kembali bentuk-bentuk klasik. Pada tahun 1453 Mantegna menikah dengan Nicolosia Bellini, saudara Giovanni Bellini dan bukan Yahudi, juga seniman, dan keduanya melakukan pekerjaan yang menunjukkan pengaruh Mantegna pada saat itu.
Mantegna tetap berada di Padua sampai 1459, dan kemudian Ludovico Gonzaga membujuknya untuk pindah ke Mantua. Dia bekerja untuk keluarga Gonzaga selama sisa hidupnya. Bagi mereka Mantegna menciptakan beberapa lukisannya terbesar. Dalam satu karya terkenal, yang disebut Kamera degli Sposi (ruang pernikahan), ia melukis dinding dan langit-langit ruang interior kecil, mengubahnya menjadi sebuah paviliun terbuka. Pada langit-langit kubah dicat terbuka ke langit, dengan laki-laki dicat dan wanita melihat ke bawah dari atas. Kamar ini menciptakan semacam ilusi menjadi sangat populer di era barok dari tahun 1600-an.Para altarpiece untuk Zeno di Verona San adalah salah satu karya Mantegna paling terkenal, seperti mural di Kamera degli Sposi (kamar pengantin) di Palazzo Ducale di Mantua (1468-1474). Komposisi Karyanya dan struktur telah menginspirasi banyak seniman.
Mantegna meninggal di Mantua pada 1506 dan menerima penghargaan khusus dengan memiliki sebuah kapel pemakaman di gereja Santa Andrea didedikasikan untuk menghormatinya.
Karya Seni Andrea Mantegna :
![]() |
| The Adoration of the Magi - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The Resurrection - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Adoration of the Shepherds - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Altar Piece - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Bacchanal with silenus - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Death of the Virgin - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Judith and Holofernes - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Judith with the head of Holofernes - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Madonna and Child with Cherubs - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Madonna and Child - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Madonna and Child - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The Agony in the Garden - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The dead Christ - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The Resurrection - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Mars and Venus - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| Noli me tangere - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The Court of Mantua - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| View of the West and North Walls - Karya Seni Andrea Mantegna |
![]() |
| The Crucifixion - Karya Seni Andrea Mantegna |
Karya dan Biografi Leonardo Da Vinci
Leonardo Da Vinci dilahirkan di Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 – meninggal di Clos Luce, Perancis, pada tanggal 2 Mei 1519 tepatnya waktu Leonardo Davinci berumur 67 tahun. Leonardo Da Vinci merupakan anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina. Ia memiliki nama lengkap Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero dari kota Vinci. Dia adalah seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis zaman Renaisans di Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai manusia genius universal.
Leonardo Da Vinci terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.
Pada usia belia, Leonardo Da Vinci sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze. Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis, Leonardo Da Vinci juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain.
Pada tahun 1481 Leonardo Da Vinci pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana. Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma.
Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangelo dalam merancang katedral Santo Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman.
Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.
Maha karyanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris.
Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.
Leonardo da Vinci wafat di Clos Luce, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.
Setelah meninggal dunianya, sangat kuat ditengarai bahwa Leonardo pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat.
Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'.
Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan pelacur diperistri oleh Yesus. Namun semua hal tersebut tidak terbukti kebenarannya, hingga saat ini, sehingga tudingan ini hanya dianggap sebagai langkah untuk memojokkan posisi umat Kristiani.
Lukisan tidak saja mencerminkan luarnya benda, pendapat Da Vinci: yang dimaksud dengan Seni lukis adalah segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, yang dasarnya alami dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang manusia, lalu diekspresikan dalam bentuk gambar.
Menurut Leonardo Da Vinci, Ilmu pengetahuan dan seni lukis ada hubungannya, misalnya gambar manusia, dia pernah melakukan sebuah percobaan (membedah mayat agar dapat mengerti anatomi tubuh manusia).
Sehingga dalam lukisannya, dia selalu dengan tepat menangkap gerakan otot di bawah lapisan kulit, maka hasil lukisannya sangat halus, dan cermat, contohnya: sketsa tangannya yang masih tersimpan hingga kini, setiap goresannya sangat indah, goresan penanya juga jelas, hal ini jarang dijumpai pada saat itu. Terutama pada bagian mata dan rambut, tidak saja lembut, juga mengandung suatu daya tarik. Ini menunjukan kematangan, kemampuan lukis tingkat tinggi.
Meskipun Leonardo Da Vinci adalah ilmuwan yang luar biasa, tapi pada dasarnya, dia masih tetap milik dunia seni. Dia memadukan ilmu dengan seni, dan tidak karena mengejar kebenaranilmu lalu melupakan keindahan.
Saat itu banyak seniman yang menggemari teknik gambar nyata. Orang - orang ini meski bisa dengan tepat menggambar bentuk dari bagian sesuatu, namun melupakan segi keindahan yang utuh. Sehingga memberi kesan rumit. Pada kenyataannya, perkembangan seni di zaman pemulihan budaya, perpaduan antara sifat nyata dan mempertahankan keindahan menyeluruh secara untuh, hanya Da Vinci yang paling menonjol.
Meski sepanjang hidup Leonardo Da Vinci tak henti - hentinya mengejar kemauan dan tak pernah mengenal puas, sehingga meninggalkan setumpuk sketsa, namun karya yang benar - benar selesai tidaklah banyak, hal ini amat disayangkan bagi sang genius dan bagi dunia seni.
Langganan:
Postingan (Atom)












































