• Posted by : Robbi Syahputra 21 Sep 2013


    Banyak user internet ingin menjaga kontak online-nya – online banking, shopping, game, e-learning dan lainnya. Ketika bicara topik belajar online dan berbagi informasi, internet sepenuhnya telah merevolusi proses belajar bahasa. Internet semakin menjadi dasar untuk belajar bahasa. Setiap orang bisa menggunakan internet untuk membantu belajar bahasa asing.

    The Art in Using Online Translators is to not Expect too Much

    Banyak sekali online translating tools. Beberapa tahun lalu, layanan ini masih banyak kesalahan penterjemahan tetapi kini sudah banyak perbaikan dilakukan. Bahkan Anda bisa mendengar terjemahan dalam bahasa yang Anda pelajari. Online translation services juga menawarkan terjemahan situs dengan web browser toolbar. Seni penggunaan online translators adalah untuk tidak berharap terlalu banyak. Tentu saja tools ini mampu menterjemahkan single words, kalimat dan bahkan mampu menterjemahkan paragraph secara utuh.
    Tetapi masalah utamanya adalah accuracy rate yang semakin menurun seiring dengan meningkatnya jumlah kata yang diterjemahkan. Makna kata disampaikan secara pragmatics – Apa yang Anda maksud untuk dikatakan dan bagaimana Anda mengatakannya, bukan kata-kata harfiah. Layanan terjemahan otomatis sayangnya tidak bisa mengambil makna yang dimaksud. Anda harus selalu memeriksa hasil terjemahan.
    Selain terjemahan online, ada banyak sumber daya online. Apakah Anda hanya belajar basic atau belajar tingkat tinggi, pasti akan ada beberapa tugas untuk Anda coba. Beberapa website bahasa memiliki flash game online yang dapat membantu belajar bahasa sekaligus menghibur.
    Kamus adalah strategi baik untuk menguasai kosakata. Banyak sumber daya bahasa menawarkan kamus free online telah bekerja dengan baik dan bahkan lebih cepat dibandingkan dengan mencarinya di kamus (jangan lupa, sejumlah kamus bahasa tidak selalu dalam urutan abjad seperti versi bahasa Inggris).
    Anda membuka diri dengan mempelajari bahasa asing sebanyak mungkin dengan mengambil 1 atau 2 kata di sana-sini. Selanjutnya tontonlah acara TV berbahasa asing, mendengarkan musik dari band dari negara asing atau membaca koran bahasa asing. This is really fun!
    Social networks telah mendominasi penggunaan web dan jumlah user terus berkembang hari demi hari. Dengan kemajuan teknologi digital, kita akses blog dari ponsel. Jadi, mengapa Anda tidak mencari saja sekelompok orang yang juga belajar bahasa asing - atau lebih baik lagi menemukan Native Speaker (Penutur asli)? Anda dapat membantu mereka belajar bahasa Anda dan mereka juga dapat mengajari Anda tentang bahasa mereka.
    Banyak komunitas online yang mengkhususkan pembelajaran bahasa. Anda dapat memanfaatkan internet untuk mengorganisasi pembelajaran bahasa Anda sehingga lebih efektif. Text books memang fantastis tetapi bagi sebagian orang mungkin sulit untuk mengerti. Dengan menggunakan internet siapapun dapat mempelajari bahasa, mengatur dan memfasilitasi pembelajaran efektif dan mudah.
    Anda dapat bergabung ke sumber-daya bahasa online atau mengakses dari mana saja dan kapan saja. Dimana pun berada, jika punya akses ke Internet Anda dapat menghabiskan waktu untuk belajar bahasa dan mengambil kata-kata dan gramatika bahasa dengan cepat. Anda dapat menggunakan homepage pribadi untuk menyimpan sumber pembelajaran bahasa  dan menyimpan website language favorit .

    The Traditional Methods of Learning a Language are Obsolete

    learning language via website internet Saya tidak mengatakan metode lama sudah usang. Mengambil kelas bahasa, menggunakan teks book dan berlatih bahasa masih diandalkan sebagai pendekatan kunci untuk belajar bahasa asing. Namun, resources bahasa dari web  ini menawarkan pendekatan yang lebih kaya dan lebih bervariasi dan punya akses ke sumber daya yang kaya seperti video online dan kamus online. Bahkan kelas bahasa online berarti belajar lebih menyenangkan dan diharapkan lebih cepat menguasai.



    0 komentar

  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - Harajuku Shina - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan