-
Tampilkan postingan dengan label PBR. Tampilkan semua postingan
APPI Investigasi Gaji Camara yang Belum Dilunasi Klub ISL
![]() |
| Sekou Camara - NET |
Hanya saja, APPI belum bersedia membeberkan hasil investigasinya di PBR. APPI memilih menunggu hasil laporan akhir tim yang diturunkan ke lapangan.
"Tim kami sedang ada yang melayat. Kami masih harus menunggu reportnya," kata CEO APPI Valentinno Simanjuntak, saat dihubungi via telepon, Minggu (27/7).
Sebelum bermain di PBR, Sekou Camara sempat membela Persiwa Wamena setengah musim. Sekou meninggalkan Persiwa karena pembayaran gaji yang bermasalah.
Namun APPI belum memastikan, apakah Persiwa sudah melunasi keseluruhan gaji Sekou atau tidak. Valentino menyatakan juga sedang melakukan investigasi.
"Kami belum bisa kasih konfirmasi, perlu di-kroscek dulu," ungkap Valentino. (jawapos)
Persiwa Diduga Belum Lunasi Gaji Sekou Camara
![]() |
| Sekou Camara - NET |
Pemain asal Mali tersebut sudah bermain di kompetisi domestik Indonesia sejak musim 2011-2012. Klub pertamanya adalah PSAP Sigli. Di klub tersebut Sekou mencetak 12 gol dari 30 penampilan.
Klub selanjutnya adalah Persiwa Wamena. Di klub inilah gaji Sekou bermasalah. Meski memberi kontribusi besar dengan 10 gol dari 15 pertandingan, Sekou memutuskan untuk pindah karena gajinya sering telat terbayar. Diduga, hingga kini gaji Sekou di Persiwa belum lunas.
Di PBR, Sekou Camara baru bermain 8 kali. Namun manajemen PBR mengaku akan tetap membayar gaji Sekou sesuai kontrak.
"Gajinya akan diberikan kepada ibunya di Mali," kata Ketua Pelita Marco Garcia Paolo, Ahad (28/7).
Saat disinggung soal gaji Sekou di Persiwa, Marco enggaan berkomentar. "Yang jelas gaji Sekou di PBR lancar," ungkapnya.
Upaya konfirmasi JPNN ke manajemen Persiwa Wamena belum membuahkan. Hingga kini handphone milik manajer Persiswa Agus Santoso sulit dihubungi. Pesan singkat yang dikirim ke handphone Agus Santoso juga tidak dibalas. (jawa pos)
Kisah Misteri Stadion Siliwangi & Meninggalnya Camara
![]() |
| Pemain-pemain PBR melayat Camara Sekou (Yadi/VIVA) |
Tokoh sepakbola pertama yang meninggal di Stadion Siliwangi adalah pelatih kenamaan Indonesia di era 1980’an dan 1990’an, Andi M. Teguh. Pelatih yang mengantar Petrokimia Putra ke final Liga Indonesia I musim 1994/1995 tersebut, meninggal di Stadion Siliwang pada tahun 1996 juga karena serangan jantung.
Andi meninggal saat sedang menyaksikan pertandingan di tribun VIP Stadion Siliwangi. Saat itu, Andi yang menjabat sebagai asisten pelatih timnas menyaksikan pertandingan didampingi Manajer Timnas kala itu, Tri Goestoro yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT. Kreasi Performa Pasundan, badan pengelola PBR.
Tak hanya korban meninggal dari penggiat sepak bola. Beberapa waktu lalu, seorang perwira TNI yang sedang mengikuti tes kesehatan dilaporkan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah sebelumnya tak sadarkan diri.
Meski memunculkan sejumlah cerita tragis tentang kematian mendadak, namun PBR masih akan menggunakan stadion berkapasitas 25 ribu penonton tersebut di seluruh laga kandang sisa musim ini. Dan PBR menganggap meninggalnya Sekou Camara lebih karena minimnya pengawasan medis.
Sebab, asisten pelatih PBR, Mustaqim mengungkapkan bahwa dia mendapatkan informasi dari beberapa pemain jika Camara sempat tiga kali kolaps atau nyaris tak sadarkan diri. “Tapi informasi tersebut hanya saya dapatkan dari rekan-rekannya."
"Karena saya baru bergabung, jadi tidak tahu banyak rekam medis setiap pemain,” lanjutnya.[viva]
Langganan:
Postingan (Atom)



