Tampilkan postingan dengan label Mantan Pemain Timnas. Tampilkan semua postingan
  • Michael Owen Dipastikan Ikut Ke Indonesia

    Michael Owen - net
    Seputar Timnas - Michael Owen satu diantara legenda Manchester United yang berlaga dalam ajang Battle of RED antara Indonesia RED kontra United RED, 23 Oktober mendatang, dipastikan ambil bagian. Kehadiran Owen pun, seolah jadi maghnet diburunya tiket pertandingan tersebut. 

    Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, akan kedatangan mantan-mantan punggawa terbaik The Red Devils, julukan MU, dimasanya. Ditantang Indonesia RED yang berisi Bambang Pamungkas, Bima Sakti, Ponaryo Astaman, hingga Ismed Sofyan, kehadiran United RED tentu menjadi penghapus dahaga para pendukung setia MU di Tanah Air. 

    Kabar gembira pun datang dari Owen. Pemain yang sepanjang karirnya sempat memperkuat Liverpool, Real Madrid, dan juga MU, menegaskan kedatangannya lewat video yang diunggah melalui jejaring sosial Facebook. Mantan bomber tim nasional (timnas) Inggris tersebut, menegaskan hadir di Jakarta untuk ambil bagian dalam ajang Battle of RED. 

    "Tentu ini sebuah kesempatan berharga bagi kamu untuk dapat bertanding bersama tim Indonesia RED. Saya akan ke Indonesia bersama Jonhsen, saha, dan David May," ungkapnya dalam rilis yang diterima SINDO, 6 September 2013. 

    Pasti hadirnya Owen menjadi bagian United RED, ternyata berdampak pada pembelian tiket langsung pertandingan tersebut. MC Pro Enterprise selaku promotor laga Battle of RED, mengaku jika sudah terjadi berbagai pemesanan tiket secara langsung. Dan yang melakukan pemasanan tidak hanya di Jakarta, tapi juga dari beberapa kota di Tanah Air seperti Medan dan juga Sulawesi.  

    "Persiapan laga Battle of RED yang akan digelar di SUGBK pada 23 Oktober mendatang, sejauh ini tidak ada masalah. Semuanya sudah berjalan dengan baik saat ini. Animo permintaan tiket juga terus meningkat. Jika gelaran ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin skuad utama MU yang akan datang ke Indonesia," jelas Project Director MC Pro Enterprise, Frangky Paath. 

    Hadirnya Owen dkk di Jakarta ternyata sudah dinanti-nanti salah satu basis fans MU di Indonesia, United Indonesia. Kelompok suporter yang memiliki anggota 18 ribu orang ini, mengaku sudah banyak dimintai bantuan pemesanan memesan tiket.  Tidak hanya di Jakarta, permintaan diakomodirnya tiket menyaksikan langsung laga tersebut di SUGBK, juga datang dari cabang-cabang United Indonesia di berbagai daerah. 

    "Kamu sudah diminta untuk mengakomodir rekan-rekan yang ada di luar daerah. Kami tentu sangat berharap, pihak panitia memberikan kemudahan bagi kami, agar teman-teman United Indonesia di berbagai pelosok juga bisa mendapatkan tiket dengan mudah," ungkap Ketua United Indonesia, Moris Megaloman. [sindo]
  • Hermansyah : Saya Hanya Membetulkan Celana

    Foto: Radar Semarang
    Seputar Timnas - Aksi nekad pamer alat vital pelatih kiper PS Bangka, Hermansyah, benar-benar langsung diproses oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mantan Penjaga Gawang era 80-an itu akhirnya mendapatkan sanksi ganda: denda Rp 25 juta dan larangan mendampingi tim selama enam bulan.

    Ketua Komdis Hinca Panjaitan menjelaskan bahwa pihaknya langsung memutus kasus Hermansyah karena semua bukti dan fakta sudah jelas. Selain itu, laporan dari Pengawas Pertandingan juga telah dipelajari oleh Komdis.

    "Kami sudah menerima laporannya. Saudara Hermansyah melakukan tindakan tidak patut. Mantan timnas kok begitu. Kami sudah putuskan sanksinya sesuai dengan kode disiplin," tuturnya.

    Menurut Hinca, Hermansyah dinilai melanggar pasal 58 kode disiplin PSSI. Dimana, dia dinilai mencederai fair play dengan menggunakan tubuhnya. Untuk itu dia dikenakan denda sebesar Rp 25 juta. Jumalh denda itu adalah denda minimal yang tertera di pasal tersebut.

    Selain itu, Hermansyah juga dilarang mendampingi timnya selama enam bulan karena dinilai bisa melakukan tindakan yang sama. Namun, dia masih bisa terus melatih tim karena hukuman Komdis hanya berlaku di bench dan ruang ganti pemain.

    "Kalau di bangku penonton atau melatih di klubnya tidak saat pertandingan, maka tidak apa-apa. Dia dilarang dalam pertandingan," tuturnya.

    Sementara itu, saat dikonfirmasi Hermansyah mengaku kecewa dengan keputusan yang sudah diumumkan oleh Komdis. Bagi dia, hal yang masih mengganjal adalah tindakan Komdis yang mengambil keputusan tanpa mengundangnya ke sidang tadi malam (21/8).

    Sebab, lanjut dia, ada beberapa hal yang ingin diutarakannya kepada Komdis sebagai pembelaan.

    "Saya ingin diundang untuk menjelaskan akar bagaimana sampai kondisi panas itu terjadi. Kami dari awal sudah dikerjai wasit. Terus diserang oleh penonton. Saya sendiri tidak berniat menunjukkan, saya hanya membetulkan celana," tuturnya.

    Karena tidak puas itulah, Hermansyah akan melakukan banding kepada Komisi Banding PSSI. Rencananya, dalam beberapa hari ke depan, mereka akan membawa bukti berupa batu dan botol-botol yang dilemparkan kepada ofisial dan pemain PS Bangka.

    "Harapan saya kalau disanksi di dua pertandingan sisa saja. Jangan enam bulan, saya hidup ini dari sepak bola. Kalau bayar Rp 25 juta, saya juga tidak mampu. Gaji saya tidak besar, jumlah itu cukup besar untuk saya," terangnya. (jawa pos)


  • Ricky Yakobi : Penampilan Timnas Senior Belum Memuaskan

    Ricky Yakobi - IST
    Seputar Timnas - Mantan penyerang Timnas Ricky Yacobi menilai, Timnas Pra Piala Asia 2015 Belum siap tempur. Kinerja di sektor lini serang masih harus ditingkatkan lagi.

    Ia menganalisis, ketika menang 2-0 atas Filipina di Stadion Manahan, Solo-Jawa Tengah, 14 Agustus lalu, barisan depan banyak membuang peluang. Berdasarkan statistik pertandingan, dari 8 tendangan ke gawang hanya 2 yang tepat sasaran.

    Dalam skema 4-3-1-2, pelatih Jacksen Tiago menempatkan duet Boaz Solossa-Greg Nwokolo ditopang playmaker Stefano Lilipaly. Di menit ke-63, Titus 'Tibo' Bonai masuk menggantikan Greg. Sembilan menit berselang, Boaz diganti Patrich Wanggai. Tibo-Wanggai pernah sukses mengantar Timnas U-23 ke final SEA Games 2011.

    Selain itu, kata dia, pada tiga laga sebelumnya, melawan Timnas Belanda (0-3), Arsenal (0-7), dan Liverpool (0-2), barisan depan Merah Putih mandul.

    "Saat lawan Belanda dan klub profesional dari Liga Inggris, kalah kelas jadi banyak terlihat kekurangan. Berbeda saat menghadapi Filipina. Indonesia mendominasi permainan," kata Ricky kepada Berita Kota Super Ball di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (21/8).

    "Catatannya, tim harus memperbaiki penyelesaian akhir. Bagaimana menciptakan peluang untuk mencetak gol," tambah pemain yang ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 1987 ini.

    Menjelang lanjutan Pra Piala Asia 2015 melawan China Oktober mendatang, Ricky yakin titik lemah itu bisa diperbaiki. Salah satunya lewat pertandingan uji coba.

    Vietnam atau Hong Kong menjadi calon lawan Indonesia pada September mendatang. "Tapi kualitas keduanya berbeda. China kualitas Asia. Vietnam atau Hong kong belum bisa disamakan. China punya kecepatan dan tenaga. Tinggal bagaimana persiapan Timnas. Saya berharap mental pemain lebih baik. Kalau bisa dari segi kerja sama tim serta fisik meningkat," ujar Ricky.

    Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono mengatakan, uji coba menghadapi Hong Kong 28 atau 29 September belum pasti. PSSI terus menunggu kepastian dari Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA). Jika batal, PSSI menyiapkan calon lawan lain.[tribun]


  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan