-
Tampilkan postingan dengan label Pemain Timnas. Tampilkan semua postingan
Bambang Pamungkas Isyaratkan Kembali Merumput
Bambang Pamungkas memimpin para mantan penggawa tim nasional Indonesia yang bermain dengan nama Indonesia Red pada laga bertajuk Battle Of Red, Rabu (23/10) malam). Indonesia Red pun sukses menang tipis atas United Red yang terdiri dari mantan pemain Manchester United, termasuk Michael Owen dan Louis Saha.
Pada laga itu meski tidak mencetak gol, Bepe tampil sebagai kapten dan mendapat sambutan hangat dari penonton yang merindu akan aksinya di lapangan hijau. Bepe sendiri mengaku sempat merasa gugup karena sudah lama tidak bertanding.
“Sejujurnya cukup nervous karena ini pertandingan pertama setelah delapan bulan. Saya cukup bersyukur sampai 70 menit tidak kram,” katanya saat konferensi pers usai laga tersebut.
Ia pun tak menutupi bahwa dirinya kemungkinan akan kembali merumput, namun iya tidak menyebutkan akan bermain di klub mana musim depan.
"Insya Allah tahun depan saya akan main lagi," ujar Bepe. Saat ditanya spesifik mengenai klub mana yang akan ia labuhi ia menjawab "Kita lihat nanti,".
Pada laga itu meski tidak mencetak gol, Bepe tampil sebagai kapten dan mendapat sambutan hangat dari penonton yang merindu akan aksinya di lapangan hijau. Bepe sendiri mengaku sempat merasa gugup karena sudah lama tidak bertanding.
“Sejujurnya cukup nervous karena ini pertandingan pertama setelah delapan bulan. Saya cukup bersyukur sampai 70 menit tidak kram,” katanya saat konferensi pers usai laga tersebut.
Ia pun tak menutupi bahwa dirinya kemungkinan akan kembali merumput, namun iya tidak menyebutkan akan bermain di klub mana musim depan.
"Insya Allah tahun depan saya akan main lagi," ujar Bepe. Saat ditanya spesifik mengenai klub mana yang akan ia labuhi ia menjawab "Kita lihat nanti,".
Timnas Ke Eropa, Paulo Sitanggang Pilih ke Inggris
![]() |
| Paulo Sitanggang - NET |
Salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang lebih memilih ke Inggiris.
PSSI melakukan ini sebagai persiapan, sebelum berlaga pada putaran final Piala Asia U 19 di Myanmar pada Oktober 2014. Program ini dilakukan untuk jangka panjang.
Di sana mereka akan mencar lawan yang sepadan supaya kualitas meningkat. Mereka di luar negeri sekitar 3 bulan. Namun, dalam pengiriman tim ke luar negeri memerlukan biaya yang cukup mahal. Untuk itu, PSSI masih mencari dana dan sponsor.
Saat dihubungi, salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang mengaku, sangat senang jika wacana itu benar-benar menjadi nyata.
Karena dengan adanya pelatihan di Eropa itu dipastikan akan meningkatkan skill dan pengalaman bermain bola . "Ya, sangat senang kalau di panggil timnas untuk sekolah di Eropa, pastinya saya akan bermain dengan maksimal dalam pelatihan itu,"katanya, Senin (21/10).
Saat ditanya untuk memilih berlatih ke Spanyol atau Inggris. Paulo memilih ke Inggris, karena menurutnya berlatih di sana pastinya sangat bagus dan banyak ilmu yang didapat.
Paulo merupakan pemain timnas U 19 yang berposisi di gelandang. Saat di timnas yang membawanya menjuarai Piala AFF dan menghantarkan ke putaran final AFC ini sering dimainkan oleh pelatih timnas U 19, Indra Sjafri. (jawapos)
Gavin Kwan Adsit Siap Perkuat Kembali Timnas U-19
![]() |
| Gavin Kwan Adsit - NET |
Gavin Kwan Adsit yang kini memperkuat klub Rumania, CFR Cluj Reserves, pernah membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara turnamen HKFA pada Februari 2013. Pemain berusia 17 tahun itu juga terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.
Setelah bermain di CFR Cluj, kemampuan Gavin Kwan Adsit kian meningkat tajam. Ia pun mengaku ia ingin memperkuat Timnas Indonesia U-19. “Saya ingin memperkuat Timnas U-19. Saya siap terbang ke Indonesia apabila dibutuhkan dan dipanggil,” ungkapnya singkat kepada wartawan.
Gavin Kwan Adsit pernah mengikuti seleksi Timnas U-19 menjelang turnamen Piala AFF U-19. Akan tetapi tawaran dari CFR Cluj menghampirinya, sehingga Gavin pun terpaksa meninggalkan proses seleksi.[republika]
Evan Dimas: Korea Tim Hebat, Tapi Kami Tak Takut!
![]() |
| Evan Dimnas - VIVA |
"Korea adalah tim hebat, tapi kami tak takut. Makanya kita harus bekerja keras untuk melawan Korea. Kita harus menang," kata pemain yang sudah mengoleksi satu gol selama kualifikasi Piala AFC U-19 itu.
Korea Selatan yang sejak awal menargetkan lolos otomatis ke putaran final Piala AFC U-19 2014 sudah dalam kondisi terbaik. Pola permainan anak asuh Kim Sang Ho ini terus meningkat jika dilihat dari jumlah gol yang diciptakan.
Ksatria Taeguk itu mampu mengalahkan Filipina, 4-0. Selanjutnya mampu mengandaskan Laos dengan skor telak 5-1. Dari skill individu pemain juga tidak bisa diragukan. Dua pemainnya yaitu Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin bahkan mampu mencetak hattrick.
Namun hal tersebut tak membuat Evan takut. Pemain asal Surabaya yang telah mempersembahkan tropi juara Piala AFF U-19 tersebut bertekad membawa timnya bertanding di level yang lebih tinggi. (Antara/lip6)
Indra Sjafri: Bilang Sama Korsel Hati-hati Dengan Yabes!
![]() |
| Yabes Roni - JPNN |
Pelatih Indra Sjafri memang sejak awal sudah menjanjikan Yabes sebagai kartu truf. Hal itu terbukti di pertandingan melawan Filipina.
Yabes dimasukkan di menit 69 menggantikan Dinan Yahdian Javier. Hal itu tidak disia-siakan pemain asal Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Yabes beberapa kali memperlihatkan aksi menawan.
Puncaknya terjadi di menit 83. Mendapat umpan tarik dari Paulo Sitanggang, Yabes melakukan solo run. Aksinya diakhiri dengan tendangan terarah yang merobek jala gawang Filipina.
"Sesuai janji saya, Yabes akan jadi kartu truf. Bilang sama Korsel hati-hati dengan Yabes besok," tegas Indra Sjafri, usai pertandingan melawan Filipina.
Ia mengatakan, hasil 2-0 tidak akan menyurutkan optimismenya untuk lolos ke Piala Asia. "Jangan diredam optimisme kami karena kami akan berusaha untuk mengalahan Korsel tidak beharap pada agresitivitas gol," tegasnya.
Ia mengatakan, Timnya sudah sudah menganalisa tim Korsel. Dari statistik, kata Indra, Korsel mengalami penurunan. "Statistik mereka turun, mudah-mudahan besok mereka turun lagi," ungkapnya. (jawapos)
Tak Kunjung Nongol, Duo Wanggai Dicoret Dari Timnas Senior
![]() |
| Duo Wanggai - IST |
Asisten pelatih Timnas senior Yeyen Tumena menerangkan jika keduanya sudah absen sejak TC digelar pada Jumat (4/10). "Mereka tidak memberikan penjelasan apa-apa. Karena itu, tim pelatih akhirnya memutuskan untuk mencoret keduanya," kata Yeyen Tumena.
Dilanjutkannya, tim pelatih tidak ingin terganggu dengan pencoretan tersebut. Sebab, laga lawan China dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C, semakin dekat alias pada 15 Oktober mendatang.
"Kami sudah menentukan penggantinya, yakni Ahmad Jufrianto dari Sriwijaya FC dan Juan Revi dari PSS Sleman," tuturnya.
Tim pelatih juga telah mencoret penyerang Persib Bandung, Sergio van Dijk akibat cedera di bagian paha. Guna mengisi posisi kosong tersebut, lalu digantikan M. Nur Iskandar asal klub Semen Padang. [bolanet]
Hanya Main Satu Babak, Andik Cetak Gol Perdana Di Jepang
![]() |
| Andik - Sport Satu |
Meski timnya di babak pertama kalah, 1-3, Andik mencetak satu gol. Pertimbangan faktor stamina, yang membuat Andik hanya bermain satu babak saja. Hanya kesempatan ikut latihan dengan Ventforet masih dimiliki dalam beberapa hari ke depan.

Sedangkan usai membela setengah babak Ventforet saat menjamu Shimizu S Pulse di laga uji coba ini, Andik langsung jadi buruan sejumlah jurnalis lokal. Andik pada saat sesi wawancara itu didampingi Jeniffer, seorang karyawan Dinas Pariwisasta yang bekerja di Negeri Sakura.
Jennifer pun dengan sabar menjadi penerjemah bagi Andik pada momen ini. Dan, pemain Persebaya 1927 itu mengakui gol itu adalah bagian dari usaha dan keseriusan dia dalam menjalani laga trial ini.
”Gol itu mudah atau tidak, bukan saya yang menilai tapi orang yang melihat yang berhak menilai. Saya hanya berusaha serius menjalani trial ini. Ini mungkin bagian dari kerja keras saya,” kata Andik.[sportsatu]
Pemain IPL Ini Kembali Dipanggil Timnas U-23
![]() |
| Ghozali Muharam - NET |
"Manajemen setuju saya dipanggil Timnas. Hari ini saya berangkat bergabung bersama teman-teman yang lain," kata Ghozali di Medan, Ahad (6/10).
Ghozali akan bergabung bersama pemain lainnya seperti Kurnia Meiga, Andik Vermansyah, Oktavianus Maniani, Alvin Ismail Tuasalamony, Saymsir Alam dan lainnya yang akan menjalani training center (TC) dibawah asuhan pelatih Rahmad Darmawan di Universitas Negeri Yogyakarta, 6-27 Oktober 2013.
Ghozali yang bisa menggunakan nomor punggung 10 di Pro Duta FC ini mengaku bangga kembali dipanggil memperkuat "Merah Putih", dan kedua kalinya tampil diajang Sea Games. Ia mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan, untuk masuk dalam skuad Garuda muda.
"Ini yang kedua kali saya dipanggil Timnas untuk memperkuat Timnas di Sea Games. Persiapan fisik tidak ada yang fokus, karena latihan tiap hari dengan tim. Hanya persiapan mental saya yang utama," katanya.
Dipanggilnya pemain lincah dan enerjik ini mendapat restu Pro Duta FC, dan manajemen menyetujui terpilihnya Ghozali mewakili tim dalam skuad Merah Putih.
"Untuk merah putih, tidak mungkin manajemen menghalangi. Tentu kita perbolehkan pemain dipanggil Timnas. Ini juga suatu kebanggaan bagi tim," kata Manajer Tim Pro Duta FC Ansyari Lubis.
Disinggung hilangnya Ghozali memperkuat Pro Duta FC dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL), menurut Ansyari, hal tersebut tidak menjadi masalah buat tim. Karena ia masih memiliki pemain lainnya yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan Ghozali seperti Girts Karlson dan Yusuf Effendi, Donny F Siregar.
"Namun tenaganya Ghozali tetap kita harapkan bisa memperkuat Pro Duta. Nanti tiga hari sebelum pertandingan Play Off, Ghozali akan balik ke klub. Artinya kita sudah koordinasi dengan coach Timnas," katanya.[antara]
Pelatih Ventforet Kofu Puji Penampilan Andik Vermansyah
![]() |
| Andik - GOAL |
Berdasar keterangan pihak Ventforet kepada pemimpin redaksi Goal Jepang Cesare Polenghi, striker tim nasional Indonesia U-23 tersebut yang dimainkan sebagao starter, dan tampil selama 60 menit, langsung memperlihatkan peranannya bagi tim reserves Ventforet.
Walau baru bergabung dengan tim satu hari sebelum laga, Andik tetap bisa memperlihatkan performa terbaiknya. Di laga ini, Andik mencetak gol ketika laga berjalan setengah jam. Gol ini berawal dari aksi Andik yang menggiring bola, dan melepaskan tendangan kaki kiri untuk menjebol gawang S-Pulse.
Gol tersebut disambut meriah sekitar 2.000 penonton, sebagian besar warga Indonesia yang berada di Jepang. Usai laga, sejumlah warga Indonesia menyempatkan diri untuk berfoto bersama Andik.
“Dia punya skill dan kecepatan. Sekalipun dia baru bergabung dengan tim, dia bermain cukup baik,” puji Jofuku yang menyaksikan laga tersebut.
Andik menjalani trial di Ventforet hingga 10 Oktober 2013. Pemain bertubuh mungil ini pun berharap dirinya dilirik tim utama Ventforet, sehingga bisa berkarir di Jepang.[goal]
Jika Dipanggil Timnas U-23, Evan Dimas Siap
![]() |
| Evan Dimas - NET |
Kapten timnas U-19 itu disinyalir sebagai salah satu dari dua pemain yang diminati Rahmad untuk mengikuti pelatnas timnas yang diproyeksikan menuju SEA Games 2013 di Myanmar itu. Selain Evan Dimas, ada nama bek Hansamu Yama Pranata.
"Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan. Kalau diminta, saya sih siap-siap saja. Itu timnas U-23, jadi pasti akan kasih yang terbaik," kata Evan Dimas di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (3/10).
Evan Dimas mengakui sudah siap bersaing dengan para pemain yang level usianya berada di atasnya. "Memang berbeda usia. Saat ini, saya 18 tahun. Yang, jadi masalah mungkin kalau di luar lapangan. Pasti ada rasa canggung dengan senior. Tapi di lapangan pasti berbeda, saya akan menunjukkan yang terbaik,” tegas pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995 itu.
2 Pemain Dari Klub Yang Tak Di Akui PSSI Di Panggil Timnas Senior
![]() |
| Taufik dan Andik - NET |
Kedua pemain Persebaya 1927 itu adalah Andik Vermansyah dan M Taufik. Bersama 22 pemain lainnya, Andik dan Taufik akan mengikuti Training Centre (TC) di Agrowisata Batu, Jawa Timur, 4 - 12 Oktober 2013.
Dalam rilis yang disampaikan Badan Tim Nasional (BTN) ke wartawan, timnas senior baru akan berangkat ke Jakarta ada 12 Oktober 2013. (abu/jpnn)
Berikut 24 pemain timnas senior yang disiapkan menghadapi China di Pra Piala Asia:
1. Choirul Huda (Persela Lamongan)
2. I Made Wirawan (Persib Bandung)
3. Dian Agus Prasetyo (Barito Putra)
4. Yustinus Pae (Persipura)
5. Ruben Sanadi (Persipura)
6. Slamet Nur Cahyono (Persiba Bantul)
7. Raphael Maitimo (Mitra Kukar)
8. Ahmad Bustomi (Mitra Kukar)
9. Vendri Mofu (Semen Padang)
10. Boaz Solossa (Persipura Jayapura)
11. Titus Bonay (Semen Padang)
12. Patrick Wanggai (Persipura Jayapura)
13. Zulham Zamrun (Mitra Kukar)
14. M.Robby (Persisam Samarinda)
15. Firdaus Ramadhan (Persita Tangerang)
16. Sergio Van Dijk (Persib Bandung)
17. Fachruddin (Persepam Madura United)
18. Imanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
19. Toni Sucipto (Persib Bandung)
20. Victor Igbonefo (Arema Indonesia)
21. Hasyim Kipuw (Arema Indonesia)
22. Greg Nwokolo (Arema Indonesia)
23. Taufik (Persebaya 1927)
24. Andik Vermansyah (Persebaya 1927)
Coach: Jacksen F Tiago
Persebaya Benarkan Andik Trial Ke Jepang
![]() |
| Andik Vermansyah - BOLANET |
Keberangkatan Andik ke Jepang ternyata sudah diketahui oleh manajemen Persebaya sejak lama. Menurut manajer Persebaya, Saleh Hanifah, Kamis (03/10) siang, Andik sudah meminta izin ke Kofu jauh-jauh hari, sebelum bergabung dengan Timnas U-23.
"Benar dia akan ke Jepang. Dia akan melakukan trial selama beberapa hari saja di sana," ucap Saleh kepada wartawan, Kamis siang.
Saleh mengaku kurang tahu proses ketertarikan Ventforet sehingga Andik mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Yamanashi Chuo Bank Stadium, Kofu ini. "Itu urusan pribadi dia," imbuh Saleh.
Kabarnya, Andik tak akan langsung bergabung dengan tim utama Ventforet. Sebab, kompetisi J-League masih bergulir. Pemain 21 tahun ini akan dipantau saat tim cadangan Ventforet tanding lawan Shimizu S-Pulse. (bolanet)
5 Pemain Naturalisasi Yang Gagal Bersinar
![]() |
| Para pemain Naturalisasi - IST |
Siapa sajakah para pemain naturaliasi yang belum bersinar bersama Timnas Indonesia itu? Berikut uraiannya seperti yang dilansir Liputan6.
1. Kim Jeffrey Kurniawan

Kim akhirnya resmi mengganti status kewarganegaraannya dari Jerman menjadi Indonesia. Namun sayang posturnya yang mungil, membuat pemain yang beroperasi di lini pertahanan ini tak kunjung mendapat tempat di Timnas Indonesia.
2. Jhonny van Beukering

Beukering tercatat hanya tampil beberapa kali bersama Timnas Indonesia, diantaranya pada laga uji coba melawan Timor Leste dan Malaysia di ajang Piala AFF 2012. Setelah dua penampilan tersebut, Van Beukering belum pernah masuk ke skuat Garuda senior lagi.
3 . Ruben Wuarbanaran

Pria kelahiran Belanda 24 tahun silam ini menanggalkan statusnya sebagai warga negara Belanda. Sempat sekali bermain untuk Timnas Indonesia U-23, sampai saat ini ia belum pernah sekalipun bermain untuk Timnas Senior.
4. Tonnie Cusell

Pemain yang bernama lengkap Tonnie Harry Cusell Lilipaly ini resmi menjadi WNI pada 2011. Berposisi sebagai seorang gelandang, kemampuan Cusell ternyata masih kurang mengkilap jika dibandingkan Ahmad Bustomi ataupun Muhammad Taufiq.
5. Joey Suk

Pemain yang satu ini belum bersinar di timnas bukan karena masalah fisik atau indisipliner. Joey Suk sebenarnya memiliki skill di atas rata-rata dan sangat layak untuk bermain bagi Timnas Senior.
Sempat dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk Sea Games lalu, namun sayang klubnya Go Ahead Eagles tak memberikan ijin dengan alasan membutuhkan tenaga Joey.
Persebaya 1927 Tetap Izinkan Evan Dimas dan Andik Bela Timnas
![]() |
"Timnas adalah impian seluruh pemain. Kami tidak akan menghalangi mimpi pemain-pemain binaan kami," kata CEO Persebaya 1927 Cholid Goromah saat ditemui di Hotel Sahati, Kawasan Ragunan Jakarta Selatan,
Evan Dimas merupakan kapten Timnas U-19 yang saat ini sedang menggelar Training Camp (TC) jelang Pra Kualifikasi Asia, 8-12 Oktober di Jakarta. Pemain bernomor punggung 6 itu merupakan salah satu pemain timnas U-19 yang cukup bersinar di AFF Cup U-19 lalu.
Sementara Andik Vermansyah adalah salah satu pilar utama Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2013 di Myanmar. Andik juga merupakan skuat timnas U-23 yang baru saja merebut medali perak di Islamic Solidarity Games (ISG).
"Kita tetap membiarkan Evan Dimas dan Andik Vermansyah masuk timnas. Kita mengutamakan pembinaan, apapun yang terjadi," ungkap Cholid. (jawapos)
Penampilan Andik Di Puji Pelatih Maroko
![]() |
| Andik - NET |
Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat penalti Alfin Tuasalamony pada menit ke-9. Tetapi dua gol Maroko di babak kedua akhirnya membuat tuan rumah harus puas merebut emas.
Apresiasi tinggi diberikan kubu Maroko. Menurutnya, dari penampilan "Garuda Muda" yang dimotori Andik Vermansyah amat berbahaya.
"Walaupun Indonesia kalah. Akan tetapi mereka memiliki para pemain yang mempunyai semangat juang tinggi Dan apalagi pemain bernomor punggung 21," ujar Hassan pada jumpa pers usai final.
"Dia sangat bagus dan mempunyai kecepatan luar biasa saat menguasai bola serta beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Maroko. Walau berbadan mungil, Namun dia tidak gentar berduel dengan bek kami yang berbadan lebih besar," lanjut pelatih Maroko itu memuji.
Saat timnya tertinggal pada babak pertama,Hassan menjelaskan anak asuhnya berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Dan kemampuan bangkit terus menguasai pertandingan di babak kedua menjadi kunci keberhasilan timnya untuk membalikkan keadaan.
"Saya langsung intruksikan kepada para pemain. Tujuannya untuk terus memberikan tekanan ke pertahanan lawan dan hasilnya dibabak kedua para pemain bisa menguasai pertandingan dan menceploskan dua gol ke gawang Indonesia," ungkapnya. [net]
Kisah Ravi Murdianto Menjadi Kiper Andalan Timnas U-19
![]() |
| Ravi Murdianto - Trans7 |
Bukan tanpa perjuangan ringan, pemuda yang dibesarkan di Desa Tegowanu Kulon Rt10 Rw01 ini bisa menjadi kiper Timnas U-19. Butuh kerja keras, Disiplin dan butuh perjuangan, serta pengorbanan.
Ravi masih tampak lelah, saat Koran SINDO bertandang ke rumahnya di Desa Tegowanu Kulon Rt10 Rw01, Selasa (24/9). Maklum, Dia baru tiba di rumah sekitar pukul 02.00 dini hari setelah menempuh perjalanan lebih dari lima jam di atas Kereta Api dari Sidoarjo.
Puluhan tetangga dan sanak saudaranya juga silih berganti berdatangan. Para tetangga ini datang untuk mengucapkan selamat atas kesuksesannya mengantarkan Timnas Indonesia U-19 menjuari Piala AFF.
Selain mengucapkan selamat, mereka juga rebutan untuk minta foto bersama, bahkan tak jarang tegangganya yang kebanyakan Ibu-ibu itu menciumi pipi Ravi. Dengan mengenakan kaus Timnas Brasil dan celana pendek putih serta kalung medali Piala AFF, Ravi dengan sabar melayani tetangganya yang minta foto bersama. "Yang jelas bangga, bisa mempersembahkan prestasi bagi Indonesia," ujar remaja kelahiran Grobogan 5 Januari 1995 ini.
Ravi memang sejak kecil suka dengan sepak bola. Sejak kelas dua Sekolah Dasar (SD), Dia sudah belajar sepak bola bersama dengan SSB Putra Bersemi di Kecamatan Tegowano. Saat itu, dia tidak menjadi seorang kiper melainkan gelandang dan striker.
Namun, sejak kelas IV, dirinya kemudian pindah posisi menjadi kiper. Postur tubuhnya yang cukup tinggi menjadi faktornya. Di bawah arahan pelatih Erwin, Ravi kecil mulai belajar menangkap bola.
Melihat kemampuan Ravi yang terus berkembang, setelah kelas VI SD Ibunda Ravi Murminah kemudian memindahkan Ravi ke SSB Tugumuda Semarang supaya mendapatkan pelatihan yang lebih baik.
Langkah tersebut, cukup sukses, saat kelas 2 SMP, Ravi berhasil lolos seleksi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Jateng atau sering disebut diklat Salatiga. Di Salatiga, kemampuannya terus diasah, refleknya semakin baik. Dua tahun kemudian atau tepatnya ketika kelas dua SMA Ravi ditarik untuk masuk ke Diklat Ragunan.
''Waktu itu ada senior saya namanya Yosep, yang memberikan informasi kepada pelatih Diklat ragunan kalau di Diklat Salatiga ada kiper. Dari situ saya diminta mengirim identitas, dan akhirnya bisa masuk ke diklat Ragunan," kenangnya.
Dari Diklat Ragunan nama Ravi Murdianto semakin moncer. Dia lolos seleksi masuk timnas U-17, U-18 dan U-19. Di bawah bendera Timnas U-17, dia mengantarkan Indonesia menjuarai turnamen pelajar di Hongkong.
Sedangkan untuk Timnas U-18 peringkat lima turnamen pelajar di Iran. Ravi menambahkan, meski saat ini belum memiliki klub, namun dirinya belum memikirkan masa depannya di dunia sepak bola Indonesia. Dia memilih fokus dulu untuk timnas U-19, yang akan berlaga dalam ajang Piala AFC yang akan digelar 8 Oktober mendatang di Surabaya."Belum memikirkan ke arah situ (mencari klub), karena Saya mau fokus dulu ke Timnas," tambahnya.
Ravi mengaku, memiliki pengalaman yang tak akan pernah dilupakan selama belajar sepak bola. Pengalaman itu yakni, dirinya pernah berjalan kaki dari Terminal Penggaron Semarang menuju rumahnya di Tegowanu yang jaraknya lebih dari 20 km.
Kejadian itu membuat keluarganya panik, karena sampai jam 21.00 Ravi tidak kunjung sampai rumah. Sang ayah pun berusaha menjemput Ravi, langsung ke Stadion Sidodadi yang menjadi markas SSB Tugumuda, namun tidak ketemu. Beruntung saat perjalanan pulang Sang Ayah bertemu dengan Ravi yang sedang istirahat di Masjid Mranggen.
"Waktu itu kemalaman, dan tidak ada bus. Karena waktu itu belum punya handphone jadi tidak bisa memberikan kabar ke orang tua, akhirnya saya pilih jalan kaki,"kenangnya.
Ravi mengungkapkan, prestasi yang diraihnya saat ini selain dipersembahkan untuk Indonesia, tetapi juga untuk kedua orang tuanya Murminah,47, dan Hery Supriyanto, 48. Kedua orang tuanya memberikan kontribusi besar dalam karirnya di sepak bola. Perjuangan dan dukunganya tidak akan pernah Dia lupakan.
"Perjuangan orang tua saya sangat besar, setiap hari mengantarkan saya latihan, membiayai selama latihan,"ujar kiper yang mengidolakan Gianluigi Buffon dan Ferry Rotinsulu ini.
Diakui sang Ibu Murminah, untuk menyekolahkan sepak bola Ravi keluarganya harus kerja keras. Bahkan tidak jarang utang sana-sini supaya anaknya bisa terus mengasah kemampuannya. Karena sering utang, Murminah kerap mendapakan cibiran dari orang lain. Namun, cibiran itu tak pernah ditanggapinya. Dia hanya berpikir bisa menyalurkan bakat dan hobi anaknya.
Murminah yang sehari-hari bekerja menjual nasi di warung kecil di sebelah Pos Ojek Tajemsari Tegowanu ini menceritakan, dirinya bahkan sampai menjual tanah untuk biaya pindah sekolah ke Salatiga dan biaya Uang Gedung sekolah."Banyak yang bilang, untuk apa utang sana-sini cuma untuk sekolah sepak bola. Tapi namanya Orang tua yang penting saya bisa menyalurkan bakat dan hobi anak,"ujar Murminah.
Menceritakan pahit getirnya selama membesarkan Ravi hingga menjadi seorang kiper yang cukup tangguh dan mampu membawa harum nama Bangsa Indonesia melalui Sepakbola, tanpa sadar Murminah menitikan air mata. "Saya selalu menangis kalau mengenang semuanya," ujarnya sembari mengusap air matanya.
Kala Ravi sangat terkenal bak artis Ibu kota, Murminah berpesan kepada anaknya supaya tetap menjaga berlaku santun, sederhana, menghormati orang tua, menghormati orang yang lebih tua dan taat beribadah. "Sebagai orang tua tentu mendoakan yang terbaik, Ravi bisa terus memberikan prestasi kepada Indonesia dan membawa nama baik keluarga," katanya.[Sindo]
Gubernur Sulbar Hadiah Maldini Sebuah Rumah
![]() |
| Aksi Maldini - NET |
Hadiah itu disampaikan Anwar ketika menjamu Maldini di Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (24/9). Hadiah itu pantas diberikan karena Maldini Dkk, juara AFF Cup U-19 tepat d Hari Ulang Tahun (HUT) Sulbar ke-9.
"Saya berikan satu unit rumah untuk Maldini. Semoga hadiah ini semakin mendongkrak prestasi Maldini," kata Anwar, seperti dilansir Radar Sulbar, Rabu (25/9).
Pada jamuan itu, Gubernur Sulbar tak hanya mengajak Maldini, tapi juga ayahnya, Paulus Pali, pelatih Maldini di Mamuju, dan beberapa rekan-rekan Maldini. Anwar sangat terharu mendengar perjalanan karir Maldini di dunia sepakbola, terutama di saat-saat awal proses pembinaan di Mamuju.
Anwar berjanji, selain memberikan hadiah kepada Maldini, pihaknya juga akan lebih serius memberikan perhatian pada pembinaan pesepakbola muda.
Terlebih saat pertemuan dengan Maldini, Anwar juga berjumpa dengan Rian R. Fabregas, pesepakbola belia asal Mamuju yang berprestasi di Asean Primaru School Sport Olympiad (APSSO) 2011 di Yogyakarta.
"Kalau Maldini saya hadiahi rumah, maka Fabregas saya akan sekolahkan di Ragunan," kata Anwar. (jawapos)
Makin Panas, Kasus Evan Dimas Dibawa ke Arbitrase Internasional
![]() |
| Evan Dimas - NET |
Pasalnya Persebaya 1927 yang merasa memiliki Evan Dimas akan mengajukan masalah ini ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).
CEO Persebaya 1927, Cholid Goromah mengatakan, Evan Dimas merupakan pemain yang dibina oleh Persebaya. Menjadi sangat aneh jika PSSI menolak mengesahkan pengalihan statusnya dari pemain amatir ke profesional.
"Persebaya 1927 itu terdaftar, dia ikut kompetisi sejak kepemimpinan Djohar Arifin," ujar Cholid saat dihubungi, Selasa (24/9).
Cholid menegaskan biarlah nanti CAS yang menilai Persebaya mana yang asli. "Biar pengadilan menentukan mana Persebaya yang sah, apapun hasilnya kami terima. Bulan depan mungkin sudah dapat hasilnya, dan kami akan terus perjuangkan," tegas Cholid.
Dia menanggapi pernyataan Sekjen PSSI Joko Driyono yang mengatakan tidak bisa mengesahkan status profesional Evan Dimas, karena merupakan pemain Persebaya 1927. Sesuai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret, Persebaya 1927 bukanlah Persebaya asli. (jawapos)
DPD Golkar Malut Akan Beri Bonus Rp 100 Juta Untuk Ilham Udin Armaiyn
![]() |
| Ilham Uddin - BOLA |
"Ketua DPD Golkar Malut juga memberikan bonus kepada orangtua pemain asal Ternate itu berupa ongkos naik haji (ONH)," kata Ketua Bidang Komunikasi DPD Partai Golkar Malut, Syawaluddin Damopolii di Ternate, Senin (23/9/2013).
Bonus uang tunai dan ONH tersebut akan diserahkan Ketua DPD Partai Golkar Malut yang juga Bupati Kepulauan Sula itu pada 27 September 2013 atau bertepatan dengan pembukaan kejuaraan sepak bola AHM Cup di Ternate.
Ia mengatakan, DPD Golkar Malut sangat berkepentingan mengembangkan semua olahraga, termasuk sepak bola, demi meningkatkan prestasi para remaja dan pemuda di Malut.
Syawaluddin mengatakan, kehadiran Ilham sebagai salah satu pemain yang berhasil membawa Timnas U-19 menjuarai piala AFF harus diberi penghargaan. Karena selain menjadi pemain timnas, Ilham merupakan putra daerah asal Malut yang bisa bermain di pentas internasional.
DPD Golkar Malut juga akan menggelar turnamen AHM Cup sebagai salah satu ajang mencari pemain-pemain muda potensial untuk dibina pelatih asing yang akan didatangkan kemudian.
"Kepedulian AHM dalam turnamen ini adalah mencari pemain muda, sehingga bisa menjadi pemain terbaik yang berprestasi di dunia sepak bola, karena turnamen AHM ini akan mencari pemain muda terbaik kemudian disekolahkan di Inggris dan Belanda, sehingga pemain terbaik seperti Ilham Udin Armaiyn juga bisa lahir dari Malut," ujarnya.
Ilham merupakan satu-satunya pemain kebanggaan kelahiran Lelei, Kabupaten Halmahera Selatan, yang menjadi penentu bagi timnas Indonesia setelah mencetak satu gol ke gawang Malaysia dengan hasil akhir 1-1, sehingga membawa Indonesia ke semifinal berhadapan dengan Timor Leste.
Pada babak semifinal tersebut, Ilham juga berhasil menyumbangkan satu gol bagi Timnas Indonesia yang berhasil menang 2-0 atas Timor Leste tersebut dan di babak final melawan Vietnam ia berhasil membawa Indonesia sebagai juara lewat adu penalti setelah menunggu 22 tahun lamanya sejak Indonesia meraih emas di SEA Games Manila.[kompas]
Gubernur Malut Bangga Cucunya Penentu Kemenangan Timnas U19
![]() |
| Thaib Armaiyn - Gubernur Malut - IST |
"Saya tentunya bangga atas keberhasilan Ilham Udin Armaiyn yang menjadi penentu kemenangan Timnas Indonesia U19 saat mencetak gol melalui drama adu pinalti," kata Thaib menjawab pers usai menyaksikan laga Indonesia melawan Vietnam di Ternate pada Ahad malam.
Ilham Udin Armaiyn berhasil mencetak gol penentu melalui adu pinalti dan mengantarkan Timnas Indonesia sebagai juara Piala AFF U19 yang dilangsungkan di Sidoarjo.
Gubernur mengatakan keberhasilan Ilham ini sebagai salah satu bukti bahwa Malut punya aset-aset atlet, terutama sepak bola. Selama ini Malut sudah menyumbang banyak pemain ke Timnas Indonesia.
"Selain cucu saya Ilham Udin Armaiyn, sudah banyak anak-anak asal Malut yang berkiprah baik itu di nasional maupun internasional," ujar Gubernur Malut tersebut.[antara]
Langganan:
Postingan (Atom)




















