Tampilkan postingan dengan label Arema. Tampilkan semua postingan
  • Dipermainkan Wasit, Mariners Menyesal Ikut Final Menpora Cup

    Asisten Pelatih Mariners, Phil Moss - GOAL
    Seputar Timnas Kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra di partai Final Menpora Cup, Minggu (29/09), dipersoalkan Central Coast Mariners. Bahkan, klub asal Australia itu mengaku menyesal bermain di laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang ini.

    "Jika melihat kepemimpinan wasit, saya kira lebih baik kami pulang ke Australia empat hari lalu dan tidak datang ke pertandingan ini," ujar Asisten Pelatih Mariners, Phil Moss, usai pertandingan.

    "Pemain saya tak layak diperlakukan sedemikian rupa. Mereka meninggalkan anak istri mereka, jika mereka diperlakukan seperti ini, saya rasa lebih baik kita nggak datang ke pertandingan ini," sambungnya.

    Sebelumnya, dua penalti Keith Kayamba Gumbs sukses membawa Arema Cronous menjadi jawara di ajang Menpora Cup. Di laga yang berakhir 2-1 bagi keunggulan Arema itu, Mariners hanya mampu mencetak satu gol melalui Marcos Flores.

    Sementara itu, meski kalah, Moss mengaku anak asuhnya sudah mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka. Sayang, sambung pria berdarah Inggris ini, wasit membuat upaya mereka sia-sia.

    "Pemain saya tak layak diperlakukan sedemikian rupa. Ini bukan hanya opini saya, namun semua orang yang paham pasti sependapat," sambungnya.

    Sementara itu, sebagai runner-up Menpora Cup, Mariners berhak mendapat hadiah sebesar 250 juta Rupiah. Hadiah tersebut secara simbolis diserahkan oleh salah seorang Vice President MNC, Ray Wijaya, usai pertandingan tersebut. (bolanet)

  • Oleh FIFA, Poin Arema Dikurangi Tiga

    Seputar Timnas - PT Liga Indonesia melakukan pengurangan 3 poin terhadap klub Arema Indonesia dalam klasemen Indonesia Super League 2012/2013. Keputusan ini dilakukan oleh LIGA sebagai bentuk implementasi hukuman Komisi Disiplin FIFA.

    Ya, hal ini sekaligus menindaklanjuti surat PSSI nomor 1825/UDN/1017/IX-2013 tertanggal 10 September 2013 tentang implementasi Keputusan Komisi Disiplin FIFA serta circulars dari FIFA. 

    Dalam surat tersebut, diterangkan bahwa Arema Indonesia dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin FIFA terkait permasalahan pemain atas nama Jean Landry Poulangoye (Perancis) berupa denda sebesar CHF. 5000 serta hukuman tambahan berupa penngurangan 3 poin terhadap Arema Indonesia yang harus segera dijalankan karena Arema belum membayar denda yang telah diputuskan tersebut.

    Terhadap keputusan tersebut, PSSI diwajibkan menjalankan dengan melakukan pengurangan 3 poin dalam kompetisi yang sedang diikuti oleh Arema, dan memerintahkan PT Liga Indonesia untuk segera melakukan implementasi hukuman tersebut.

    “Kita memang harus mengimplementasikan hal ini, karena sebagai konsekuensi apabila PSSI tidak menjalankan hal tersebut, maka FIFA akan memberikan hukuman kepada Indoensia berupa tidak dapat ikut serta dalam seluruh kompetisi FIFA,” kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

    Dengan demikian, poin Arema Indonesia, yang hingga laga ke-33, sudah mengoleksi 66 poin, berkurang menjadi 63 poin, sejak keputusan ini ditetapkan oleh LIGA, dan diinformasikan kepada klub Arema Indonesia pada Kamis (12/9)..


    Tidak hanya melakukan pengurangan 3 poin, LIGA juga memberikan reminder kepada klub Arema Indonesia untuk segera melakukan pembayaran denda tersebut kepada FIFA dengan konsekuensi apabila tidak dilakukan pembayaran, maka klub Arema Indonesia akan mendapatkan sanksi tambahan berupa degradasi ke tingkat kompetisi yang lebih rendah (Divisi Utama).

    Landry sendiri adalah sosok pemain Arema di tahun 2010. Dirinya dipecat sebelum musim memasuki separuh karena permainan jelek. Karena itulah, sosok pemain Prancis ini melaporkan Arema kepada FIFA. Usai tiga tahun, kasus ini baru tertangani oleh FIFA.


    Sementara itu, dalam susunan klasemen resmi ISL, nilai Arema sudah diubah dari 66 menjadi 63.[PT.LIGA+WEAREMA]
  • Kasus Greg, Manajemen Arema Tunggu Bukti

    Greg Nwokolo - NET
    Seputar Timnas - Manajemen klub Arema Cronous enggan berkomentar terhadap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan penyerang andalannya, Greg Nwokolo, kepada salah seorang wanita pada Ahad kemarin.

    "Selaku wakil dari manajemen, saya no comment. Itu adalah privasi pemain dan saya tidak berhak mengomentarinya," kata manajer Arema Rudi Widodo, Senin, 19 Agustus 2013.

    Rudi berharap masyarakat tidak berasumsi dan menunggu kepastian kasus tersebut. Pasalnya, kasus itu tengah ditangani pihak berwajib. "Lagi pula Greg kan sudah menunjuk pengacara. Jadi kita tunggu saja kebenaran kasus tersebut, karena sudah di pihak berwajib," kata Rudi lagi.

    Terkait kemungkinan sanksi dari manajemen Singo Edan (julukan Arema) kepada Greg bila laporan tersebut terbukti benar, Rudi enggan berspekulasi. "Kita buktikan saja dulu, baru dikenai sanksi," kata dia.

    Sebelumnya, mantan pemain klub Persija Jakarta itu dilaporkan seorang perempuan ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan. Laporan itu pun dibenarkan juru bicara Polres Jakarta Selatan, Komisaris Aswin. Namun Aswin enggan memerinci lebih lanjut detail laporan tersebut. Sedangkan Greg belum bisa dimintai konfirmasi terkait laporan tersebut. Telepon genggam pemain yang mencetak gol ke gawang Filipina itu tidak aktif. 

    Greg merupakan pemain naturalisasi asal Nigeria. Ia menjalani debut di tim nasional senior pada pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi, pada 23 Maret lalu. Sejauh ini, Greg telah mengoleksi satu gol dari tiga kali penampilannya bersama Indonesia. Gol itu ia ciptakan dalam laga uji coba melawan Filipina di Stadion Manahan, Solo, 14 Agustus 2013 lalu. Pada pertandingan tersebut tim Indonesia menang 2-0. 

    Laporan dugaan penganiayan yang dilakukan pesepak bola seperti yang menimpa Greg bukan pertama kali terjadi. Pada Februari tahun lalu, pemain asing asal Brasil Hilton Morreira sempat ditangkap petugas kepolisian Daerah Metro Jayam, setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pramugari. Namun kasus tersebut menguap tanpa jelas muaranya. Greg sendiri saat ini tetap terus bermain sepak bola di Indonesia, memperkuat klub Persib Bandung.[tempo]




  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan