-
Tampilkan postingan dengan label Roy Suryo. Tampilkan semua postingan
BTN: Roy Suryo Jangan Sembarangan Bicara Timnas U-19
![]() |
| Roy Suryo - NET |
Apalagi, dalam sebuah kesempatan di Yogyakarta, Roy menyatakan akan memberangkatkan timnas U-19 ke Arab Saudi untuk ujicoba dan umroh.
Meskipun pada akhirnya Menpora mengakui program ke Arab Saudi adalah ide Ketua BTN La Nyalla Mattalitti, namun BTN akan tetap mempertanyakan dulu kepada Menpora siapa yang akan menjalankan program tersebut.
"Saya akan tanya ke Menpora dulu yang akan menjalankan program ini siapa? Kalau Menpora mau jalankan silahkan. Saya sangat berterima kasih kalau pemerintah mau ikut membantu," kata Administator BTN Demis Djamamoedin saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (21/10).
Namun jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak mau menjalankan program yang telah diakuinya sebelumnya, BTN dan PSSI akan mengambil alih kembali program tersebut.
"Kalau pemerintah tidak mau menjalankan, jangan ngomong seperti yang di TV-TV seolah-olah programnya menpora, padahal bukan," tegasnya. (jawapos)
Roy Suryo Izinkan Pemain Timnas U-19 Jadi Bintang Iklan
![]() |
| Roy Suryo - NET |
Meski demikian, Menpora tetap membolehkan pemain timnas U-19 jadi bintang iklan. Syaratnya, semua pemain terlibat dalam pembuatan iklan tersebut.
"Boleh jadi bintang iklan kalau itu bentuknya koorporasi atau menggambarkan kebersamaan mereka. Kalau semua dilibatkan saya tidak sanggup melarangnya," kata Roy Suryo saat ditemui di Gedung Museum Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Ketika dulu Timnas U-19 juara di AFF Cup U-19, Roy juga meminta agar kekompakan tim tidak terganggu faktor internal dan eksternal. Tawaran jadi bintang iklan, kata dia, adalah salah satu bentuk gangguan eksternal.
"Gangguan eksternal akan lahir kalau ada salah satu di antara mereka dicomot untuk produk iklan. Kalau semuanya menjadi bintang iklan dengan mengusung nama timnas U-19, itu masih sah," ungkapnya.
Sementara gangguan internal, kata dia, bisa diatasi. Dengan catatan, pemain tidak saling menonjolkan diri. Bahwa mereka ada yang diangkat-angkat di daerahnya itu sah-sah saja.
"Evan Dimas, Ilham Udin atau Maldini jangan terlalu diangkat. Sebab tidak akan ada kemenangan bila tidak ada kerjasama tim, Evan Dimas saja pernah gagal," ungkapnya.
Pemain luar negeri yang banyak jadi bintang iklan tidak boleh disamakan dengan pemain timnas U-19. "Di luar negeri bisa jadi bintang iklan memang iya. Tapi jangan disamakan luar negeri dan Indonesia," terang Roy. (jawapos)
Kecuali SBY, Roy Suryo Larang Politisi Panggil Skuad Timnas U-19
![]() |
| Roy Suryo - Tempo |
Ia menegaskan, satu-satunya tokoh yang bisa memanggil pemain timnas U-19 adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tidak ada tokoh yang boleh memanggil peman timnas U-19. Kecuali satu. Siapa? Pak Presiden," kata Roy Suryo di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/10).
Dikatakan juga, hingga kini Presiden belum berencana memanggil pemain-pemain timnas U-19. Itu karena Presiden tidak ingin mengganggu jadwal yang telah disusun pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. "Presiden sangat toleran dengan jadwal mereka," ujarnya.
Menpora juga merespon gubernur atau kepala daerah yang memberikan apresiasi kepada pemain timnas U-19 yang secara tidak langsung membawa harum nama daerah. Menurutnya, penghargaan dari gubernur maupun kepala daerah adalah hal yang wajar.
Tapi jika yang memberikan bonus atau apresiasi kepada pemain timnas U-19 adalah tokoh politik dari Jakarta, Roy menilainya sebagai hal yang tidak murni.
Sebelumnya, petinggi Partai Golkar, Setya Novanto, yang juga merupakan calon legislatif dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II memberikan bonus berupa satu unit sepeda motor kepada pemain timnas U-19 asal NTT, Yabes Roni Malaifani.
"Saya gak mau nyebut. Tapi itu berarti ada sesuatu, ada tujuan tidak murni," ungkap Roy.
Saat ditanya apakah Menpora sudah memberikan bonus kepada pemain timnas U-19, Roy mengaku belum. Bahkan politisi asal Partai Demokrat itu menyatakan belum memikirkannya.
"Saya harus ngomong seadanya. Saya katakan kita belum berfikir ke situ tapi bukan berarti tidak terfikirkan. Memang belum ada dana khusus," ujar Roy. (jawapos)
Langganan:
Postingan (Atom)



