-
Tampilkan postingan dengan label Persebaya. Tampilkan semua postingan
Persebaya Benarkan Andik Trial Ke Jepang
![]() |
| Andik Vermansyah - BOLANET |
Keberangkatan Andik ke Jepang ternyata sudah diketahui oleh manajemen Persebaya sejak lama. Menurut manajer Persebaya, Saleh Hanifah, Kamis (03/10) siang, Andik sudah meminta izin ke Kofu jauh-jauh hari, sebelum bergabung dengan Timnas U-23.
"Benar dia akan ke Jepang. Dia akan melakukan trial selama beberapa hari saja di sana," ucap Saleh kepada wartawan, Kamis siang.
Saleh mengaku kurang tahu proses ketertarikan Ventforet sehingga Andik mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Yamanashi Chuo Bank Stadium, Kofu ini. "Itu urusan pribadi dia," imbuh Saleh.
Kabarnya, Andik tak akan langsung bergabung dengan tim utama Ventforet. Sebab, kompetisi J-League masih bergulir. Pemain 21 tahun ini akan dipantau saat tim cadangan Ventforet tanding lawan Shimizu S-Pulse. (bolanet)
Persebaya 1927 Tetap Izinkan Evan Dimas dan Andik Bela Timnas
![]() |
"Timnas adalah impian seluruh pemain. Kami tidak akan menghalangi mimpi pemain-pemain binaan kami," kata CEO Persebaya 1927 Cholid Goromah saat ditemui di Hotel Sahati, Kawasan Ragunan Jakarta Selatan,
Evan Dimas merupakan kapten Timnas U-19 yang saat ini sedang menggelar Training Camp (TC) jelang Pra Kualifikasi Asia, 8-12 Oktober di Jakarta. Pemain bernomor punggung 6 itu merupakan salah satu pemain timnas U-19 yang cukup bersinar di AFF Cup U-19 lalu.
Sementara Andik Vermansyah adalah salah satu pilar utama Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2013 di Myanmar. Andik juga merupakan skuat timnas U-23 yang baru saja merebut medali perak di Islamic Solidarity Games (ISG).
"Kita tetap membiarkan Evan Dimas dan Andik Vermansyah masuk timnas. Kita mengutamakan pembinaan, apapun yang terjadi," ungkap Cholid. (jawapos)
LPIS: Buktikan Persebaya di Legal Formal
![]() |
| Widjayanto - NET |
Faktor historis masih dikedepankan oleh manajemen Persebaya 1927 yang dikomandani Cholid Ghoromah. Namun, keputusan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu bisa mementahkan klaim Persebaya 1927. Di situ, justru Persebaya di ISL saat inilah yang asli.
"Hanya satu yang bisa dilakukan Persebaya untuk mendapatkan kembali hak di kompetisi, membuktikannya dari aspek legal formal. Kan aspek itu yang menjadi landasan PSSI untuk menentukan keabsahan klub di kompetisi musim depan. Kami yakin merekalah yang asli," ujar Managing Director PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), operator yang menaungi IPL, Didied Poernawan Affandy, tadi malam.
PT LPIS mempertanyakan sikap PSSI yang tidak berkoordinasi dulu terkait dengan pencoretan Persebaya 1927 dan Arema IPL. Pun demikian format kompetisi baru yang mengakomodir cuma 11 klub IPL. Menurut Didied, yang bisa menyatakan Persebaya 1927 dan Arema IPL dicoret itu bukan PSSI atau Exco, melainkan Komisi Disiplin.
Sebab, itu sama seperti yang dialami oleh ketiga klub lainnya, Persibo Bojonegoro, Persija IPL, dan Persema Malang. "Yang jelas kalau sudah berbicara soal legal formal, ini sudah masuk ke dalam ranah hukum. Bukan lagi PT LPIS ataupun federasi dalam hal ini PSSI. Biarlah nanti yang jadi penentunya adalah pengadilan," ungkapnya.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh CEO LPIS, Widjajanto. Menurut Widja, berbekal dari keputusan Kongres yang menyerukan kompetisi, baik ISL dan IPL, harus diselenggarakan hingga berakhir. Kedua kompetisi itu jelas masih diakui dan berada di bawah PSSI, demikian juga dengan status keanggotaannya.
"Coba dicek saja di dalam situs FIFA, yang ada hanyalah Persebaya yang sekarang bermain di IPL. Dengan adanya keputusan meniadakan Persebaya ataupun Arema di dalam proses unifikasi, kami menilai ada sejumlah pihak yang kontra-produktif dengan semangat unifikasi itu sendiri," jelasnya.
Lebih lanjut, Widja berharap kompetisi IPL bisa tetap dilanjutkan. Bukan untuk kepentingan dari pihaknya, melainkan untuk mendukung upaya unifikasi liga itu sendiri. "Seharusnya dilihat dulu sampai ada empat besarnya. Kalau tiba-tiba mencoret klub seperti ini, lalu buat apa ada posisi empat besar itu?," tandasnya. (JAWAPOS)
Persebaya Gugat PSSI ke CAS (Badan Arbitrase Olahraga Internasional)
![]() |
| Persebaya - BOLA.NET |
Memang, dari informasi yang diterima oleh Jawa Pos, CEO Persebaya, Cholid Ghoromah berencana menggugat PSSI. Pasalnya, otoritas tertinggi sepak bola ini enggan menganggap Persebaya yang berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL) sebagai anggota PSSI.
Ya, karena status Green Force - julukan Persebaya- yang tidak mendapat pengakuan PSSI itu secara otomatis berdampak bagi status Evan Dimas, Kapten Timnas U-19 Indonesia, di Persebaya. Kendati telah bergabung dengan Persebaya awal musim ini, Evan belum bisa dimainkan karena statusnya belum disahkan oleh PSSI.
Informasi Persebaya akan memperkarakan masalah ini ke CAS tersebut juga diakui oleh secretary corporate Persebaya, Ram Surahman. "Saya juga tahu rencana itu. Tapi, sebaiknya untuk masalah ini Pak Cholid saja yang ngomong," ucap pria yang juga mantan wartawan itu.
Sayang, sampai tadi malam, Cholid yang juga mantan ketua Pengkot PSSI Surabaya ini tidak bisa dihubungi. Tapi, jauh sebelum ini, wacana gugatan Persebaya ke CAS ini juga pernah dilemparkan oleh Saleh Ismail Mukadar, Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia. Namun, entah kenapa wacana itu menguap begitu saja.
Sementara, terkait dengan polemik yang melanda Evan tersebut, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) yang dikenal aktif dalam membela nasib pemain pesepakbola nasional belum berani berkomentar. Alasannya, Evan belum menjadi pemain profesional, sehingga masih belum masuk bagian yang dia perjuangkan.
Hanya, melalui General Manager-nya, Valentino Simanjuntak, APPI berharap persoalan ini bisa segera menemui titik temunya. "Dan federasi harus tetap melindunginya. Jangankan untuk pemain yang belum profesional, pemain yang sudah profesional saja banyak yang masih belum mendapatkan perlakuan layak dari federasi," jelasnya. (jawapos)
La Nyalla : Sampai 2050 Pun Persebaya 1927 Tidak Akan Diakui PSSI
![]() |
| La Nyalla - NET |
Ditegaskannya, keberadaan Persebaya Surabaya yang tampil di ajang Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, sudah dilegalkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 17 Maret lalu.
"Persebaya hanya ada satu. Sedangkan yang menggunakan nama 1927, sampai 2050 pun tidak akan diakui PSSI," terang La Nyalla.
Dilanjutkannya, PSSI segera membahas nasib Kapten tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas, notabene pemain Persebaya 1927. La Nyalla mengatakan, Evan tidak perlu khawatirkan masalah tersebut dan tetap fokus ke Timnas yang akan berlaga di Piala AFC U-19, Oktober mendatang.
CEO PT LPIS, Widjajanto, menyerahkan status Evan kepada PSSI dan berharap mendapatkan solusi yang tepat.
"Kami (PT LPIS) sudah menerima surat resmi dari PSSI mengenai status Evan Dimas. PT LPIS akan membatu Anggota Eksekutif (Exco) PSSI untuk urusan alih status Evan Dimas. Kami hanya bisa mematuhi putusan federasi dan pak Menpora Roy Suryo) juga sudah mengatakan kalau Timnas U-19 tidak boleh diganggu hingga tugasnya selesai. Kami hanya bisa berharap, menemukan solusi tanpa melanggar regulasi yang sudah ada," pungkasnya. (bolanet)
Fabio: Persebaya Dikerjai Habis-habisan di Palangkaraya
Seputar Timnas - Pelatih Persebaya, Fabio Oliviera mengaku kecewa dengan wasit yang memimpin pertandingan Persepar Palangkaraya kontra timnya, Rabu (11/9/2013) sore tadi. Fabio juga menyebut offisial Persepar mengintimidasi offisial Persebaya.
"Kita dikerjai habis-habisan disini. Kita dipukul oleh offisial tuan rumah. Kita juga dikerjai oleh wasit," aku Fabio ketika dihubungi beritajatim.com, Rabu malam.
Indisiden pemukulan offisial tuan rumah kepada offisial Persebaya terjadi ketika wasit menghentikan pertandingan saat babak kedua baru berjalan 30 menit. "Waktu itu ada keributan di lapangan. Biasa. Salah paham antar pemain. Lalu pertandingan dihentikan. Tiba-tiba panitia memukul kita," urai Fabio.
Pelatih asal Brasil ini lantas mengungkapkan bahwa manajer Persebaya, Saleh Hanifah menjadi korban atas insiden itu. Hanya saja Fabio tak menjelaskan separah apa kondisi Saleh.
Tak hanya diintimasi, menurut Fabio, Persebaya dikerjai habis-habisan oleh wasit. Dua penalti untuk Persepar menjadi bukti bagaimana ketidakberesan kepemimpinan wasit. "Pertandingan harusnya berakhir 2-2. Tapi hingga lapangan sampai gelap, wasit tidak mau akhiri pertandingan," ceritanya.
"Lalu, pada menit ke-110 ada pemain Persepar yang melakukan diving. Wasit lalu berikan penalti kedua untuk tuan rumah. Setelah Teles menendang dan gol, pertandingan selesai," tutup Fabio. [beritajatim]
"Kita dikerjai habis-habisan disini. Kita dipukul oleh offisial tuan rumah. Kita juga dikerjai oleh wasit," aku Fabio ketika dihubungi beritajatim.com, Rabu malam.
Indisiden pemukulan offisial tuan rumah kepada offisial Persebaya terjadi ketika wasit menghentikan pertandingan saat babak kedua baru berjalan 30 menit. "Waktu itu ada keributan di lapangan. Biasa. Salah paham antar pemain. Lalu pertandingan dihentikan. Tiba-tiba panitia memukul kita," urai Fabio.
Pelatih asal Brasil ini lantas mengungkapkan bahwa manajer Persebaya, Saleh Hanifah menjadi korban atas insiden itu. Hanya saja Fabio tak menjelaskan separah apa kondisi Saleh.
Tak hanya diintimasi, menurut Fabio, Persebaya dikerjai habis-habisan oleh wasit. Dua penalti untuk Persepar menjadi bukti bagaimana ketidakberesan kepemimpinan wasit. "Pertandingan harusnya berakhir 2-2. Tapi hingga lapangan sampai gelap, wasit tidak mau akhiri pertandingan," ceritanya.
"Lalu, pada menit ke-110 ada pemain Persepar yang melakukan diving. Wasit lalu berikan penalti kedua untuk tuan rumah. Setelah Teles menendang dan gol, pertandingan selesai," tutup Fabio. [beritajatim]
Sempat Ricuh, Persebaya 1927 Kalah Atas Persepar
Seputar Timnas - Persebaya 1927 harus menelan kekalahan saat tandang ke Palangkaraya menghadapi tuan rumah Persepar, Rabu (11/9/2013) sore tadi. Andik Vermansyah dan kawan-kawan tumbang dengan skor tipis 2-3.
Persebaya langsung menguasai pertandingan sejak menit awal babak pertama. Hasilnya, pada menit kedelapan, Andik Vermansyah berhasil menggetarkan jala Persepar. Keunggulan 1-0 membuat Arek-arek Persebaya kian bernafsu untuk menyerang.
Berbagai peluang yang diperoleh Persebaya, selalu menemui jalan buntu. Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Persepar berhasil membalas lewat penyerang Emile Mbamba. Namun skor imbang tak bertahan lama setelah Han Jiho membuat anak asuh Fabio Oliviera kembali unggul dengan skor 2-1. Sayang keunggulan Persebaya harus ternodai setelah Persepar mendapat penalti.
Bola yang dieksekusi Mbamba sebenarnya dapat ditepis Dimas. Apes, bola muntah disambar salah satu pemain Persepar untuk kemudian dikonversi menjadi gol penyama. Gol kemenangan Persepar tercipta di menit ke-110 lewat penalti Antonio Teles.
Berdasarkan informasi yang diterima beritajatim.com, pertandingan berlangsung panas. Bahkan pada menit ke-75 laga harus terhenti karena pemain kedua kubu terlibat cekcok. Puncaknya ketika bek Persebaya, Nur Fasta mendapat kartu merah dari wasit. [baeritajatim]
Persebaya langsung menguasai pertandingan sejak menit awal babak pertama. Hasilnya, pada menit kedelapan, Andik Vermansyah berhasil menggetarkan jala Persepar. Keunggulan 1-0 membuat Arek-arek Persebaya kian bernafsu untuk menyerang.
Berbagai peluang yang diperoleh Persebaya, selalu menemui jalan buntu. Skor 1-0 untuk Persebaya bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Persepar berhasil membalas lewat penyerang Emile Mbamba. Namun skor imbang tak bertahan lama setelah Han Jiho membuat anak asuh Fabio Oliviera kembali unggul dengan skor 2-1. Sayang keunggulan Persebaya harus ternodai setelah Persepar mendapat penalti.
Bola yang dieksekusi Mbamba sebenarnya dapat ditepis Dimas. Apes, bola muntah disambar salah satu pemain Persepar untuk kemudian dikonversi menjadi gol penyama. Gol kemenangan Persepar tercipta di menit ke-110 lewat penalti Antonio Teles.
Berdasarkan informasi yang diterima beritajatim.com, pertandingan berlangsung panas. Bahkan pada menit ke-75 laga harus terhenti karena pemain kedua kubu terlibat cekcok. Puncaknya ketika bek Persebaya, Nur Fasta mendapat kartu merah dari wasit. [baeritajatim]
Djodri : Persebaya Asli, Persebaya yang Promosi Ke ISL
![]() |
| Djoko Driyono - LIPUTAN6 |
Permasalahan dualisme kian pelik setelah sejak musim ini PSSI mengakui kedua kompetisi yang diikuti masing-masing klub. Namun sekretaris jenderal PSSI, Joko Driyono, menjelaskan bahwa PSSI telah lama mengambil keputusan.
Persebaya yang asli adalah Persebaya dari Divisi Utama PT Liga, yang baru saja menembus babak final mengalahkan Persikabo Bogor 4-0.
“Dalam masalah Persebaya, posisi PSSI tidak berhak menyatukan tim. Itu urusan internal tapi kami yakin kalau mereka bisa berdamai,” ucap Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, Selasa (10/9/2013).
“Persebaya yang asli? Tentunya yang musim lalu berada di Divisi Utama, yang baru saja promosi ke ISL musim depan. Lainnya tidak,” pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu memastikan.
Jika kedua klub tidak bisa rujuk, Persebaya IPL punya dua opsi: membubarkan diri atau berganti nama dan ikut kompetisi PSSI dari kasta terendah, Divisi Tiga. [beritajatim]
Langganan:
Postingan (Atom)








