Tampilkan postingan dengan label Piala Asia. Tampilkan semua postingan
  • Timnas Gagal Uji Coba Lawan Mali, Kyrgyzstan Jadi Alternatif

    Rencana menggelar uji coba internasional timnas senior kembali mengalami kendala. Setelah sebelumnya, gagal menggelar uji coba jelang melawan Cina, 15 Oktober lalu, kini timnas sedikit kesulitan untuk mendapatkan lawan uji coba untuk 4 November.

    PSSI sebelumnya mengatakan timnas pada tanggal tersebut direncanakan akan melawan Mali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Namun kabar terakhir yang dilontarkan Sekretaris Badan Tim Nasional, Sefdin Syaifudin, uji coba melawan Mali batal.

    Sefdin sendiri tidak merinci alasan pasti gagalnya uji coba melawan Mali. Namun begitu, pihaknya tetap berusaha untuk mencari lawan pengganti untuk beruji coba di tanggal yang sama. “Kemungkinan akan diganti dengan Kyrgyzstan,” kata Sefdin.

    Timnas juga mengagendakan satu uji coba lainnya melawan Korea Utara di Pyongyang, Korea Utara, 9 November nanti. “Korea Utara masih dalam tahap komunikasi, insya Allah jadi dan sesuai rencana,” Sefdin menambahkan.

    Dua uji coba tersebut dimaksudkan sebagai persiapan skuat “Garuda” sebelum bertandang ke Cina pada lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015, 15 November mendatang. Empat hari kemudian skuat yang dilatih Jacksen Ferreira Tiago ini akan menjamu Irak di SUGBK.
  • Tak Jalani Uji Coba Pengaruhi Permainan Indonesia

    Jacksen F Thiago selaku arsitek tim nasional Indonesia mengakui bahwa gagalnya uji coba menjadi penyebab timnas Garuda bermain kurang baik pada laga kontra Cina yang berakhir imbang 1-1, Selasa (15/10).

    Kurang baik dalam hal ini adalah para pemain Indonesia kerap lamban dalam membaca permainan tim lawan dan sering kelimpungan mengantisipasi serangan dari Cina.

    "Tak ada uji coba (sebelum kontra Cina) itu berpengaruh, kami jadi sering terlambat mengantisipasi lawan dan mengatasi tekanan lawan," tutur sang arsitek yang juga melatih Persipura tersebut.

    Memang pada awalnya Indonesia direncanakan akan melakukan uji coba dengan lawan yang mirip dengan Cina, sebelumnya sempat direncanakan Makau, Korea Utara, Hong Kong, sampai Timor Leste. Namun pada akhirnya tidak ada yang jadi terlaksana.

    Namun Jacksen berujar bahwa sudah ada rencana untuk melakukan uji coba pada bulan November mendatang.

    "Saya sudah duduk dengan BTN (Badan Tim Nasional), kami sudah susun sebuah rencana untuk uji coba pada tanggal 3 November di Jakarta, dan 9 November di Korea Utara. Itu kalau Tuhan izinkan rencana kami," ujar Jacksen. Namun ia masih belum menyebutkan lawan mana yang akan dihadapi nanti.
  • Jacksen F Tiago Bicara Soal Strategi Memasukkan Yustinus Pae Dan Titus Bonai


    Timnas senior Indonesia hanya bermain imbang 1-1 dengan Cina pada lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/10) malam.

    Pada laga itu, timnas sempat tertinggal lebih dulu dari Cina melalui gol yang dicetak Wu Xi pada menit ke-36. Skuat "Garuda" baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui kaki Boaz Solossa.

    Pelatih timnas, Jacksen F Tiago, mengakui adanya perbedaan penampilan permainan skuat asuhannya antara babak pertama dengan kedua. Menurutnya, penampilan Boaz dan kawan-kawan lebih baik di babak kedua daripada babak pertama.

    Selain itu, dia pun memberikan penjelasan menjadikan Yustinus Pae sebagai pemain inti di posisi bek kanan pada pertandingan tersebut. Sebelumnya, pada posisi itu Jacksen kerap mempercayakannya kepada Hasyim Kipuw

    Melihat penampilan Yustinus yang tidak sesuai harapan, Jacksen pun akhirnya memasukkan Kipuw pada awal babak kedua.

    "Kami memasang Yustinus Pae karena saya melihat rekaman pertandingan, Cina selama ini memiliki pemain sayap yang luar biasa. Maka itu saya memasang Yustinus. Saya tidak memasang Kipuw lebih dulu juga karena sudah hampir satu bulan dia tidak main bersama Arema akibat cedera. Dan baru dua atau tiga hari sebelum ke Jakarta ikut latihan bersama kami. Sehingga cukup meragukan untuk tampil 90 menit," kata Jacksen.

    Pelatih asal Brasil itu pun memaparkan alasannya baru memasukkan Titus "Tibo" Bonai pada menit ke-44 untuk menggantikan peran Slamet Nurcahyono.

    "Kami memiliki sebuah perencanaan permainan. Kami tahu kemungkinan Cina akan kepanasan. Saya sengaja menyimpan Tibo, ketika mereka merasa kelelahan baru saya masukkan dia untuk mengubah permainan. Puji Tuhan itu cukup berhasil," ujar pelatih berusia 45 tahun itu.
  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan