Tampilkan postingan dengan label Timnas U-19. Tampilkan semua postingan
  • PSSI Siapkan Dana Rp 30 Miliar Untuk Timnas U-19

    Djoko Driyono - Liga Indonesia
    Seputar Timnas - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk memfasilitasi tim nasional usia di bawah 19 tahun (U-19) dalam menghadapi putaran final Piala Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) U-19 di Myanmar, Oktober tahun depan.

    “PSSI memberi dukungan kepada timnas U-19 dari segi fasilitas dan kebijakan,” kata Joko dalam diskusi di kantor redaksi Tempo, Jakarta, 28 Oktober 2013. “Dari segi fasilitas, kami memutuskan meng-cover semua biaya persiapan timnas U-19.”

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Tim Nasional (BTN) memutuskan membuat pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang untuk timnas U-19 dalam menghadapi putaran final Piala AFC U-19.

    Dalam tahap persiapan praturnamen mulai Mei nanti, kata Joko, BTN berencana membuat timnas berada dalam situasi kompetisi yang mirip dengan Piala AFC. “Akan ada setting satu hari main dan satu hari off bergantian (seperti dalam laga kualifikasi beberapa waktu lalu),” ujar Joko.

    Menurut Joko, ada beberapa tawaran untuk timnas bermain di kompetisi negara-negara lain. “Sementara ini, yang saya tahu ada tawaran dari Argentina, Spanyol, dan Inggris,” kata dia. Kepastian mengenai hal itu akan diputuskan dalam rapat antara tim pelatih dan High Performance Unit (salah satu unit kerja BTN) Selasa mendatang.

    Sedangkan dari sisi kebijakan, kata Joko, PSSI membantu timnas untuk memastikan klub akan melepas pemain yang dipanggil masuk timnas U-19. Kalau klub berkeras, PSSI bisa menggunakan cara pemaksaan dengan menahan surat pernyataan alih status pemain.[tempo]
  • BTN: Roy Suryo Jangan Sembarangan Bicara Timnas U-19

    Roy Suryo - NET
    Seputar Timnas - Badan Tim Nasional (BTN) gerah juga dengan sikap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang sering mengeluarkan statmen tentang Timnas U-19.

    Apalagi, dalam sebuah kesempatan di Yogyakarta, Roy menyatakan akan memberangkatkan timnas U-19 ke Arab Saudi untuk ujicoba dan umroh.

    Meskipun pada akhirnya Menpora mengakui program ke Arab Saudi adalah ide Ketua BTN La Nyalla Mattalitti, namun BTN akan tetap mempertanyakan dulu kepada Menpora siapa yang akan menjalankan program tersebut.

    "Saya akan tanya ke Menpora dulu yang akan menjalankan program ini siapa? Kalau Menpora mau jalankan silahkan. Saya sangat berterima kasih kalau pemerintah mau ikut membantu," kata Administator BTN Demis Djamamoedin saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (21/10).

    Namun jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak mau menjalankan program yang  telah diakuinya sebelumnya, BTN dan PSSI akan mengambil alih kembali program tersebut.

    "Kalau pemerintah tidak mau menjalankan, jangan ngomong seperti yang di TV-TV seolah-olah programnya menpora, padahal bukan," tegasnya. (jawapos)
  • Klub Australia Milik Bakrie Incar Dua Penggawa Timnas U-19

    Tiga pemandu bakat Brisbane Roar yang hadir langsung di SUGBK saat kualifikasi Piala Asia U-19.-GOAL
    Seputar Timnas - Timnas U-19 dipastikan melakoni program yang padat selama setahun mendatang. Meski demikian, masih saja ada klub luar negeri yang ingin merekrut pemain timnas U-19. Menurut rencana, mereka dibina dan dilatih di klub tersebut.

    Klub itu adalah Brisbane Roar, asal Liga Australia. Melalui pengumuman resmi kepada awak media, Senin (21/10) Ken Stead, direktur sepak bola Brisbane Roar, menegaskan siap me­nerima dua pemain timnas U-19 untuk berlatih di klub mereka.

    "Indonesia memiliki banyak bintang-bintang muda yang belum terasah. Kami datang untuk membantu mengasah mereka sehingga siap menjadi pemain bola profesional," katanya.

    Siapa pemain yang dilirik? Ken belum memberikan penjelasan terperinci. Dia hanya meyakinkan bahwa sudah ada beberapa nama dalam radar mereka.

    Saat ini mereka berusaha mendekati pihak klub yang menjadi tempat pemain itu berlatih selama ini. ''Saat ini kami telah memiliki beberapa nama kandidat dan tengah melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait di Indonesia,'' tambahnya.

    Targetnya, sebelum akhir tahun ini, pemain-pemain Garuda Jaya julukan timnas U-19 bisa berada di Brisbane, Australia, markas mereka. Tujuannya, mereka bisa melihat kompetisi A-league sekaligus berlatih pola permainan Brisbane Roar secara langsung.

    Pelatih timnas U-19 Indra Sjafrie yang mendengar kabar tersebut menyatakan kurang setuju. Sebab, sepanjang 2014 dia telah menyiapkan program panjang yang akan dibarengi dengan latihan-latihan yang padat serta uji coba di level internasional.

    "Kalau untuk duit mereka lantas mengejar pemain kami, saat ini kami tidak butuh. Kalau untuk pembinaan, kami bisa membina sendiri. Tapi, kalau mau uji coba, kami siap, asalkan gratis. Mungkin Australia ingin mencoba timnas U-19," ujarnya. (jawapos)
  • Timnas Ke Eropa, Paulo Sitanggang Pilih ke Inggris

    Paulo Sitanggang - NET
    Seputar Timnas -  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mewacanakan, tim nasional Indonesia U 19 menggelar pemusatan latihan di Eropa yang diproyeksikan di Spanyol atau Inggris nantinya.

    Salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang lebih memilih ke Inggiris.

    PSSI melakukan ini sebagai persiapan, sebelum berlaga pada putaran final Piala Asia U 19 di Myanmar pada Oktober 2014. Program ini dilakukan untuk jangka panjang.

    Di sana mereka akan mencar lawan yang sepadan supaya kualitas meningkat. Mereka di luar negeri sekitar 3 bulan. Namun, dalam pengiriman tim ke luar negeri memerlukan biaya yang cukup mahal. Untuk itu, PSSI masih mencari dana dan sponsor.

    Saat dihubungi, salah satu pemain timnas U 19, Paulo Oktavianus Sitanggang mengaku, sangat senang jika wacana itu benar-benar menjadi nyata.

    Karena dengan adanya pelatihan di Eropa itu dipastikan akan meningkatkan skill dan pengalaman bermain bola . "Ya, sangat senang kalau di panggil timnas untuk sekolah di Eropa, pastinya saya akan bermain dengan maksimal dalam pelatihan itu,"katanya, Senin (21/10).

    Saat ditanya untuk memilih berlatih ke Spanyol atau Inggris. Paulo memilih ke Inggris, karena menurutnya berlatih di sana pastinya sangat bagus dan banyak ilmu yang didapat.

    Paulo merupakan pemain timnas U 19 yang berposisi di gelandang. Saat di timnas yang membawanya menjuarai Piala AFF dan menghantarkan ke putaran final AFC ini sering dimainkan oleh pelatih timnas U 19, Indra Sjafri. (jawapos)
  • Inilah Tiga Contoh Politisasi Evan Dimas Cs

    Spanduk ARB di GBK - Twitter
    Seputar Timnas - Keberhasilan timnas Indonesia U-19 meraih dua prestasi ganda dalam kurun waktu dua bulan terakhir menjadi buah bibir di seluruh media massa dari Sabang hingga Marauke. Tapi prestasi itu justru dijadikan alat kampanye oleh beberapa pihak.

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo angkat suara mengenai politisasi Evan Dimas cs. Dia menilai pemberian penghargaan berupa hadiah kepada pemain tim nasional Indonesia U-19 sebagai contohnya. Namun politisi Partai Demokrat itu menyayangkan ada pihak-pihak yang ingin mendompleng Timnas U-19 untuk kepentingan politik.

    "Ada seorang tokoh yang mendekati pemain Timnas U-19. Ini dilakukan untuk memanfaatkan, karena dia mau jadi calon legislatif dari daerah itu," keluh Roy.

    Ada beberapa contoh beberapa politisi menjadikan timnas U-19 menjadi alat kampanye. Berikut tiga contoh diantaranya seperti yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/10/2013):

    1. Klaim Marzuki Alie soal Timnas U-19

    Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, kemenangan Indonesia semalam bukan karena kerja singkat. Melainkan hasil dari pembinaan empat tahun lalu yang dilakukan oleh LPI.

    "Kemenangan ini bukan kerja singkat, tapi melalui proses kompetisi yang sudah berjalan hampir empat tahun yang dilakukan oleh LPI. Kompetisi sepakbola antar pelajar tingkat SMP, SMA dan universitas," kata Marzuki beberapa waktu lalu.

    Menurut Marzuki, line up para pemain Timnas U-19 mayoritas berasal dari binaan LPI. Dia mengaku sebagai penggagas LPI saat kampanye Pemilu 2009 yang lalu.

    "Rata-rata mereka yang masuk dalam U-19 tahun adalah mereka yang pernah main dalam LPI. LPI ini saya gagas tahun 2009 yang dibuka oleh SBY saat Pemilu Presiden 2009," tegas Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

    2. Pemberian Hadiah dari beberapa Pemerintah Provinsi dan Caleg

    Pemberian hadiah kepada anak asuh Indra Sjafri salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang memberikan kado manis kepada gelandang Timnas Indonesia U-19, Maldini Pali berupa rumah seharga Rp 600 juta. Ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada putra daerah.

    Sementara itu, politikus Partai Golkar, Setya Novanto membiayai kegiatan pesepakbola asal Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, Yabes Roni Malaifani. Bahkan pesepakbola 18 tahun itu menganggap Setya Novanto sebagai ayah.

    3. Banyak Spanduk Partai Politik ketika Timnas U-19 Bertanding

    Ada pula spanduk-spanduk partai politik yang menunggangi prestasi cemerlang Tim Nasional U-19 Indonesia dapat dengan mudah ditemukan di sekitar Gelora Bung Karno.

    Dalam spanduk dengan latar belakang berwarna kuning tersebut, dapat terlihat jelas gambar karikatur anggota DPR Fayakun Andriadi dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan tulisan 'Terbang Tinggi Garuda Jaya'.

    Kedua tokoh tersebut memang memakai kostum timnas, namun bila diperhatikan lebih cermat terdapat pesan khusus di jersey yang dikenakan. Sosok ARB terlihat mengenakan kostum bernomor punggung 5. Seperti diketahui, Partai Golkar mendapat nomor urut lima pada Pemilu 2014. Hal itu terlihat ketika Kualifikasi Piala AFC U-19 di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Pertanyaan muncul sekarang, apakah politik kembali mengganggu sepak bola? Sebaiknya politisasi timnas pada 2010 lalu jangan terulang.

    Keberhasilan skuad 'Merah Putih' melewati babak semifinal Piala AFF 2010 lantas mengundang reaksi dari para politisi. Firman Utina dkk. dibuat sibuk oleh mereka dengan kegiatan kurang penting di luar urusan sepakbola.

    Para politisi tampak seperti mengambil keuntungan dari momen ini dengan mencari popularitas dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mengajak sarapan bersama, memberikan bantuan, hingga mengundang doa bersama.

    Jika sepakbola dijadikan alat kampanye bila meraih kesuskesan, bagaimana jika mereka terperosok dan gagal di semua ajang? Apakah mereka masih ingin membantu membangkitkan sepakbola Indonesia lagi? (liputan6)
  • Roy Suryo Izinkan Pemain Timnas U-19 Jadi Bintang Iklan

    Roy Suryo - NET
    Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo meminta pemain-pemain Timnas Indonesia U-19 tidak terpancing jadi bintang iklan. Sebab jika salah satu di antara mereka jadi bintang iklan, maka dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan antarpemain.

    Meski demikian, Menpora tetap membolehkan pemain timnas U-19 jadi bintang iklan. Syaratnya, semua pemain terlibat dalam pembuatan iklan tersebut.

    "Boleh jadi bintang iklan kalau itu bentuknya koorporasi atau menggambarkan kebersamaan mereka. Kalau semua dilibatkan saya tidak sanggup melarangnya," kata Roy Suryo saat ditemui di Gedung Museum Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

    Ketika dulu Timnas U-19 juara di AFF Cup U-19, Roy juga meminta agar kekompakan tim tidak terganggu faktor internal dan eksternal. Tawaran jadi bintang iklan, kata dia, adalah salah satu bentuk gangguan eksternal.

    "Gangguan eksternal akan lahir kalau ada salah satu di antara mereka dicomot untuk produk iklan. Kalau semuanya menjadi bintang iklan dengan mengusung nama timnas U-19, itu masih sah," ungkapnya.

    Sementara gangguan internal, kata dia, bisa diatasi. Dengan catatan, pemain tidak saling menonjolkan diri. Bahwa mereka ada yang diangkat-angkat di daerahnya itu sah-sah saja.

    "Evan Dimas, Ilham Udin atau Maldini jangan terlalu diangkat. Sebab tidak akan ada kemenangan bila tidak ada kerjasama tim, Evan Dimas saja pernah gagal," ungkapnya.

    Pemain luar negeri yang banyak jadi bintang iklan tidak boleh disamakan dengan pemain timnas U-19. "Di luar negeri bisa jadi bintang iklan memang iya. Tapi jangan disamakan luar negeri dan Indonesia," terang Roy. (jawapos)
  • Kecuali SBY, Roy Suryo Larang Politisi Panggil Skuad Timnas U-19

    Roy Suryo - Tempo
    Seputar Timnas - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo meminta tokoh-tokoh politik di Jakarta tidak mempolitisir pemain-pemain Timnas Indonesia yang telah berprestasi di ajang AFF Cup U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-19.

    Ia menegaskan, satu-satunya tokoh yang bisa memanggil pemain timnas U-19 adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    "Tidak ada tokoh yang boleh memanggil peman timnas U-19. Kecuali satu. Siapa? Pak Presiden," kata Roy Suryo di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

    Dikatakan juga, hingga kini Presiden belum berencana memanggil pemain-pemain timnas U-19. Itu karena Presiden tidak ingin mengganggu jadwal yang telah disusun pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. "Presiden sangat toleran dengan jadwal mereka," ujarnya.

    Menpora juga merespon gubernur atau kepala daerah yang memberikan apresiasi kepada pemain timnas U-19 yang secara tidak langsung membawa harum nama daerah. Menurutnya, penghargaan dari gubernur maupun kepala daerah adalah hal yang wajar.

    Tapi jika yang memberikan bonus atau apresiasi kepada pemain timnas U-19 adalah tokoh politik dari Jakarta, Roy menilainya sebagai hal yang tidak murni.

    Sebelumnya, petinggi Partai Golkar, Setya Novanto, yang juga merupakan calon legislatif dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II memberikan bonus berupa satu unit sepeda motor kepada pemain timnas U-19 asal NTT, Yabes Roni Malaifani.

    "Saya gak mau nyebut. Tapi itu berarti ada sesuatu, ada tujuan tidak murni," ungkap Roy.

    Saat ditanya apakah Menpora sudah memberikan bonus kepada pemain timnas U-19, Roy mengaku belum. Bahkan politisi asal Partai Demokrat itu menyatakan belum memikirkannya.

    "Saya harus ngomong seadanya. Saya katakan kita belum berfikir ke situ tapi bukan berarti tidak terfikirkan. Memang belum ada dana khusus," ujar Roy. (jawapos)

  • Gavin Kwan Adsit Siap Perkuat Kembali Timnas U-19

    Gavin Kwan Adsit - NET
    Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 sukses tampil gemilang di ajang Piala AFF U-19 dan Piala Asia U-19. Pemain muda potensial Indonesia, Gavin Kwan Adsit, pun mengaku siap untuk memperkuat Timnas Garuda Muda.

    Gavin Kwan Adsit yang kini memperkuat klub Rumania, CFR Cluj Reserves, pernah membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara turnamen HKFA pada Februari 2013. Pemain berusia 17 tahun itu juga terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.

    Setelah bermain di CFR Cluj, kemampuan Gavin Kwan Adsit kian meningkat tajam. Ia pun mengaku ia ingin memperkuat Timnas Indonesia U-19. “Saya ingin memperkuat Timnas U-19. Saya siap terbang ke Indonesia apabila dibutuhkan dan dipanggil,” ungkapnya singkat kepada wartawan.

    Gavin Kwan Adsit pernah mengikuti seleksi Timnas U-19 menjelang turnamen Piala AFF U-19. Akan tetapi tawaran dari CFR Cluj menghampirinya, sehingga Gavin pun terpaksa meninggalkan proses seleksi.[republika]
  • PSSI: Timnas U-19 Akan Ikuti Kompetisi di Luar Negeri

    Skuad Timnas - SURYA
    Seputar Timnas - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berharap prestasi menawan tim nasional usia di bawah 19 tahun (U-19) terus bertahan hingga putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, 5-22 Oktober 2014. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Toni Aprilani, menyatakan perlu ada perhatian khusus untuk menjaga soliditas dan penampilan Evan Dimas cs.

    “Kami berencana mengirim timnas U-19 untuk mengikuti kompetisi di luar negeri,” kata Toni di Senayan, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2013. Toni mengatakan wacana itu terlontar saat PSSI menggelar pertemuan yang diikuti oleh pengurus dan Badan Tim Nasional.

    Toni beralasan, dengan mengikuti kompetisi di luar negeri penampilan para pemain Garuda Jaya akan terus terjaga hingga satu tahun ke depan. Melepas para pemain ke masing-masing klub, di mata Toni, akan mengganggu kekompakan tim yang sudah lama terbentuk. “Secara tim mereka sudah utuh. Harapannya agar tidak terpecah oleh klub juga,” kata Toni di Jakarta, kemarin.

    Rencana mengirim timnas U-19 mengikuti kompetisi di luar negeri, menurut Toni, merupakan pilihan jangka pendek. Pasalnya, PSSI tidak memiliki kompetisi untuk di bawah usia 19 tahun.

    Ia menambahkan, wacana ini juga menjadi salah satu solusi bagi status Evan Dimas yang saat ini memperkuat Persebaya Surabaya 1927. Klub tempat Evan bernaung ini tidak diakui sebagai anggota PSSI. “Artinya pemain U-19 diutamakan untuk bermain bersama timnas dulu daripada klub,” ujar Toni.

    Lebih lanjut, PSSI belum menentukan kompetisi luar negeri mana yang akan diikuti. Salah satu negara yang diusulkan oleh Toni ialah Spanyol atau Amerika Latin. “Tetapi kami harus membicarakan dulu dengan pelatih,”ucapnya.

    Toni menambahkan, langkah PSSI untuk membawa timnas U-19 ke kompetisi luar negeri perlu mendapat dukungan pemerintah. Toni menyebut setidaknya diperlu dana sebesar Rp 100 miliar untuk melakukan pemusatan latihan atau mengikuti kompetisi di luar negeri.

    Pada kesempatan terpisah, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik mengatakan bisa saja pemerintah memberikan bantuan namun harus dianggarkan dalam APBN 2014. “Kalau saat ini anggaran sangat terbatas,” ucap Djoko.

    Tim nasional Indonesia U-19 lolos ke putaran final Piala Asia setelah meraih posisi teratas klasemen Grup G. Pada tiga kali pertandingan babak kualifikasi, timnas menang 4-0 atas Laos, 2-0 atas Filipina, dan 3-2 atas juara bertahan Korea Selatan.

    Tim yang telah lolos ke putaran final ialah Australia, Cina, Indonesia, Iran, Irak, Jepang, Myanmar (tuan rumah otomatis lolos), Oman, Korea Utara, Qatar, Korea Selatan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman.[tempo]
  • Djodri: PSSI Tak Ada Masalah Soal Dana Untuk Timnas U-19

    Djoko Driyono - NET
    Seputar Timnas - Sekjen PSSI, Joko Driyono menegaskan tidak ada masalah dengan pendanaan untuk Timnas U-19 secara jangka panjang. Menurut Joko, PSSI mendapat dukungan positif dari berbagai sumber untuk kegiatan pasukan Indra Sjafrie.

    "Insya Allah PSSI akan kombinasikan antara aspek teknis dengan pencapaian target yang kita sesuaikan dengan komersial, sehingga PSSI ingin tim ini sukses dengan pengelolaan yang baik," kata Joko kepada wartawan.

    "Dukungan itu akan kita peroleh dari sumber-sumber aspek komersial yang ada dari kita. Saat ini kami merasa dukungan yang ada sangat positif. Intinya PSSI tidak ada masalah soal dana untuk Timnas U-19," katanya.

    Setelah memastikan diri lolos ke Piala Asia U-19 2014 usai mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2, skuad Timnas U-19 saat ini tengah diliburkan selama sepekan. Minggu depan, PSSI, Badan Tim Nasional, dan tim pelatih Timnas U-19 akan menggelar pertemuan membahas rencana jangka panjang Evan Dimas Cs.

    Dalam pertemuan ini, pihaknya akan berdiskusi dengan tim pelatih Timnas Indonesia U-19 untuk membantu dan mendengarkan program-program yang dipaparkan. Ini bagian dari persiapan jelang berlaga di Piala Asia U-19 2014. [viva]
  • Prediksi Skor Korea Selatan U-19 VS Indonesia U-19 Tgl 12 September 2013

    Ilustrasi - Ian Calico
    Seputar TimnasLaga Garuda Jaya julukan timnas U-19 Indonesia adalah laga wajib menang karna mengalahkan Korea Selatan pada laga pamungkas ini mesti dilakukan bila Evan Dimas dkk ini meraih tiket langsung putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar pada tahun depan.

    Pasalnya dilaga sebelumnya Timnas Indonesia hanya mampu memetik kemenangan dua gol tanpa balas atas Filipina pada laga kedua kualifikasi Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno hari Kamis (10/10) malam beberapa hari lalu.
    Timnas Indonesia dan Korsel sama-sama mengoleksi enam poin dari hasil dua kemenangan. Namun, timnas Korsel berada dalam posisi yang lebih beruntung karena unggul produktivitas gol dari dua laga.
    Sejauh ini Korsel memiliki surplus delapan gol, sementara Indonesia sejauh ini hanya surplus enam gol. Padahal sesuai regulasi AFC, bahwa tim yang berhak lolos langsung ke putaran final adalah tim yang menempati puncak klasemen masing-masing grup.
    Namun bila pada klasemen akhir grup ada dua tim yang memiliki poin sama, tentu penilaian akan dicatat melalui selisih gol. Namun bila selisih gol juga sama, perhitungan selanjutnya akan dipilih tim mana yang paling banyak memasukkan gol. 
    Indonesia hanya berharap masuk 6 runner up terbaik agar bisa lolos berarti melihat timnas juga harus mlihat pertandingan group-group lain yang tanding juga dihari yang sama.
    Maka Korsel hanya butuh hasil imbang ketika akan bertemu dengan Indonesia pada laga melaean Indonesia ini. Sedangkan, timnas Indonesia wajib meraih tiga poin. Dan berharap dengan bermain dipublik sendiri anak asuh Indra Sjafri mampu mengalahkan Korea, walau perlu perjuangan keras, namun publik meyakini bahwa Garuda Jaya mampu mengalahkan Korea walau dengan skor tipis.

    Head to head kedua tim

    - belum pernah bertemu

    5 Pertandingan Terakhir Korea Selatan:

    11 Nov 2012: Iran U19                    [1-4] Korea SelatanU19
    14 Nov 2012: Korea Selatan U19    [3-1] Uzbekistan U19
    17 Nov 2012: Korea Selatan U19    [1-1] Iraq U19
    08 Okt 2013: Korea Selatan U19    [4-0] Philippines U19
    10 Okt 2013: Laos U19                   [1-5] Korea SelatanU19

    5 Pertandingan Terakhir Indonesia :

    10 Okt2013 : Filipina U19          [0-2] Indonesia U19
    08 Okt 2013 : Indonesia U19      [4-0] Laos U19
    29 Sep 2013 : Indonesia U19     [0-0] Vietnam U19
    20 Sep 2013 : Timor Leste U19  [0-2] Indonesia U19
    18 Sep 2013 : Indonesia U19     [1-1] Malaysia U19

    Prediksi Skor Korea Selatan U-19 VS Indonesia U-19 Tgl 12 Sept 2013

    Korea Selatan [1-2]  Indonesia


    Sumber : MRBOLA
  • Evan Dimas: Korea Tim Hebat, Tapi Kami Tak Takut!

    Evan Dimnas - VIVA
    Seputar Timnas - Kapten Timnas Indonesia U-19 Evan Dimas optimistis bisa mengalahkan Korea Selatan pada laga terakhir kualifikasi Piala Asia U-19. Evan tidak takut dengan kekautan calon lawannya tersebut.

    "Korea adalah tim hebat, tapi kami tak takut. Makanya kita harus bekerja keras untuk melawan Korea. Kita harus menang," kata pemain yang sudah mengoleksi satu gol selama kualifikasi Piala AFC U-19 itu.

    Korea Selatan yang sejak awal menargetkan lolos otomatis ke putaran final Piala AFC U-19 2014 sudah dalam kondisi terbaik. Pola permainan anak asuh Kim Sang Ho ini terus meningkat jika dilihat dari jumlah gol yang diciptakan.

    Ksatria Taeguk itu mampu mengalahkan Filipina, 4-0. Selanjutnya mampu mengandaskan Laos dengan skor telak 5-1. Dari skill individu pemain juga tidak bisa diragukan. Dua pemainnya yaitu Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin bahkan mampu mencetak hattrick.

    Namun hal tersebut tak membuat Evan takut. Pemain asal Surabaya yang telah mempersembahkan tropi juara Piala AFF U-19 tersebut bertekad membawa timnya bertanding di level yang lebih tinggi. (Antara/lip6)
  • Lawan Korea, Timnas Indonesia Tetap Bermain Menyerang

    Indra Sjafri - NET
    Seputar Timnas - Indonesia akan menghadapi Korea Selatan dalam laga terakhir kualifikasi AFC Cup U-19 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10/2013). Laga ini boleh dibilang hidup dan mati bagi kedua tim.

    Pelatih Garuda Muda Indra Sjafri sudah melakukan evaluasi jelang menghadapi laga kontra Korsel. Pria berdarah Minang itu mengatakan Korsel memiliki kekuatan di dua bek sayap mereka tapi sedikit memiliki kelemahan kurang di lini tengah.

    "Kami sudah melakukan evaluasi mengenai permainan Korea. Hasilnya mereka memiliki kekuatan di duo bek sayap dan sangat baik dalam organisasi permainan tapi sedikit kurang di lini tengah," ujar Indra usai latihan Jumat (11/10/2013).

    "Besok kami akan tampil menyerang dengan formasi 4-3-3. Mengenai hasil dalam laga nanti, kami akan serahkan itu kepada Tuhan," tambahnya.

    "Walau mereka bermain sangat baik dalam bola-bola crossing tapi kami sudah mengantisipasi lewat simulasi latihan tadi. Kami tetap memainkan bola dari kaki ke kaki," ungkap Indra.

    "Ada tiga pemain yang saya rasa patut menjadi ancaman. Mereka nomor punggung 29, 43, dan 11," ungkap Indra ketika ditanya siapa pemain lawan yang patut diwaspadai dalam pertandingan nanti.(liputan6)
  • Garuda Muda Fokus Hadapi Korsel

    Timnas U-19 - NET
    Seputar Timnas - Timnas Indonesia bakal melakoni laga hidup mati melawan Korea Selatan (Korsel) dalam laga terakhir kualifikasi Grup G Piala AFC U-19 besok malam. Kedua kubu bersaing menjadi juara grup sekaligus meraih tiket lolos ke putaran final di Myanmar tahun depan.

    Indonesia maupun Korsel kini sama-sama mengemas 6 poin setelah memenangi laga kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin. Korsel melibas Laos dengan skor telak 5-1 dan Indonesia mengalahkan Filipina 2-0. Korsel berada di puncak klasemen dengan keunggulan selisih gol atas Indonesia.

    Pelatih timnas Indonesia Indra Sjafri mengakui permainan anak asuhnya sudah maksimal. Dia meminta Evan Dimas Darmono dkk untuk melupakan hasil laga melawan Filipina dan berfokus menghadapi Korsel yang berstatus juara bertahan.

    "Sekarang waktunya tutup buku. Tidak ada kata lain di benak kami sekarang kecuali memenangi pertandingan melawan Korsel," tegas pelatih yang mengantarkan Indonesia menjadi jawara Piala AFF U-19 tersebut.

    Garuda Jaya "sebutan timnas U-19" sejatinya berpeluang mencetak lebih dari dua gol ke gawang Filipina. Statistik pertandingan mencatat, Indonesia melesakkan 12 tendangan ke gawang lawan. Namun, hasilnya, hanya dua gol yang tercipta.

    Gol pertama tuan rumah lahir dari eksekusi tendangan bebas Muhammad Hargianto pada menit ke-27. Gol kedua lahir delapan menit sebelum laga berakhir. Gol itu tercipta berkat kolaborasi dua pemain pengganti, Paulo Oktavianus Sitanggang dan Yabes Roni Malaifani. Berawal dari terobosan Paulo, Yabes yang muncul dari sisi kiri pertahanan Filipina lolos dari penjagaan dan sukses menjebol gawang lawan.

    Bagi Yabes, itu adalah gol pertamanya untuk timnas. Gol tersebut sekaligus menjadi pembuktian bagi pemuda asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut. Sebelumnya, pelatih Indra Sjafri menyebut Yabes sebagai salah satu solusi pemecah kebuntuan.

    Indra sejak awal memprediksi Filipina bakal bermain bertahan. Meski begitu, dia optimistis anak asuhnya mampu membongkar pertahanan lawan. "Saya memulainya dengan baik dan sekarang kami melihat prospek ke depan juga baik," kata pelatih asal Padang itu.

    Di sisi lain, pelatih Filipina Marlon Manos Maro menyatakan, timnya beruntung bisa terhindar dari kebobolan banyak gol. Laga terakhir melawan Laos akan dimanfaatkan untuk membidik kemenangan.

    "Pada game berikutnya, kami janji bermain lebih baik. Kami pasti bisa main lebih bagus dari sebelumnya," tegasnya. Filipina melakoni dua pertandingan tanpa kemenangan dan hanya mencetak sebiji gol. (jawapos)
  • Indra Sjafri: Bilang Sama Korsel Hati-hati Dengan Yabes!

    Yabes Roni - JPNN
    Seputar Timnas - Yabes Roni Malaifani, sontak menjadi sosok yang paling mendapat pujian saat Indonesia menumbagkan Filipina 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, Kamis (10/10) malam.

    Pelatih Indra Sjafri memang sejak awal sudah menjanjikan Yabes sebagai kartu truf. Hal itu terbukti di pertandingan melawan Filipina.

    Yabes dimasukkan di menit 69 menggantikan Dinan Yahdian Javier. Hal itu tidak disia-siakan pemain asal Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Yabes beberapa kali memperlihatkan aksi menawan.

    Puncaknya terjadi di menit 83. Mendapat umpan tarik dari Paulo Sitanggang, Yabes melakukan solo run. Aksinya diakhiri dengan tendangan terarah yang merobek jala gawang Filipina.

    "Sesuai janji saya, Yabes akan jadi kartu truf. Bilang sama Korsel hati-hati dengan Yabes besok," tegas Indra Sjafri, usai pertandingan melawan Filipina.

    Ia mengatakan, hasil 2-0 tidak akan menyurutkan optimismenya untuk lolos ke Piala Asia. "Jangan diredam optimisme kami karena kami akan berusaha untuk mengalahan Korsel tidak beharap pada agresitivitas gol," tegasnya.

    Ia mengatakan, Timnya sudah sudah menganalisa tim Korsel. Dari statistik, kata Indra, Korsel mengalami penurunan. "Statistik mereka turun, mudah-mudahan besok mereka turun lagi," ungkapnya. (jawapos)
  • Hari Ini Timnas U-19 Ciutkan Skuad Menjadi 23 Pemain

    Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 terus mengasah kemampuan taktik. Untuk latihan, Sabtu (5/10) malam, tim berjuluk Garuda Jaya itu, berencana menggelar internal game di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

    Hal ini diungkapkan Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri saat ditemui usai memimpin latihan anak asuhnya di SUGBK, Jumat (4/10) malam. Karena harus menggelar internal game, Indra Sjafri baru bisa menciutkan pemain dari 31 ke 23 orang pada Sabtu besok.

    "Sabtu baru kita ciutkan 23 pemain setelah internal game antarpemain," kata Indra Sjafri.

    Ia mengungkapkan, anak asuhnya cukup happy bermain di SUGBK. Adaptasi cuaca dari Sidoarjo Jawa Timur ke Jakarta juga menurutnya tidak ada permasalahan bagi Garuda Jaya, julukan Timans U-19.

    "Mereka happy main di sani. Dari kecil mereka bercita-cita main di GBK, sekarang mereka memiliki kesempatan bermain di sini. Jadi mereka bahagia," ungkap Indra. (jawapos)
  • Indra Sjafri Sudah Kantongi Kelemahan Musuh

    Indra Sjafri - KOMPAS
    Seputar Timnas - Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, sudah cukup siap menghadapi lawan-lawan anak asuhnya pada ajang Kualifikasi AFC Cup U-19 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, 8-12 Oktober. Indra mengaku sudah memiliki Tim High Performance Unit (HPU) yang sudah bergerak sebulan lalu.

    Menurutnya, tim itu bertugas mencari rekam jejak lawan. "HPU sudah mulai bergerak. Sudah mendapatkan rekaman sebulan lalu," kata Indra usai memimpin latihan timnas U-19 di SUGBK, Jumat (4/10) malam.

    Hanya saja, Indra tidak mau membocorkan kekuatan dan kelemahan lawan-lawan Timas U-19 kepada media. "Saya tak bisa mengobral strategi dan kekuatan lawan di sini," ujar Indra.

    Sebaliknya, Indra menyadari bahwa lawan juga sudah mencari tahu permainan Indonesia. Meski demikian Indra tetap yakin dengan pola 4-3-3 yang diterapkannya selama ini.

    "Formasi hampir sama. Biar aja lawan tahu kekuatan, kita juga tahu kekuatan lawan. Jadi kita sama-sama tahu," ungkap Indra. (jawapos)
  • Jika Dipanggil Timnas U-23, Evan Dimas Siap

    Evan Dimas - NET 
    Seputar Timnas - Gelandang timnas U-19 Indonesia, Evan Dimas Darmono, menyatakan siap jika dipanggil untuk mengikuti pelatnas timnas U-23. Hal itu dituturkannya saat ditanyakan wartawan mengenai peluangnya yang akan dipanggil pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan.

    Kapten timnas U-19 itu disinyalir sebagai salah satu dari dua pemain yang diminati Rahmad untuk mengikuti pelatnas timnas yang diproyeksikan menuju SEA Games 2013 di Myanmar itu. Selain Evan Dimas, ada nama bek Hansamu Yama Pranata. 

    "Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan. Kalau diminta, saya sih siap-siap saja. Itu timnas U-23, jadi pasti akan kasih yang terbaik," kata Evan Dimas di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (3/10).

    Evan Dimas mengakui sudah siap bersaing dengan para pemain yang level usianya berada di atasnya. "Memang berbeda usia. Saat ini, saya 18 tahun. Yang, jadi masalah mungkin kalau di luar lapangan. Pasti ada rasa canggung dengan senior. Tapi di lapangan pasti berbeda, saya akan menunjukkan yang terbaik,” tegas pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995 itu.
  • Indra Sjafri: Timnas U-19 Siap Mati di Lapangan

    Jajaran pelatih Timnas U-19 - TRIBUNNEWS
    Seputar Timnas - Timnas Indonesia U-19 dianggap sudah cukup siap mental untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19, 8-12 Oktober 2013. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, bahkan menyebut anak asuhnya siap mati di lapangan.

    "Mereka siap mati. Lihat saja nanti di lapangan," kata Indra Sjafri saat ditemui di Hotel The Sultan Jakarta, Kamis (3/10).

    Meski Timnas U-19telah berprestasi, Indra tetap meminta skuat asuhannya untuk tidak besar kepala. Permintaan Indra itupun sudah dilaksanakan dengan baik oleh anak asuhnya.

    Prestasi Timnas U-19 tak membuat Evan Dimas Cs banyak tingkah. "Kemarin anak-anak waktu di Bandara Juanda Surabaya tetap rela nunggu pesawat. Mana ada tim juara rela duduk di lantai?" ujar Indra.

    Indonesia akan memulai kiprah di kualifikasi AFC U-19 menghadapi Laos pada 8 Oktober. Selanjutnya, Timnas akan menghadapi Filipina pada 10 Oktober dan Korea Selatan pada 12 Oktober. (jawapos)
  • Jam Malam, Pemain Timnas U-19 Dilarang Keluar Hotel

    Timnas U-19 - NET
    Seputar Timnas - Kondisi fisik para pemain tim nasional usia di bawah 19 tahun (timnas U-19) mendapat perhatian ekstra dari pelatih Indra Syafri. Jam malam pun diberlakukan untuk memastikan stamina mereka tetap prima.

    "Pemain tidak boleh ke luar hotel di atas jam 9 malam," kata pelatih fisik timnas U-19, Nur Saelan, ketika dihubungi Tempo, Kamis 3 Oktober 2013. "Kami terus memantau mereka."

    Para pemain timnas U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk persiapan menjalani babak Kualifikasi Piala Asia.

    Indonesia berada di Grup G bersama Laos, Filipina, dan Korea Selatan. Pada 8 Oktober nanti, tim yang baru saja meraih juara di ajang AFF U-19 ini akan menjamu Laos di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

    Karena itu, kata Nur Saelan, setiap pemain harus menjaga stamina mereka sebaik mungkin. Mereka, misalnya, tak boleh sembarangan mengkonsumsi makanan. "Ada dokter khusus yang menyusun menu makan mereka," katanya.

    Saat ini, Nur Saelan melanjutkan, kondisi fisik para pemain cukup baik. Kesehatan mereka dicek terakhir kali Senin kemarin. Hasilnya, kata Nur Saelan, "Ada peningkatan.".[tempo]
  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan