-
Tampilkan postingan dengan label Komdis PSSI. Tampilkan semua postingan
Umuh Protes Kasus Rasis Ditutup Komdis PSSI
![]() |
| Umuh Mochtar - NET |
Manajer Persib Umuh Muchtar menegaskan, dirinya sangat menyayangkan keputusan komdis yang menutup kasus ini. Padahal, kata Umuh, Djanur dan Messi sudah memenuhi panggilan komdis sebagai saksi.
Umuh sendiri menganggap jika komdis kurang respon dalam menyikapi dugaan pelanggaran ini. “Kita kan sudah datang, tapi sepertinya komdis tidak respon dan tidak ada niatan menyelesaikannya," kata Umuh.
Umuh menegaskan, bukti yang diminta pihak komdis sudah jelas ada pada ucapan. Maka itu, ia heran jika komdis meminta bukti dalam bentuk foto. “Ditanya tentang bukti berupa foto. Mau bukti bagaimana? itu kan ucapan," ungkapnya.
Selain itu, karena mentoknya penyikapan komdis dalam kasus ini, Umuh menilai tidak akan ada efek jera yang bisa mencegah aksi rasis lainnya di masa mendatang. "Karena kasus ini sudah diketahui, seharusnya komdis yang mengusut tapi kan tidak ada, jadi nggak akan ada efek jera," pungkasnya.
Diberitakan Radar sebelumnya, kasus pelecehan rasialisme tetap menjadi kasus pelanggaran yang tidak terhukum di Indonesia. Seperti terjadi dalam kasus yang menimpa gelandang serang Persib Bandung, Mbida Messi. Sempat mendapatkan perhatian publik, kasus tersebut resmi ditutup, Rabu (2/10).
Keputusan itu diumumkan setelah terjadi pertemuan antara kedua belah pihak di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Dari pihak Komdis diwakili langsung ketuanya, Hinca Panjaitan. Sementara pihak Messi diwakili Djanur dan Messi sendiri. (jawapos)
Hinca : PT LPIS Sudah Tidak Mampu Kelola IPL
![]() |
| Hinca Panjaitan - NET |
"Sebenarnya putusan sudah diambil sejak pekan lalu. LPIS dianggap tidak bisa menjalankan kompetisi. Maka dari itu kami limpahkan langsung kepada Exco," kata Ketua Komdis, Hinca Panjaitan, Jumat 27 September 2013.
Sebelumnya, pihak Komdis sudah meminta LPIS mengatur jadwal baru, klasemen, hingga peserta IPL dan Divisi Utama. Instruksi ini diberikan mengingat beberapa tim sudah didiskualifikasi. Namun, hingga kini permintaan Komdis tidak kunjung terlaksana.
"Kami menilai mereka sudah tidak bisa menjalankan kompetisi. Padahal, LPIS sudah diberi kewenangan menjalankan kompetisi oleh Exco. Nasib mereka akan ditentukan dalam rapat Exco, Sabtu besok," beber Hinca.
"Nah, dari situ, kami akan tahu ke mana arahnya format unifikasi liga pada 2014 mendatang," sambungnya. Rapat Exco yang dimaksud Hinca akan digelar di Hotel Sultan, Sabtu, 28 September 2013.
Terpisah, Direktur PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, berharap agar IPL dihentikan. Dia menilai pelaksanaan kompetisi sudah tidak sehat dan tidak memiliki masa depan yang jelas.
"Lebih baik berhenti, jika tetap dijalankan hanya akan menghabiskan uang. Katanya kompetisi akan selesai Desember 2014. Kalau kondisinya seperti itu, tim tidak punya persiapan dan pemain kapan liburnya? Kompetisi baru kan mulai 2014," kata Erizal. (viva)
Komdis PSSI Akan Didemo Viking Persib Club
Seputar Timnas - Kelompok suporter Persib Bandung yang menamakan diri Viking Persib Club akan berunjuk rasa ke kantor PSSI di Senayan, Jakarta. Belum diketahui kapan aksi tersebut akan dilakukan.
Seperti dikuti dari Liputan6.com, Kamis (12/9/13) petang WIB, dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya, Viking tengah mengumpulkan massa dengan pendaftaran Rp 70 ribu per orang bagi mereka yang ingin ikut aksi tersebut. Saat ini, Viking tengah mengajukan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya untuk berunjuk rasa di kantor PSSI.
Aksi Viking merupakan respons atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib dan Bobotoh (pendukung Persib). Komdis memberikan sanksi kepada Bobotoh berupa larangan mendukung langsung tim Maung Bandung di stadion saat laga tandang selama 12 bulan.
Tak hanya itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi denda Rp 50 juta kepada manajemen Persib akibat tingkah laku buruk suporter tersebut. Sesuai Kode Disiplin pasal 75 ayat 8, yakni tingkah suporter ditanggung klub. Sanksi tersebut terkait kericuhan suporter dalam laga Persib melawan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus silam. Pihak Persib sendiri sudah akan mengajukan banding terhadap sanksi tersebut.
"Langkah banding akan kita proses. Poinnya, pertama untuk sanksi denda dan sanksi Bobotoh yang tak boleh mendukung dalam laga tandang selama setahun," kata Kuswara S Taryono, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Selain berunjuk rasa, para Viking juga akan menggalang dana berupa uang logam dari semua distrik, baik seluruh Indonesia maupun luar negeri, seperti distrik Jepang, Singapura, Malaysia, Swiss, Inggris, Latvia, dan Ukraina. (liputan6)
Seperti dikuti dari Liputan6.com, Kamis (12/9/13) petang WIB, dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya, Viking tengah mengumpulkan massa dengan pendaftaran Rp 70 ribu per orang bagi mereka yang ingin ikut aksi tersebut. Saat ini, Viking tengah mengajukan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya untuk berunjuk rasa di kantor PSSI.
Aksi Viking merupakan respons atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Persib dan Bobotoh (pendukung Persib). Komdis memberikan sanksi kepada Bobotoh berupa larangan mendukung langsung tim Maung Bandung di stadion saat laga tandang selama 12 bulan.
Tak hanya itu, Komdis juga menjatuhkan sanksi denda Rp 50 juta kepada manajemen Persib akibat tingkah laku buruk suporter tersebut. Sesuai Kode Disiplin pasal 75 ayat 8, yakni tingkah suporter ditanggung klub. Sanksi tersebut terkait kericuhan suporter dalam laga Persib melawan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus silam. Pihak Persib sendiri sudah akan mengajukan banding terhadap sanksi tersebut.
"Langkah banding akan kita proses. Poinnya, pertama untuk sanksi denda dan sanksi Bobotoh yang tak boleh mendukung dalam laga tandang selama setahun," kata Kuswara S Taryono, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Selain berunjuk rasa, para Viking juga akan menggalang dana berupa uang logam dari semua distrik, baik seluruh Indonesia maupun luar negeri, seperti distrik Jepang, Singapura, Malaysia, Swiss, Inggris, Latvia, dan Ukraina. (liputan6)
Langganan:
Postingan (Atom)



