-
Tampilkan postingan dengan label AFC CUP. Tampilkan semua postingan
AFC CUP : Lawan East Bengal, Semen Padang Tanpa Beban
![]() |
| Semen Padang - NET |
Laga nanti dipastikan bakal berlangsung seru, mengingat kedua tim sama-sama optimistis merebut satu tiket semi-final. Menurut Jafri, pihaknya sudah melupakan kekalahan 1-0 di leg pertama perempat-final di Kolkatta India, pekan lalu.
“Kini kami sudah tempur, dan fokus pada pertandingan nanti. Persiapan sudah matang, baik strategi, dan juga mental. Anak-anak siap bermain lepas, semangat juang tinggi, dan tidak terburu-buru dalam permainan nanti. Walau kami butuh gol cepat, tapi akan bermain normal saja,” tutur Jafri.
Jafri juga menyebut tak akan memberi perhatian khusus pada pemain East Bengal, apakah itu Chidi Edeh, ataupun Ryuji Sueoka yang mencetak gol kemenangan East Bengal di laga pertama.
“Kita akan bermain kolektif saja, dan tak ada penjagaan istimewa untuk pemain lawan,” tegas Jafri.
Tekad yang sama dilontarkan kapten Ellie Aiboy. Pemain senior ini mengaku timnya tengah dalam kondisi bagus, dan motivasi berlipat untuk mengalahkan East Bengal.
“Bagi saya tidak ada kata yang tidak mungkin. Kami sudah siap. Timnas U-19 AFF sudah bikin sejarah, besok kenapa tidak giliran kami pula,” kata sang kapten berusia 34 tahun itu.
Sementara, kubu East Bengal tidak mau kalah gertak. Pelatih Marcos Antonio Falopa mengaku siap memberikan permainan menarik, dan merebut tiket semi-final, Namun begitu, pelatih asal Brasil itu mengakui duel kedua petang ini sulit, dan berat bagi pasukannya.
“Kami sangat respek kepada Semen Padang FC. Mereka tim bagus di semua lini. Makanya laga besok sore [hari ini] sulit, dan berat bagi kami,” ujarnya seperti diterjemahkan media Officer SPFC, Ronny Suhatril. (goal)
Tak Minat Lagi Main di IPL, Semen Padang Fokus Ke AFC Cup
Seputar Timnas - Manajemen Semen Padang memfokuskan berlaga di ajang AFC Cup 2013. Melihat posisi klub berjuluk 'Kabau Sirah' yang berada di puncak kelasemen sementara Liga Prima Indonesia (LPI), kini fokus dialihkan ke ajang sepak bola antar klub di benua Asia.
Selain posisi Semen Padang yang berada di puncak kelasemen, CEO Semen Padang, Erizal Anwar mengaku, klubnya lebih memilih fokus terhadap ajang AFC Cup, lantaran kecewa terhadap PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi LPI.
Semen Padang telah memastikan lolos ke babak perempat final, setelah pada babak perdelapan final mengalahkan tim asal Vietnam SHB Da Nang dengan skor agregat 2-1 (1-1). Sebelumnya, pada fase grup Titus Bonai dkk menempati peringkat pertama Grup E dengan perolehan poin 16 hasil dari 5 kali menang dan 1 kali imbang.
Pada babak perempat final, Semen Padang akan menghadapi tim asal India, East Bengal di Kolkota pada 17 September, kemudian satu minggu berselang giliran menjamu East Bengal di Stadion Haji Agus Salim.
Prestasi klub berjuluk Kabau Sirah pada turnamen sepak bola antar klub di wilayah Asia itu patut diacungi jempol, sebab klub asal Sumatera Barat itu menyandang predikat sebagai tim yang belum terkalahkan.
Erizal Anwar pun bertekad membawa Semen Padang lolos ke babak semifinal. Apabila itu terwujud, itu merupakan pencapaian tertinggi klub Indonesia di ajang AFC Cup.
Sejak bergulirnya AFC Cup pada 2004, raihan tertinggi klub asal Indonesia hanya sampai di perempat final, yakni Arema pada 2012 dan Persipura Jayapura pada 2010.
“Kami mempunyai niat khusus di turnamen AFC Cup. Setelah berhasil melaju ke babak perempat final tanpa terkalahkan saat ini kami ingin lolos ke semifinal. Mudah-mudahan impian ini terkabul,” katanya.[tribun]
Selain posisi Semen Padang yang berada di puncak kelasemen, CEO Semen Padang, Erizal Anwar mengaku, klubnya lebih memilih fokus terhadap ajang AFC Cup, lantaran kecewa terhadap PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi LPI.
“Terus terang, kami sudah tidak antusias lagi berkompetisi di LPI. Kompetisi itu tidak diminati oleh suporter, terlihat dari jumlah suporter yang datang di setiap partai kandang. Kami tunggu saja kelajutan kompetisi itu ke depan,” tuturnya saat dihubungi, Kamis (12/9/2013).
Semen Padang telah memastikan lolos ke babak perempat final, setelah pada babak perdelapan final mengalahkan tim asal Vietnam SHB Da Nang dengan skor agregat 2-1 (1-1). Sebelumnya, pada fase grup Titus Bonai dkk menempati peringkat pertama Grup E dengan perolehan poin 16 hasil dari 5 kali menang dan 1 kali imbang.
Pada babak perempat final, Semen Padang akan menghadapi tim asal India, East Bengal di Kolkota pada 17 September, kemudian satu minggu berselang giliran menjamu East Bengal di Stadion Haji Agus Salim.
Prestasi klub berjuluk Kabau Sirah pada turnamen sepak bola antar klub di wilayah Asia itu patut diacungi jempol, sebab klub asal Sumatera Barat itu menyandang predikat sebagai tim yang belum terkalahkan.
Erizal Anwar pun bertekad membawa Semen Padang lolos ke babak semifinal. Apabila itu terwujud, itu merupakan pencapaian tertinggi klub Indonesia di ajang AFC Cup.
Sejak bergulirnya AFC Cup pada 2004, raihan tertinggi klub asal Indonesia hanya sampai di perempat final, yakni Arema pada 2012 dan Persipura Jayapura pada 2010.
“Kami mempunyai niat khusus di turnamen AFC Cup. Setelah berhasil melaju ke babak perempat final tanpa terkalahkan saat ini kami ingin lolos ke semifinal. Mudah-mudahan impian ini terkabul,” katanya.[tribun]
AFC Cup: Semen Padang Lawan East Bengal, Wahyu & Vizcarra Absen
Seputar Timnas - Semen Padang akan menghadapi East Bengal pada laga leg pertama babak perempat final AFC Cup 2013 di Stadion Vivekananda Yuba Bharati Krirangn Stadium, Kolkata pada Selasa (17/9/2013).
Dua pemain inti klub Semen Padang, yakni bek tengah Wahyu Wijiastanto dan gelandang asal Argentina, Esteban Gabriel Vizcarra absen pada pertandingan itu dikarenakan akumulasi kartu kuning.
Meskipun kedua pemain itu tidak dapat dimainkan, namun pelatih Semen Padang, Jafri Sastra mengaku, akan membawa keduanya di dalam daftar nama 20 pemain yang akan dibawa ke India.
“Saya berharap mereka bisa mempelajari permainan lawan, sehingga pada pertandingan kedua di Padang mereka sudah mendapatkan referensi,” tutur Jafri saat dihubungi, Kamis (12/9/2013).
Kehilangan dua pemain itu tak menjadi masalah bagi pelatih bersertifikat A AFC itu, sebab Jafri sudah mempersiapkan M. Nur Iskandar sebagai pengganti Esteban, sementara Saepulloh Maulana akan mendampingi David Pagbe di posisi bek tengah.
Perubahan ini dilakukan pada ujicoba Semen Padang melawan Tampines Rovers di Stadion Haji Agus Salim pada Kamis lalu. Alhasil, Kabau Sirah menang 2-0 melalui gol yang masing-masing dicetak oleh Titus Bonai dan Vendry Mofu.
“Saya sudah mempersiapkan Nur Iskandar dan Saepulloh untuk menggantikan Esteban dan Wahyu,” ujar pelatih asal Sumatera Barat itu.
Semen Padang akan menjalani dua kali sesi latihan, sebelum bertolak ke India pada 14 September. Jafri Sastra fokus membenahi dua hal, yaitu penyelesaian akhir dan kerja sama tim yang dinilai masih belum padu.[tribun]
Dua pemain inti klub Semen Padang, yakni bek tengah Wahyu Wijiastanto dan gelandang asal Argentina, Esteban Gabriel Vizcarra absen pada pertandingan itu dikarenakan akumulasi kartu kuning.
Meskipun kedua pemain itu tidak dapat dimainkan, namun pelatih Semen Padang, Jafri Sastra mengaku, akan membawa keduanya di dalam daftar nama 20 pemain yang akan dibawa ke India.
“Saya berharap mereka bisa mempelajari permainan lawan, sehingga pada pertandingan kedua di Padang mereka sudah mendapatkan referensi,” tutur Jafri saat dihubungi, Kamis (12/9/2013).
Kehilangan dua pemain itu tak menjadi masalah bagi pelatih bersertifikat A AFC itu, sebab Jafri sudah mempersiapkan M. Nur Iskandar sebagai pengganti Esteban, sementara Saepulloh Maulana akan mendampingi David Pagbe di posisi bek tengah.
Perubahan ini dilakukan pada ujicoba Semen Padang melawan Tampines Rovers di Stadion Haji Agus Salim pada Kamis lalu. Alhasil, Kabau Sirah menang 2-0 melalui gol yang masing-masing dicetak oleh Titus Bonai dan Vendry Mofu.
“Saya sudah mempersiapkan Nur Iskandar dan Saepulloh untuk menggantikan Esteban dan Wahyu,” ujar pelatih asal Sumatera Barat itu.
Semen Padang akan menjalani dua kali sesi latihan, sebelum bertolak ke India pada 14 September. Jafri Sastra fokus membenahi dua hal, yaitu penyelesaian akhir dan kerja sama tim yang dinilai masih belum padu.[tribun]
Langganan:
Postingan (Atom)



