Tampilkan postingan dengan label Rusuh ISL. Tampilkan semua postingan
  • Maung Persib Dukung Sanksi Untuk Persija

    Umuh dan Ferry Paulus = NET
    Seputar Timnas - Manajemen Persib Bandung mendukung keputusan Komisi Disiplin PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada Persija Jakarta menyusul insiden pelemparan bus pemain Persib  pada 22 Juni 2013. Akibat peristiwa itu, duel Persija vs Persib batal digelar.

    Persija harus membayar denda yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI sebesar Rp 50 juta ditambah kewajiban mengganti ongkos akomodasi yang sudah dikeluarkan Persib selama di Jakarta serta hukuman satu pertandingan tanpa penonton dan lima pertandingan percobaan.

    Meski begitu, manajemen Persib tetap mempertanyakan keputusan Komdis PSSI yang memberikan teguran keras kepada kubu Maung Bandung yang dinilai kurang komunikatif.
    Persib ditegur karena tidak mengutus ofisial ataupun pengurus tim untuk memberitahukan keputusan tidak bertanding karena merasa terancam setelah bus yang mengangkut rombongan tim diserang sekelompok orang dalam perjalanan menuju SUGBK, 22 Juni lalu.

    "Kami cukup menghormati keputusan Komdis PSSI. Tapi kenapa kami juga mendapatkan teguran. Harusnya sikap yang kami ambil saat itu bisa dipahami. Tapi mau bagaimana lagi, terpenting tidak ada lagi masalah dan jangan sampai terulang lagi,” ujar Manajer Persib, Umuh Muchtar.

    Persib Bandung menerima keputusan PT. Liga Indonesia selaku operator ISL  menggelar pertandingan Persija vs Persib di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu 28 Agustus 2013. 

    Sebelumnya, sempat tercetus wacana Pekanbaru menjadi opsi untuk menggelar duel sarat gengsi ini. Selain Pekabaru, laga Persija kontra Persib juga direncakana digelar di Martapura, Kalimantan Selatan. Namun, pertandingan yang sedianya akan dimainkan di markas Barito Putera, Demang Lehman batal terlaksana karena terbentur izin Kepolisian.

    Menurut Pelatih 'Maung Bandung', Djadjang Nurdjaman, pemilihan Kota Sleman sudah tepat karena secara geografis tidak terlalu memberatkan kedua tim. Terlebih publik sepak bola Sleman menurutnya cukup netral.

    "Kalau harus memilih, menggelar pertandingan di Sleman bisa dikatakan lebih baik dibandingkan jika  dilaksanakan di Pekanbaru," tutur Djanur kepada wartawan di mes Persib, Kamis 22 Agustus 2013.[viva]


  • Komdis : Panpel Persija Didenda Rp.50 Juta, Persib Dapat Peringatan Keras

    Bus yang dirusak suporter Persija
    Seputar Timnas - Setelah dua bulan menggantung, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memutus kasus perusakan bus Persib Bandung jelang pertandingan melawan Persija, 22 Juni lalu.

    Komdis menyimpulkan, kericuhan tersebut adalah buntut dari kegagalan panpel Persija dalam menggelar pertandingan. Panpel tidak memberi kenyamanan sehingga harus didenda Rp50 juta.

    Panpel Persija juga diharuskan untuk membaya gant rugi kepada Persib. Sebab Persib sudah mengeluarkan biaya-biaya untuk datang bertanding.

    "Komdis memerintahkan Liga Indonesia untuk mengkomunikasi berapa biaya ganti rugi yang harus diberikan ke Persib. Berapa angkanya akan dihitung Liga Indonesia," kata Ketua Komdis Hinca Pandjaitan di Kantor PSSI Senayan Jakarta Senayan Jakarta, Rabu (21/8).

    Komdis juga memberi hukuman larangan sekali pertandingan tanpa penonton dengan masa percobaan lima kali. Artinya jika dalam lima pertandingan ke depan kembali ada yang ricuh, maka Persija dihukum sekali pertandingan tanpa penonton.

    Persib juga diberi sanski berupa peringatan keras karena tidak ada offisial Persib datang melapor ke panitia pertandingan. "Hal itu tidak boleh lagi terjadi. Harus ada salah satu ofisial yang melapor ke perangkat pertandingan jika ingin pulang," jelas Hinca. [JPNN]




  • Perlihatkan Alat Vitalnya, Hermansyah Minta Maaf

    Foto Radar Semarang
    Seputar Timnas - Pelatih kiper PS Bangka, Hermansyah, secara terbuka meminta maaf, khususnya kepada masyarakat Bangka Belitung dan pencinta sepak bola Indonesia pada umumnya.

    Hermansyah tertangkap kamera wartawan menunjukkan kemaluannya ketika terjadi cekcok antara dirinya dan salah seorang panitia pelaksana pertandingan PSIS Semarang melawan PS Bangka di Stadion Jatidiri Semarang, Senin (19/8/2013).

    Menurut Hermansyah, hal tersebut terjadi akibat akumulasi kekecewaan. Pasalnya, dalam kejadian tersebut, mulai dari penonton, wasit, hingga panpel memperolok PS Bangka.

    Namun, terlepas dari hal tersebut, dia menyadari perbuatan yang ia lakukan adalah contoh buruk dan berharap tidak ditiru.

    "Saya pribadi menyadari kesalahan yang saya lakukan dan merupakan contoh buruk, tetapi semua itu karena sangat kecewa PS Bangka dikerjai melewati batas," kata Hermansyah.[KOMPAS]


  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan